
Rama dan Shinta memeluk Bisma, mencoba memberikan ketenangan untuknya. Bisma sejak tadi terdiam sambil memejamkan matanya. Bisma sedang berpikir keras mencoba mengingat hal-hal apa saja yang bisa membuat orang lain benci padanya.
" Kakek akan menceritakan kisah masa lalu Kakek. Tapi nggak tahu apa gara-gara ini ada yang menjadi membenci Kakek." Kata Bisma begitu membuka matanya.
" Apa itu Kek? Ayo ceritakan kepada kami!" Rama begitu bersemangat ingin mengetahui kisah Bisma di masa lalu.
Flashback on,
Sekitar lima puluh lima tahun yang lalu....
Bisma berlari ke arah bandara, untuk menyambut kedatangan saudara kembarnya, Pandu. Dia berlari dengan sangat cepat karena tidak mau sampai saudaranya itu menunggu kelamaan dirinya.
Dan begitu Bisma sampai di pintu kedatangan para penumpang, terlihat saudaranya yang datang dengan dua orang pengawal miliknya. Bisma sungguh terkejut begitu melihat wajah saudara kembarnya itu. Yang dulu wajah mereka mirip pinang dibelah dua. Kini jauh berbeda.
" Bisma!" Pandu berjalan dengan merentangkan kedua tangannya.
" Pandu! Senang bisa melihatmu lagi!" Bisma membalas pelukan saudaranya itu.
" Bagaimana kabarmu selama ini?" Tanya Pandu kepada Bisma.
" Sungguh sangat sepi tanpa ada kamu di rumah." Jawab Bisma.
" Hahaha…. Kakakku ini masih seperti anak kecil. Yang takut ditinggal sendirian." Pandu tertawa lepas. Dia paling senang saat bisa menggoda kakak kembarannya itu.
Pletak!
Bisma menjitak kepala Pandu dan pergi meninggalkannya. Bisma berjalan dengan sangat cepat.
" Hei, Bisma katanya kamu mau mengenalkan tunangan kamu yang cantik itu!" Teriak Pandu sambil mengejar Bisma. Dan diikuti oleh para bodyguard miliknya.
" Nggak jadi nanti kamu bisa-bisa jatuh cinta kepadanya!" Balas Bisma.
" Ayolah. Kamu sudah janji akan mengenalkannya padaku." Kata Pandu ketika berhasil menyusulnya.
******
Malam ini seluruh keluarga Pandawa makan malam bersama. Untuk menyambut kepulangan putra mereka yang pergi untuk melakukan pengobatan di luar negeri.
" Kita ucapkan selamat datang kepada Pandu dan semoga selalu sehat selalu!" Kata Krisna membuka acara makan malam keluarga itu.
" Terima kasih atas perhatiannya, Dad!" Ucap Pandu.
" Selamat malam, maaf saya datang terlambat." Salam dari seorang gadis cantik saat dia memasuki ruang makan keluarga Pandawa.
" Eh, Anabella ayo duduk, Sayang!" Perintah Jasmin, Mommy-nya Bisma kepada calon menantunya itu.
" Duduk disini, Sayang." Bisma menggeserkan kursi di samping tempat duduknya.
" Terima kasih." Anabella tersenyum manis dan itu makin terlihat cantik.
__ADS_1
Pandu hanya diam dengan merasakan debaran jantungnya yang sangat kuat saat melihat gadis yang duduk di depannya itu.
" Hai, senang bertemu denganmu!" Kata Anabella saat beradu pandang dengan Pandu.
" Hai, senang bertemu denganmu juga." Jawab Pandu dengan pandangannya yang tak pernah lepas dari Anabella semenjak dia masuk ke dalam ruang makan itu.
Mereka semua makan malam dengan perasaan sangat menyenangkan. Mereka juga banyak membicarakan berbagai hal, dari hal sepele sampai universitas yang akan mereka tempuh untuk melanjutkan Pascasarjana.
******
" Mom…. Dad, aku ingin menikah dulu sama Anabella. Sebelum aku melanjutkan studiku." Kata Bisma.
" Bagus itu, Nak!" Kata Krisna.
" Asik…. Kapan kalian ingin menikah. Biar Mommy menyiapkan semuanya!" Jasmin sangat antusias.
" Sekitar sebulan lagi. Sebenarnya kalau bisa, aku ingin menikah besok saja!" Kata Bisma sambil tersenyum nakal ke arah Anabella. Sedangkan Anabella, dia hanya tersipu malu,dan mencubit paha Bisma.
" Baiklah kalau itu yang kamu inginkan. Besok kamu akan menikah dengan Anabella!" Kata Krisna dan itu membuat semua orang yang ada di ruang makan itu sangat terkejut dengan keputusan kepala rumah tangga keluarga Pandawa.
" Beneran Dad!" Bisma tersenyum senang tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Krisna.
" Iya, biar Mommy kamu yang mengurus gaun pengantinnya."
" Dan untuk resepsinya kita akan minta kepala pelayan yang mengurus semuanya." Kata Krisna lagi sambil melihat ke arah Bisma dan Anabella
" Terima kasih Dad," kata Bisma dan Anabella bersamaan.
" Kamu tidak mau memberikan selamat kepadaku!" Kata Bisma kepada Pandu yang sejak tadi hanya diam saja.
" Hmm, selamat ya. Semoga kalian bisa hidup bahagia." Pandu memaksakan dirinya tersenyum.
Pandu merasa saudara kembarannya itu selalu saja merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya. Gelar murid teladan yang seharusnya menjadi miliknya direbut oleh saudara kembarnya yang jarang belajar itu. Wajah tampannya yang harus berubah juga akibat dari keegoisan kembarannya. Dan kini gadis yang merupakan cinta pertama baginya juga harus sampai direbut olehnya juga.
******
Hari ini setelah menyelesaikan berbagai rangkaian acara pernikahan Bisma dan Anabella. Akan di adakan resepsi pernikahannya di Hotel Astina.
Bisma berpenampilan gagah dengan baju tuxedo warna putihnya, dan Anabella berpenampilan cantik dengan gaun pengantin berwarna putih. Keduanya kini duduk di atas pelaminan. Dengan wajah yang terpancar rona kebahagiaan pada pasangan pengantin baru itu.
" Pandu kenapa,ya? Sekarang jadi pendiam?" Gumam Bisma.
" Ada apa suamiku?" Tanya Anabella kepada Bisma.
" Ah, aku merasa kalau Pandu sekarang jadi pendiam." Kata Bisma.
" Memangnya dahulu dia orangnya seperti apa?" Tanya Anabella penasaran dengan sosok Pandu dahulu.
" Dia itu orangnya heboh. Dimanapun dia berada, pasti akan ramai suasananya." Jawab Bisma.
__ADS_1
" Pandu itu kenapa, ya? sejak kemarin bertemu selalu melihat ke arahku." Anabella berbisik dalam hatinya.
Anabella dan Pandu saling beradu pandang. Dan tidak ada yang berusaha mengakhiri pandangan mata di antara mereka berdua.
******
Ketika Anabella mengganti gaunnya di dalam kamar hotel dan dibantu oleh tim penata riasnya. Pandu datang dan masuk kedalam kamar hotel itu.
" Hai, Ana!" Sapa Pandu kepada Anabella yang sedang dibenarkan riasan wajahnya.
" Hai!" Anabella tersenyum ramah kepada adik iparnya itu.
" Boleh aku bertanya sesuatu pada kamu?" Tanya Pandu sambil menatap Anabella penuh memuja.
" Apa yang ingin kamu tanyakan?" Kata Anabella.
Pandu hanya diam saja, karena ada beberapa orang yang sedang membantu Anabella berhias. Anabella yang mengerti kalau apa yang akan dibicarakan oleh Pandu itu bersifat pribadi. Maka dia meminta kepada semua penata riasnya untuk keluar terlebih dahulu.
Setelah para pengganggunya pergi. Pandu berjalan mendekati Anabella yang sedang duduk di kursi meja riasnya.
" Kapan pertama kali kamu bertemu dengan Bisma?" Tanya Pandu sambil duduk di kursi yang tadi dipakai oleh penata rias.
" Kita bertemu saat festival kembang api yang diadakan oleh Walikota Diamond." Jawab Anabella dengan suara lembutnya.
" Festival kembang api, tahun berapa?" Tanya Pandu makin semangat.
" Sekitar lima tahun yang lalu!" Jawab Anabella.
" Apa kamu yakin kalau pria yang kamu temui di festival kembang api itu adalah Bisma?" Tanya Pandu dengan jantung yang meloncat - loncat saat tahu kalau pertemuan pertama mereka di festival itu memberikan kenangan indah untuknya dan untuk Anabella.
Anabella hanya mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan Pandu.
" Iya aku yakin kalau itu adalah Bisma!" Jawab Anabella.
" Apakah kamu saat malam itu memakai baju berlengan pendek berwarna kuning. Dan tidak sengaja menabrak pemuda yang sedang memegang minuman jus di kedua tangannya?" Tanya Pandu lagi.
Mendengar ucapan Pandu barusan, Anabella menjadi takut.
" Kenapa Pandu tahu kejadian itu. Apa Bisma yang sudah menceritakan pertemuan pertamanya itu kepada Pandu?" Anabella masih terdiam.
" Ana kenapa kamu diam saja?" Tanya Pandu yang mulai khawatir karena Anabella hanya diam saja, tak menjawab pertanyaannya.
" Kenapa kamu tahu tentang kejadian itu? Apa Bisma yang sudah menceritakan kenangan itu kepada kamu?" Anabella malah balik bertanya kepada Pandu.
" Tidak!" Jawab Pandu singkat.
******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
__ADS_1
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
TERIMA KASIH.