Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 77


__ADS_3

     Ketika Rama dan Shinta sedang asik makan buah dari hasil petikan Hanoman. 


Dooor …


      Terdengar suara tembakan, yang memekakkan telinga mereka. Sehingga Rama dan Shinta terperanjat. Bahkan Hanoman langsung melompat ke arah Rama dan berlindung kepada-nya.


"Shinta ayo kita bersembunyi dulu," Rama menarik tangan Shinta dan mengajaknya bersembunyi di balik pohon yang besar.


    Kini ketiganya berjongkok di balik pohon dan semak-semak. Meski sudah tidak terdengar lagi suara tembakan lagi. Mereka masih bersembunyi di sana.


"Itu suara tembakan apa?" tanya Shinta kepada Rama sambil berbisik.


"Nggak tahu," balas Rama dengan berbisik.


    Sudah beberapa menit berlalu, akhirnya ketiganya keluar dari persembunyian mereka. Ketiganya keluar secara pelan-pelan, dan melihat keadaan situasi di sekitar mereka.


"Ayo kita berjalan secara diam-diam," kata Rama sambil menggandeng tangan Shinta.


"Apa ada pemburu di sini yang sedang memburu hewan-hewan?" tanya Shinta kepada Rama.


"Tidak tahu, karena semenjak kita masuk ke sini tidak ada orang lain," jawab Rama sambil berjalan dengan cepat.


    Kini ketiganya sedang berada di dekat air terjun, seperti yang ada di dalam peta. Saat mereka berjalan mendekati air terjun itu, ternyata di sana ada beberapa orang yang sedang menggali tanah.


    Kehadiran Rama dan Sinta mengejutkan mereka, begitu juga sebaliknya Rama dan Shinta terkejut saat melihat ada mayat laki-laki yang sedang terbaring di dekat tanah yang sedang mereka gali.


"Hei, apa yang sedang kalian lakukan!" Teriak Rama kepada tiga laki-laki dewasa yang sedang menggali tanah.


"Gawat Bos, ada yang melihat perbuatan kita," kata salah seorang dari mereka.


"Tenang saja, kita bereskan sekalian saja bocah-bocah itu bersama dengan dia," teteh laki-laki yang disebut bos oleh mereka.


"Hei bocah, karena kalian sudah melihat apa yang sedang kita lakukan. Maka kalian harus diberi hukuman?" teriak si anak buah.


"Lari … " teriak Rama.


     Melihat itu Rama langsung menarik tangan Sinta, dan berlari ke dekat air terjun, karena di dalam buku catatan itu disebutkan ada gua di balik air terjunnya. Para penjahat tadi menembakkan pistolnya ke arah Rama dan Sinta, tetapi meleset tidak mengenai sasaran.


     Rama dan Sinta berhasil masuk ke ke dalam gua yang ada dibalik air terjun itu. Di sana sebuah gua yang memiliki lubang yang sangat besar.


"Ayo kita bersembunyi di sini," kata Rama dan menarik tangan Shinta, untuk bersembunyi di balik batu yang ada di mulut gua.

__ADS_1


     Sementara para penjahat itu, kebingungan mencari Rama dan Shinta, yang tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka saat tiba di dekat air terjun.


"Kemana mereka pergi?" tanya salah seorang anak buahnya.


"Tidak tahu, tiba-tiba saja mereka menghilang!" jawab anak buahnya yang seorang lagi.


"Cepat cari mereka sampai dapat, akan sangat berbahaya kalau sampai mereka bisa lapor polisi!" perintah si Bos kepada kedua anak buahnya.


     Rama dan Shinta yang sedang bersembunyi dalam gua yang ada di balik air terjun, tidak bisa mendengarkan percakapan mereka karena tertutup oleh suara air terjun. Jadinya mereka diam tidak berkutik karena takut ketahuan oleh mereka.


     Ketiga penjahatnya itu terus berkeliling di sekitar air terjun sampai mereka kelelahan dan menyerah. Mereka pun kembali ke tempat dimana mayat tadi berada, dan menguburkan mayit di tempat yang berbeda. Mereka takut mayat itu cepat ditemukan, karena dilaporkan oleh dua bocah kecil tadi.


     Dirasa keadaan sudah aman, maka Rama dan Sinta keluar dari persembunyiannya. Rama pun kembali membuka buku catatan peninggalan dataran Batara. Dalam catatan itu disebutkan bahwa ada harta karun yang disembunyikan berada di dalam gua yang berada di balik air terjun.


"Ayo kita cari tanda bintang di dalam gua ini!" ajak Rama kepada Shinta.


"Memangnya ada kata karun yang disembunyikan di dalam gua ini?" tanya Shinta sambil mengarahkan lampu senternya dinding-dinding gua.


"Iya dalam catatan ini disebutkan ada harta karun yang disembunyikan di dalam gua yang berada di balik air terjun," jawab  Rama sambil mengarahkan lampu senter nya dinding-dinding gua.


     Rama dan Shinta pun berjalan di dalam gua sambil mengarahkan cahaya lampu senter nya ke segala penjuru untuk mencari tanda bintang. Setelah beberapa lama mereka berjalan di dalam gua dua ada dua lombang besar yang berlainan arah.


"Di dalam buku catatan ini tidak disebutkan lubang mana yang ada harta karunnya!" Kata ramah sambil melihat kembali buku catatan punya Batara.


"Jadi kita akan pilih jalan yang mana?" tanya Sinta.


"Kita pilih jalan yang kanan saja," jawab drama sambil berjalan ke arah lubang yang kanan.


    Sinta pun berjalan mengikuti orang yang sudah dahulu masuk ke lubang sebelah kanan. Ternyata jalan di ruang itu buntu.


"Jalannya buntu! kita periksa dulu apa di sini ada tanda bintangnya," kata Rama, dan Shinta pun menurutinya dengan mengarahkan cahaya lampu senter ke semua dinding yang ada di sana.


    Ternyata tidak ada tanda bergambar bintang di dinding itu.


"Apa kita salah memilih jalan?" tanya Shinta.


"Kita kembali dulu ke tempat tadi, dan masuk ke lombang yang ada di sebelah kiri!" ajak Rama dan kembali ke tempat tadi.


     Rama dan Sinta pun masuk ke lubang sebelah kiri sambil mengarahkan cahaya lampu senternya ke dinding-dinding gua. Ternyata di sana tidak ditemukan tanda yang bergambar bintang.


"Apa benar di sini ada harta karun yang disembunyikan oleh kakek Batara," tanya Sinta dengan wajahnya yang sedikit kecewa karena sudah lelah mencari harta karun itu.

__ADS_1


"Iya benar, aku yakin ada disembunyikan di suatu tempat disini, mungkin saja tempat persembunyiannya itu tidak pernah kita duga," kata Rama memegang kedua bahu Shinta mencoba memberikan kekuatan untuknya.


"Aku sudah lelah kakiku juga sakit," kata Shinta sambil duduk di atas batu yang ada di sana.


Uu-uu-uu …


"Ada apa Hanoman? kenapa kau melompat-lompat seperti itu?" tanya Rama sambil mengarahkan cahaya lampu senter nya dimana Hanoman melompat-lompat.


Uu-uu-uu …


"Ada apa sih? Kenapa Hanoman melompat-melompat seperti itu?" tanya Sinta bangkit dari duduknya nya, sambil mengarahkan cahaya lampu senternya kepada Hanoman.


    Rama pun kembali mengarahkan lampu senter miliknya ke arah dinding-dinding gua. Mencari tahu apa yang membuat Hanoman melompat-lompat seperti itu. Mata Rama melihat ada tanda bintang di salah satu batu yang diduduki oleh Shinta tadi.


"Sinta lihat! ternyata tanda bintangnya ada di salah satu batu yang baru saja kamu duduki ini."


    Rama dan Shinta pun melihat tanda bintang yang terukir di atas batu itu. Kemudian mereka mencoba menggali tanah yang ada di dekat sana. Akhirnya mereka berdua menemukan kotak harta karunnya. Saat kotak harta karun itu diangkat oleh Rama ternyata kunci gemboknya masih utuh.


"Kita akan buka kunci gembok ini seperti buka kunci sebelumnya," kata Rama sambil memperhatikan kotak harta karun itu.


     Maka Rama pun mengambil batu dan memukulkannya kepada kunci gembok itu sampai terbuka. Setelah kunci gembok kotak harta karun itu terbuka. Mereka berdua membukanya bersama-sama. Isi dari kotak harta karun itu adalah batu-batu perhiasan yang memiliki warna warni. 


     Rama dan Sinta sungguh terkejut saat melihat isi dari kotak harta karun yang baru saja mereka temukan. Mereka berdua saling berpandangan bingung harus diapakan batu-batu permata itu.


"Ram harta karun ini mau dikemanakan?" tanya Shinta dengan wajahnya yang kebingungan.


"Sudah bahwa saja semuanya, dan nanti kita akan memberitahukan kepada Papa tentang harta karun temuan kita ini." jawab Rama.


"Apa sebaiknya kita cepat-cepat pergi dari sini?" tanya Sinta kepada Rama, karena takut bila harus bertemu lagi dengan para penjahat tadi.


"Kita tunggu sebentar lagi mungkin saja mereka masih berkeliaran di sekitar sini," jawab Rama sambil membereskan harta karun penemuannya ke dalam sebuah kantong yang ada di dalam tas ranselnya.


    Rama, Shinta, dan Hanoman pun duduk terdiam di dalam gua itu sekitar tiga puluh menit. Dirasa sudah lama mereka duduk terdiam di sana akhirnya mereka memutuskan untuk keluar dari dalam gua itu. Tanpa Rama dan Shinta tahu kalau sebenarnya para penjahat tadi masih saja berkeliaran di sana hanya untuk mencari mereka.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2