Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 40


__ADS_3

Masih flashback, kisah Bisma dan Pandu


     Anabella yang terdiam, tak mengerti akan perkataan Pandu. Sedangkan Pandu melihat Anabella dengan mata yang penuh pancaran rasa rindunya. Semenjak pertemuan pertama mereka di festival kembang api itu. Pandu selalu mencari keberadaan sosok gadis yang pernah menabraknya itu.


 Dan setiap ada acara festival kembang api, Pandu selalu mencari gadis yang merupakan cinta pertamanya itu. Walau sudah mencari kemana pun tetap tidak bisa ditemukannya. Terakhir dia mencari di festival kembang api adalah satu bulan sebelum kejadian kecelakaan yang menimpa dirinya, terjadi. Sehingga sampai akhirnya, malah saudara kembarnya yang telah mendapatkan cinta dari gadis yang dicintainya itu.


" Maksud kamu?" Tanya Anabella pada Pandu yang masih menatapnya dengan intens.


" Akulah yang kamu temui di festival kembang api itu. Bukan Bisma!" Kata Pandu dan itu membuat Anabella sangat terkejut.


" Tapi aku jelas-jelas sangat mengingat wajah pemuda yang aku tabrak itu!" Pekik Anabella.


" Itu karena aku mengalami kecelakaan yang mengharuskan aku melakukan operasi plastik pada wajah ku!" Pandu berkata dengan nada terluka.


    Anabella yang mendengar itu, bergetar hatinya merasa iba terhadap Pandu.


" Aku turut bersedih atas apa yang telah menimpa dirimu." Suara Anabella mencicit.


" Tapi kenyataannya sekarang aku adalah istri dari Bisma." Kata Anabella lagi.


" Aku tanya sama kamu, laki-laki mana yang sudah membuat kamu jatuh cinta?" Pandu memberi pertanyaan yang bisa menggoyahkan hati Anabella.


" Aku…."


    Anabella yang diberi pertanyaan seperti itu, bingung harus menjawab bagaimana. Ditambah tatapan Pandu yang seolah sedang mengintimidasi dirinya.


" Aku menyukai…" 


Brak!


     Anabella belum menyelesaikan jawabannya, pintu kamar hotel telah dibuka oleh seseorang. Dan kini sosok itu sedang berdiri di antara mereka berdua.


" Aku menunggu istriku begitu lama. Ternyata sedang asik berbicara dengan adikku." Kata Bisma yang baru saja datang.


" Ayo istriku. Para tamu undangan ingin bertemu denganmu!" Bisma mengulurkan tangannya pada Anabella. Dan Anabella pun menyambut uluran tangan Bisma.


    Bisma dan Anabella meninggalkan Pandu sendirian di dalam kamar hotel. Sebenarnya Bisma mengikuti Pandu sejak awal. Karena dirinya curiga dengan Pandu, kenapa sejak kemarin dia selalu menatap Anabella seolah tidak mau kehilangan sosoknya itu.

__ADS_1


    Dan saat Pandu memberikan pertanyaan kepada Anabella, Bisma tidak mau mendengar jawaban yang akan diberikan oleh Anabella kepada Pandu. Bisma takut kalau nanti Anabella menjawab bahwa Pandulah orang yang dicintainya, maka hati dia akan terluka, karena dia tahu dirinya mudah rapuh.


" Sayang apa kamu mau makan sesuatu?" Tanya Bisma kepada Anabella begitu mereka sampai di Ballroom Hotel.


" Ya, sepertinya aku juga lapar. Ayo kita makan berdua seperti biasanya." Jawab Anabella sambil tersenyum manis kepada suaminya itu.


    Bisma dan Anabella sering makan dalam satu piring bersama. Kadang mereka berdua saling menyuapi satu sama lainnya. Dan kini mereka pun, makan saling menyuapi.


*****


    Pesta pernikahan mereka pun sudah selesai saat malam hari. Dan kini kedua mempelai pengantin baru itu pun akan menghabiskan malam pertamanya di kamar VVIP Hotel Astina.


" Sayang, ada yang aku mau bicarakan kepada kamu." Bisma berkata dengan suaranya yang rendah.


" Aku begitu sangat mencintai kamu. Dan seandainya kamu tidak memiliki rasa cinta untuk diriku. Maka akan aku buat kamu menjadi jatuh cinta kepadaku." Kata Bisma dengan sorot mata yang penuh dengan kesungguhan.


    Anabella yang mendengar itu, langsung memeluk suaminya. " Bukankah aku sudah bilang kalau aku juga begitu mencintaimu." Balas Anabella.


" Maaf, tadi aku mendengar pembicaraan kamu dengan Pandu." Bisma membalas pelukan Anabella.


" Sebenarnya aku juga bertemu dengan kamu saat festival kembang api itu." Kata Bisma.


" Oh,ya." Anabella mengurangi pelukannya dengan Bisma, kemudian dia melihat wajah Bisma.


" Saat itu kamu berlari sambil menari-nari saat memasuki gerbang festival." Kata Alex.


" Dan kamu pun menabrak aku yang sedang berjalan di dekat gerbang, dan ciuman pertamaku diambil oleh mu, Sayang." Jujur Bisma.


     Mendengar pernyataan Bisma, Anabella menutup mulutnya tak percaya. Karena laki-laki yang sudah mencuri ciuman pertamanya itu kini telah menjadi suaminya. Karena saat itu cahayanya samar - samar, Anabella tidak dapat melihat wajah lelaki itu dengan jelas.


" Jadi laki-laki yang waktu itu adalah kamu, Sayang!" Pekik Anabella. Dan Bisma pun menganggukan kepalanya dengan penuh semangat.


" Sebenarnya waktu itu aku sangat kesal sekali kepada kamu. Gadis centil yang tidak mau diam, dan telah merebut ciuman pertamaku."


" Hehe…. Karena saat itu aku senang sekali, telah diberikan izin sama Papa buat pergi ke festival kembang api bersama teman-temanku. Walau pada akhirnya aku ditinggal sama mereka. Dan bertemu dengan Pandu." Anabella ketawa kecil mengingat kejadian di masa lalunya.


" Kenapa kamu ditinggalkan sama teman-teman kamu?" Bisma membelai rambut Anabella penuh rasa sayang.

__ADS_1


" Karena mereka janjian sama pacar masing-masing. Sementara aku nggak punya pacar." Anabella mengembungkan pipinya merasa kesal sama teman-temannya itu.


" Hehe…. Kasihan sekali, kamu." Kata Bisma sambil tersenyum.


" Cuma kamu satu-satunya yang pernah menjadi pacar aku." Jujur Anabella kepada Bisma. Dan itu membuat hati Bisma melambung tinggi.


" Begitu juga dengan diriku. Kamulah satu-satunya yang pernah menjadi pacarku." Kata Bisma sambil tersenyum.


" Aku mencintaimu Anabella!" Ucap Bisma dengan nada suara yang lembut.


" Aku juga mencintaimu, Bisma. Sejak dulu, sekarang, besok, dan seterusnya." Jawab Anabella dengan senyuman manis di wajahnya.


" Berjanjilah kalau kamu akan selalu berada di sisiku!" Pinta Bisma masih dengan suara rendahnya.


" Harusnya aku yang bilang sepeti itu kepadamu. Berjanjilah kalau kamu akan selalu setia kepadaku!" Anabella yang kali ini yang meminta.


" Aku berjanji!"


    Dan mereka berdua pun menghabiskan sisa malam yang begitu indah.


*******


    Kini Pandu sedang berada di Klub Malam, menghilangkan rasa penat di hati dan pikirannya. Masih teringat jelas kata-kata Mommy-nya. Yang meminta dia jangan berbuat hal yang tidak-tidak terhadap Anabella.


    Rupanya selain Bisma, Mommy-nya juga berada di depan pintu, saat dirinya dan Anabella berbicara berdua. Mommy-nya juga bercerita betapa hancurnya hati Bisma saat mengetahui keadaan saudara kembarnya itu saat kritis bahkan harus dirawat intensif di rumah sakit luar negeri.


     Begitu juga Bisma harus berobat ke dokter psikiater. Karena rasa bersalahnya meminta kepada kembarannya untuk pergi menjemput Mommy-nya. Dan itu juga sebenarnya atas perintah dari Mommy-nya.


    Pandu sangat marah pada dirinya, yang selalu lemah saat berhadapan dengan Mommy-nya itu. Kenapa Mommy-nya lebih membela Kakak kembarannya? Kenapa tidak memenangkan dirinya atas Anabella?.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2