
Alice datang ke toko kuenya terlebih dahulu sebelum pergi ke kantor Adji, untuk mengantarkan makan siang. Alice mengecek bahan - bahan kue yang kosong, dan menuliskannya di selembar kertas. Hampir satu jam Alice di toko kuenya, dia sempat bersenda gurau dengan para karyawannya.
Sebenarnya Alice ingin tiap hari bisa ke tokonya. Tapi Adji melarangnya, karena bahaya sekarang selalu mengintai keluarga. Dan Alice juga sekarang di kawal oleh banyak bodyguard. Biasanya hanya dua robot Android yang mengikutinya. Sekarang ada lima robot Android yang mengawalnya.
" Tolong, nanti kalian suruh kuli saja yang mengangkut bahan - bahan kuenya, ya!" Perintah Alice pada karyawan tokonya.
" Baik, Bos!" Jawab mereka serempak.
" Ya, sudah. Aku pergi dulu, ya!" Alice pamit kepada semua karyawannya yang kebetulan sedang sibuk membuat kue.
" Hati - hati Bos! Salam buat Pak CEO ganteng!" Teriak salah seorang karyawannya, dan diteriaki oleh teman - temannya. Dan Alice hanya tersenyum melihat kelakuan para pegawainya itu.
*****
Alice pergi dengan tiga robot Android yang ikut mobil bersamanya. Sedangkan yang dua lagi mengikuti mereka dengan mobil yang lainnya.
Ditengah perjalanan mereka, ada mobil yang berusaha menyalip mobil mereka. Mobil yang dinaiki oleh Alice di pepet oleh empat mobil. Di depan, samping kanan - kiri, dan belakangnya. Sedangkan mobil pengawal yang mengikuti Alice tadi di pepet terus ke pinggir jalan. Dan mobil itu bergesekan dengan tembok bahu jalan. Dan mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada mobil itu.
Alice yang tahu kalau keadaannya sedang genting. Dia mencoba menghubungi Adji lewat telepon genggamnya.
" Halo, suamiku. Sekarang aku sedang diikuti!" Ucap Alice begitu panggilannya diterima.
" Sekarang kamu sedang berada dimana, istriku!" Adji begitu panik saat mendengar perkataan Alice. Dia langsung berlari menuju lift dan di ikuti oleh Sam.
" Aku sedang berada di jalan tol, dan akan memasuki jalan layang!" Kata Alice mencoba berbicara setenang mungkin. Agar Adji tidak panik.
" Jalan layang? Memangnya kamu mau pergi kemana?" Tanya Adji tak mengerti kenapa Alice bisa pergi ke jalur keluar dari kota Diamond.
" Kami dipaksa mengikuti mobil yang mengawal mobil kita." Jawab Alice.
" Ada berapa banyak mobil yang mengawal kalian?" Adji berjalan memasuki mobilnya. Dan Sam yang menjadi sopirnya. Bahkan ada lima mobil lagi yang mengikuti mobilnya.
__ADS_1
" Ada empat mobil yang mengelilingi mobilku. Dan mobil mereka memakai kaca anti peluru!" Kata Alice saat salah satu pengawalnya mencoba menembak mereka.
" Baiklah, aku sedang menuju ke arah kalian. Jadi kumohon bertahanlah." Kata Adji.
" Iya, baiklah suamiku." Alice akan menuruti keinginan Adji.
" Aku mencintaimu, Adji!" Ucap Alice sebelum menutup teleponnya.
Itu adalah kata - kata yang selalu ingin diucapkannya saat bertemu atau berpisah dengan suaminya itu. Selama ini selalu Adji yang duluan bilang ' aku mencintaimu', dan Alice hanya akan menjawab ' aku juga sama'. Alice merasa takut kalau tadi adalah perbincangan terakhirnya dengan suaminya.
Sementara itu Adji yang baru mendengar istrinya mengatakan 'aku mencintaimu' pertama kalinya. Merasa terbang ke awang - awang, dan terasa di perutnya banyak kupu - kupu yang berterbangan. Senyumnya langsung mengembang lebar.
" Sam ayo kita kejar mereka. Tingkatkan kecepatan sampai batas maksimal!" Perintah Adji.
" Baik, pegangan yang kuat Tuan Muda!" Sam langsung meningkatkan kecepatan mobilnya dengan kekuatan turbo. Sampai bisa mencapai 300 km/jam. Dan keadaan jalan di kota pun sedang lenggang.
Adji pun memegang pegangan tangan dengan kedua tangannya dengan begitu erat. Adji juga memejamkan matanya dengan erat. Karena Adji tahu kegilaan Sam bila sedang mengebut. Bahkan lebih gila dari Balaram dan Baladewa dahulu.
******
" Sam kurangi kecepatannya, aku akan melacak keberadaan Alice!" Perintah Adji. Dan Adji pun mengeluarkan laptop mini miliknya. Dan mulai mencari keberadaan Alice lewat cincin nikahnya yang telah dipasang alat pelacak.
Sam pun mengurangi kecepatannya menjadi 150 Km/jam. Karena dia tidak mau mengganggu konsentrasi Adji.
" Bagus Sam. Dan mereka ada di depan kita tinggal 10 Km dari sini." Kata Adji.
Dan benar saja mobil Alice yang sedang dikepung oleh empat mobil sudah terlihat.
" Sam jaga kecepatannya!" Adji mengeluarkan pistol lasernya, dan membuka kaca mobilnya.
Ditembaknya ban mobil yang mengepung mobil Alice. Adji memulainya dengan menembak mobil yang berada di belakang mobil Alice. Mobil yang telah ditembak ban belakangnya kehilangan keseimbangan dan menabrak pembatas jalan. Kemudian mobil yang berada sisi kiri juga di tembak secara bersamaan dan akhirnya kedua mobil itu jatuh ke sungai yang berada di bawah jalan jembatan layang yang mulai masuk ke kawasan kota Ruby.
__ADS_1
Mobil Adji menyusul mobil Alice, dan dia memintanya sopirnya menyingkir dengan mengurangi kecepatan mobil.
" Istriku, kurangi kecepatan mobil kalian!" Kata Adji begitu berada di samping mobil Alice. Dan mereka pun menurutinya.
Sedangkan musuh mulai menembaki mobil Alice dan mobil Adji bergantian, tapi mobil yang mengawal Adji tadi menghalanginya. Dan mobil itu juga dibuat khusus anti peluru. Adji yang melihat itu sangat murka. Dan langsung menghujani mobil musuh dengan pistol lasernya. Kedua mobil itu kehilangan kendali dalam kecepatan yang tinggi, sehingga mobil itu berputar dan saling bertabrakan. Sam pun memepet mobil itu agar jatuh ke sungai. Jangan sampai meledak di jalan layang, dan mengenai mobil lainnya yang dapat menjadi kecelakaan beruntun disana.
" Duar!!!"
" Duar!!!"
Kedua mobil itu meledak begitu jatuh di sungai. Sam pun menghentikan laju kendaraannya. Begitu juga mobil - mobil yang sedang berada di jalan layang itu. Mereka semua menghentikan laju kendaraan mereka.
Bahkan banyak orang - orang keluar dari mobilnya dan menyaksikan beberapa mobil yang jatuh ke sungai itu terbakar. Dan bagian badan jalan yang rusak juga jadi tontonan mereka.
Adji meminta segera menghampiri mobil yang ditumpangi Alice. Begitu telah sampai, Adji cepat - cepat berlari keluar dari mobilnya. Begitu juga dengan Alice, dia langsung melesat keluar saat dilihatnya mobil Adji berhenti di dekat mobilnya.
Adji dan Alice berlari dan saling berpelukan ketika mereka bertemu. Alice menangis bahagia bisa melihat suaminya lagi. Tadi dia sempat berpikir kalau dia akan mati, dibunuh oleh musuhnya.
" Aku mencintaimu, Adji" bisik Alice tepat disamping telinga suaminya.
" Aku juga sangat…. Sangat mencintaimu!" Balas Adji.
Kemudian mereka berdua berciuman mesra di tengah jalan layang itu. Tidak peduli dilihat oleh orang lain. Karena rasa yang membuncah yang sedang mereka rasakan seakan dunia milik berdua.
******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
AYO DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
TERIMA KASIH.
__ADS_1