Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 45


__ADS_3

Suasana di mansion seperti biasa, nggak ada yang aneh atau istimewa kali ini. Dan itu membuat Si Kembar, Rama dan Shinta merasa bosan. Tidak tahu harus berbuat apa?. Apalagi Adji sedang menghukum mereka, ruang perpustakaan dikunci olehnya. Jadi Rama dan Shinta tidak bisa melakukan petualangannya di lorong-lorong rahasia itu.



Karena hari ini Rama dan Shinta libur sekolah, mereka menghabiskan waktu bersama Adji. Mereka mengunjungi ruang bawah tanah. Dimana tempat Abimanyu bekerja, mengawasi keadaan mansion.


" Abi mana laporan yang aku minta!" Pinta Adji begitu sampai di ruang bawah tanah.


" Ini, semua yang Tuan Muda mau ada disini!" Abimanyu menyerahkan sebuah chip kepada Adji.


    Adji begitu menerima chip itu, langsung memeriksanya lewat laptop miliknya. Dia duduk di kursi depan monitor CCTV, sebelah pojok kanan. Karena tidak mau diganggu oleh anak-anaknya dan Abimanyu. 


" Halo, Om Abi. Apa kabar?" Tanya Rama dan Shinta bersamaan.


" Halo, kabar Om sekarang baik. Berbeda dengan kemarin!" Jawab Abimanyu.


" Memangnya kemarin kenapa?" Tanya Shinta duduk di kursi samping Abimanyu.


" Tujuh hari, Om disuruh begadang, buat memeriksa CCTV beberapa tahun kebelakang." Jawab Abimanyu sambil memanyunkan bibirnya, lucu pikir Shinta.


" Memangnya, mencari apa sampai memeriksa rekaman CCTV beberapa tahun kebelakang?" Tanya Rama penasaran.


" Buat periksa cari orang hilang!" Jawab Abimanyu sambil berbisik ke arah Rama dan Shinta.


" Siapa orang hilang itu?" Tanya Rama dengan berbisik lagi.


" Mereka yang sudah mati!" Jawab Abimanyu diselingi kekehan.


    Mendengar ucapan Abimanyu barusan. Membuat bulu punduk Rama dan Shinta berdiri seketika. Melihat wajah Rama dan Shinta yang memucat, membuat Abimanyu tertawa seketika. Dan itu membuat kedua anak itu merasa heran.


" Memang siapa sich orang yang sudah mati itu?" Shinta sangat penasaran.


" Apa mereka para bodyguard milik Kakek Bisma?" Tebak Rama sambil melihat ke arah mata Abimanyu.


    Rama dan Shinta langsung bisa membaca apa yang ada di pikiran Abimanyu saat itu. Dan tebakan Rama itu benar. Kalau orang yang diminta oleh Papanya adalah para bodyguard yang empat orang itu.

__ADS_1


" Hmm, itu rahasia!" Kata Abimanyu sambil tersenyum jahil.


" Tak perlu main rahasia-rahsian, kita sudah tahu?" Kata Shinta dengan tatapan mata sebal.


" Oh ya? Jadi kalian semua sudah tahu!" Kata Abimanyu tak percaya.


" Ya, bahkan kami juga yang menemukan kerangka tengkorak milik salah satunya." Kata Rama.


" Kerangka tengkorak milik siapa?" Tanya Abimanyu sangat penasaran.


" Nama tengkorak itu Angin. Eh, maksud aku tulang tengkorak itu dulunya bernama Angin.!" Jawab Rama sambil berbisik.


" Hah!" Reaksi dari Abimanyu tidak percaya dengan identitas tengkorak itu.


" Abi, aku sudah memeriksa hasilnya. Terima kasih, sudah bekerja keras." Kata Adji yang tiba-tiba berdiri di belakang mereka bertiga. Dan itu membuat ketiganya berteriak kaget.


" Tuan Muda, anda telah membuat kami bertiga terkejut!" Sewot Abimanyu.


" Salah kalian sejak tadi bisik-bisik. Nggak merhatiin keadaan sekitar kalian!" Ucap Adji.


" Iya, kita menemukannya di tempat rahasia." Jawab Adji.


" Kapan diperkirakan kematiannya?" Tanya Abimanyu lagi.


" Mungkin sekitar sepuluh tahunan. Karena di saku dalam jas miliknya ada struk pembelian yang menunjukan tahun xxxx." Jawab Adji.


    Abimanyu terdiam, sedang memikirkan sesuatu. Bahkan kini Abimanyu berjalan mondar-mandir di ruang monitor itu. Dan tindakannya ini membuat Adji dan kedua anak kembarnya, pusing saat melihatnya.


" Kamu itu bisa duduk diam nggak, kalau saat sedang berpikir keras!" Adji memukul lengan Abimanyu dengan kekuatan yang tak seberapa.


" Hehehe, habisnya aku nggak ngerti. Apa orang yang sudah mati, bisa hidup kembali!" Kata Abimanyu sambil tertawa garing.


" Memangnya siapa yang sudah mati, bisa hidup kembali?" Tanya Rama dan Shinta bersamaan.


"" Bukannya, keempat bodyguard itu sudah meninggal dunia, saat Tuan Muda masih kecil?" Tanya Abimanyu sambil melihat ke arah wajah Adji.

__ADS_1


    Adji yang ditatap seperti itu oleh Abimanyu, malah mengerutkan keningnya, tak mengerti. Adji sebenarnya dulu merasa aneh, kenapa dia tidak dapat mengingat kenangan di masa kecilnya. Tapi saat ditanyakan kepada Bisma, jawabannya Adji mengalami kecelakaan dan lupa ingatannya. Ketika ditanyakan apa penyebab kecelakaannya, Bisma menceritakan hanya kecelakaan di mobil. Karena tidak puas, Adji bertanya kembali kepada Pamannya, Sadewa. Jawaban yang sama juga diberikan oleh Sadewa. Kalau Adji telah mengalami kecelakaan di mobil. Dan saat bertanya kepada Pandu, jawaban yang diberikan juga sama. Kalau dirinya mengalami kecelakaan di mobil. Jadinya dia percaya begitu saja pada mereka. Dan mereka juga bilang, nggak perlu mengingat-ingat masa lalu. Karena nggak ada pengaruh dalam hidupnya. Adji juga masih ingat dengan wajah kedua orang tuanya, Kakeknya, Pamannya, dan para sepupunya. Jadi nggak terlalu ambil pusing karena telah kehilangan ingatannya itu.


" Benarkah? Aku tidak tahu!" Adji terkejut saat mendengar pernyataan dari Abimanyu barusan.


" Apa Tuan Muda, lupa kejadian saat penculikan yang terjadi saat pulang sekolah dahulu?" Tanya Abimanyu ragu-ragu, takut ada yang salah dengan informasi yang dia punya. Tapi dia yakin kalau dulu Adji pernah mengalami penculikan dan terjadi baku tembak di antara dua kubu. Dan Ayahnya Abimanyu saat itu adalah kepala keamanan di mansion keluarga Pandawa.


" Bisa kamu ceritakan kapan kejadian itu terjadi?" Tanya Adji menatap tajam Abimanyu.


     Abimanyu yang ditatap oleh Adji dengan sorot mata yang begitu tajam, jadinya merasa merinding. Abimanyu juga merasa aneh, mana mungkin Adji bisa melupakan kejadian yang mengerikan itu.


" Abimanyu!" Panggil Adji, karena Abimanyu diam saja saat diminta menceritakan kejadian itu.


" Itu kejadian saat Tuan Muda berumur sepuluh tahun. Atau lebih tepatnya, sebulan setelah kecelakaan pesawat yang menimpa kedua orang tua, Tuan!" Jawab Abimanyu dengan hati-hati, takut ada yang salah.


" Kamu tahu kejadian itu?" Tanya Adji kembali.


" Aku hanya mendengar dari ayahku." Jawab Abimanyu.


" Coba ceritakan kembali apa yang telah diceritakan oleh ayahmu itu!" Pinta Adji kepada Abimanyu.


" Aku akan menceritakan apa yang kudengar dari ayahku saat bercerita dengan ibuku. Soal kebenaran kejadian ini, aku tidak tahu. Karena aku nggak menyaksikannya langsung." Kata Abimanyu.


" Ya, nggak apa-apa. Ceritakan saja apa yang kamu dengar itu dari mulut ayahmu." Lanjut Adji sambil duduk di kursi yang didudukinya tadi saat melihat laporan dari Abimanyu.


    Rama dan Shinta pun, kini menggeserkan kursi mereka bertiga dan merapatkannya. Sekarang ketiganya, Papa dan kedua anak kembar itu sudah siap mendengarkan cerita dari Abimanyu.


" Baiklah, aku akan menceritakannya. Dan dengarkan baik-baik, ya. Aku berharap apa yang akan aku ceritakan ini benar adanya. Maksudku dulu pernah terjadi." Kata Abimanyu sambil menatap ketiga orang di depannya.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL DAN BUNGA ATAU KOPINYA YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2