Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 53


__ADS_3

      Suara teriakan Si Bos yang menggelegar itu, terdengar menggema di dalam rumah itu. Membuat Rama dan Shinta terkejut, makin gemetar tubuhnya. Saat orang-orang yang telah menculik mereka berdua berlarian keluar dari ruangan tadi untuk mencari mereka. Di tempat persembunyiannya, Rama dan Shinta saling menggenggam tangan. Keduanya mencoba menguatkan hati dan pikiran mereka.


    Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah sofa tempat mereka bersembunyi. Keduanya ingin sekali langsung berlari keluar rumah saat itu juga. Apalagi pintu depan, sudah terbuka lebar.


" Halo, anak-anak!" Tiba-tiba sebuah kepala muncul di atas kepala mereka berdua dan itu membuat keduanya berteriak sangat kencang.


" Aaaaaakh!" Rama dan Shinta berteriak bersamaan karena kaget plus takut.


" Sudah kuduga kalau kalian masih berada di dalam rumah ini!" Kata Laki-laki paruh baya itu yang kini masih dalam posisinya.


" Cepat kalian keluar, dari sana!" Perintahnya kepada Rama dan Shinta.


    Kedua bocah itu pun akhirnya keluar dari persembunyian mereka. Dengan kaki yang bergetar, mereka melangkah berjalan ke hadapan laki-laki paruh baya yang disebut Si Bos oleh dua penculik tadi.


" Hebat, juga kalian bisa melepaskan tali ikatan kalian." Kata Si Bos kepada kedua anak yang kini telah berdiri di depannya.


" Ah, tentu saja kalian bisa melepaskan tali ikatan seperti itu. Karena kalian sudah dididik bagaimana caranya bertahan mempertahankan diri dan menyerang musuh." Katanya lagi dengan senyuman yang mengejeknya.


" Bahkan kalian berdua pun, belajar menggunakan senjata." Katanya lagi dengan pandangan merendahkan kedua anak kecil itu.


" Kenapa Paman menculik kami?" Tanya Rama memberanikan dirinya saat Si Bos menatapnya merendahkan mereka.


" Untuk memberi pelajaran kepada keluarga Pandawa!" Jawab Si Bos dengan nada bicara yang tajam.


" Apa keluarga Pandawa sudah berbuat jahat kepada Paman?" Kali ini Shinta yang bertanya.


" Ya, keluarga kalian telah berlaku jahat kepada keluarga kami! Dan aku akan membalaskan semua kejahatan kalian!" Jawabnya lagi dengan penuh amarah.


" Kejahatan apa yang telah keluarga kami lakukan ke keluarga Paman?" Tanya Rama dengan nada suara yang tenang, karena sekarang ini dia sudah berhasil menguasai dirinya.


" Terlalu banyak kejahatan yang telah kalian lakukan terhadap keluargaku!" Sambil menjawab pertanyaan dari Rama muka Si Bos langsung berubah merah.

__ADS_1


" Kalau boleh tahu siapa nama Paman?" Tanya Shinta dengan nadanya yang lembut, tidak mau terprovokasi oleh Si Bos.


" Tidak ada gunanya kalian tahu siapa nama aku!" Balasnya dengan tatapan tajam seolah ingin memakan dua bocah yang sejak tadi banyak tanya itu.


" Tidak Paman. Tentu saja ada gunanya, dan bukannya ada pepatah bilang 'tak kenal, maka tak sayang', apa Paman tahu itu?" Tanya Shinta.


" Baiklah. Kalian bisa memanggil aku Paman Basudewa." Jawabnya sambil berjalan ke hadapan mereka berdua.


" Oh, berarti Paman juga adalah Kakek kami, ya?" Tanya Rama, yang sejak awal tadi dia menyangka kalau yang ada di depannya itu adalah Dewa. Karena wajah laki-laki paruh baya itu ada kemiripan dengan Bisma.


    Mendengar pertanyaan dari Rama, Basudewa mengerutkan keningnya. Kenapa anak laki-laki Adji, menyebut dirinya Kakek juga. " Kenapa kamu memanggil aku Kakek?" Basudewa malah balik bertanya kepada Rama.


" Kalau anda saudaranya Kakek Dewa berarti anda juga Kakek kami berdua." Jawab Shinta yang mulai memahami siapa laki-laki yang sedang berdiri di hadapannya kini.


" Kalian kenal dengan Dewa saudara kembarku?" Tanya Basudewa tidak percaya kepada kedua anak kembarnya Adji.


" Iya, walau kita tidak pernah bertemu. Tapi Papa bilang kalau Kakek Nakula dan Kakek Sadewa punya saudara yang sudah meninggal, namanya Kakek Dewa." Rama mengarang cerita, karena ingin tahu reaksi dari Si Bos ini.


" Anda salah Paman, Kakek Nakula dan Kakek Sadewa yang mengakui kalau Dewa, yang dulunya adalah bodyguard Kakek Bisma adalah saudara kandung mereka yang disembunyikan dari publik." Kata Rama dengan penuh percaya diri.


" Apa maksud kamu?" Tanya Basudewa kepada Rama.


" Ya, mereka berdua telah melakukan tes DNA, dan hasilnya kalau mereka itu ada kaitan ikatan darah. Mereka berdua juga mengakui Dewa sebagai saudara kandung mereka. Walau tidak tahu siapa identitas asli dari Dewa." Jawab Rama sambil menatap Basudewa tak mau kalah.***


" Ho, ternyata benar apa yang dikatakan Dewa dahulu." Kini Basudewa berjalan ke arah sofa lalu duduk diatasnya.


" Apa kalian tahu siapa orang tua kami?" Tanya Basudewa kepada Rama.


" Aku tidak mau menjawabnya karena itu belum pasti." Jawab Rama dengan mengangkat kedua bahunya.


" Baiklah akan aku beritahu siapa orang tuaku." Kata Basudewa.

__ADS_1


    Basudewa pun memulai ceritanya sambil meminta Rama dan Shinta untuk duduk di sofa bersamanya. Walau awalnya mereka berdua enggan, namun akhirnya mereka berdua menurutinya juga.


" Ibuku adalah gadis polos yang baik hati bernama Bella. Dia saat itu baru saja lulus sekolah menengah atas. Dia dan teman-temannya merayakan kelulusan mereka di cafe dekat sebuah klub malam terkenal di kalangan orang-orang kaum elite."


" Dan saat itu juga Bisma salah seorang milyarder dari keluarga terpandang juga sedang minum-minum di bar. Saat dia keluar dari klub malam itu, Bisma jatuh sempoyongan. Kebetulan ibuku yang baik hati itu menolongnya. Dia meminta ibu mengantarkannya ke hotel. Dan apa kalian tahu apa yang telah dilakukan olehnya kepada seorang gadis polos itu?" Tanya Basudewa kepada Rama dan Shinta.


    Kedua anak Adji itu hanya diam tidak mau menjawab. Karena mereka berdua sudah tahu apa yang telah dilakukannya di hotel saat itu.


" Bisma, orang yang dihormati oleh penduduk kota Diamond adalah seorang pemerkosa. Ya, dia memperkosa ibuku! Sampai dia hamil." Kata-kata yang diucapkan oleh Basudewa begitu penuh amarah.


" Dan saat ibu hamil dia sampai stress. Dan saat Pamanku mencari Bisma dan memintanya bertanggung jawab, dia malah tidak mengakuinya."


" Nama baik keluarga Nenek jadi tercoreng di mata masyarakat. Banyak hinaan dan cacian yang diterima oleh keluarga ibuku. Karena anak gadisnya telah hamil di luar nikah."


" Karena hinaan dan cemoohan yang semakin menjadi dari orang-orang terdekat mereka. Bahkan toko sembako yang menjadi satu-satunya mata pencaharian Nenek yang seorang janda, harus mengalami kebangkrutan karena ditinggal oleh para pelanggannya."


" Ibu yang malu dan mengalami depresi, hanya bisa bersembunyi di dalam rumah. Karena bila dilihat oleh para tetangga, mereka akan menghinanya. Paman sudah merasa muak dengan kelakuan para tetangganya. Sampai-sampai mereka sekeluarga harus pindah rumah ke kota yang lainnya."


" Ibuku yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja. Mengalami kesulitan keuangan saat itu. Dan keluarga kami membutuhkan biaya yang besar untuk biaya operasi saat akan melahirkan karena posisi bayinya sungsang."


" Pamanku mendatangi Bisma di perusahaan Pandawa. Dan lagi-lagi Bisma menolak kehadiran Paman disana. Sebenarnya Paman hanya ingin meminjam uang untuk biaya operasi adiknya yang akan melahirkan. Tapi tidak ditanggapi oleh Bisma. Sehingga Pamanku marah dan dia mengeluarkan kata-kata sumpah serapah di depan gedung perusahaan PANDAWA.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2