Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 24


__ADS_3

Rama tersenyum senang saat menemukan kunci untuk membuka pintu rahasia. Rama pun menjinjitkan kakinya untuk menggapai lampu hias itu. Kemudian diputarnya lampu hias itu supaya menghadap ke bawah.


Sreeeeg….


     Dinding di dekat lemari nakas terbuka. Ternyata bukan lemari buku atau nakas yang menjadi pintu rahasianya. Ternyata dinding tembok lah yang menjadi pintu masuk kedalam ruang rahasia.


" Lihatlah, apa kataku. Benarkan ada ruang rahasia!" Rama girang dibuatnya.


" Wah hebat ternyata ada ruang rahasia di rumah ini." Shinta merasa takjub.


" Kunci dulu pintu perpustakaannya!" Perintah Rama kepada Shinta.


     Kedua anak kecil itu masuk kedalam ruang bawah tanah, dan ada tangga yang turun menuju kebawah. Rama menyalakan lampu senter pada jam tangan ajaib miliknya. Karena keadaan disana sangat gelap gulita. Begitu mereka sampai pada suatu ruangan, disana ada beberapa pintu lagi yang masih bisa dimasuki. Rama bingung harus memulai dari pintu mana yang akan dimasuki.


" Shinta menurutmu pintu mana yang sebaiknya kita masuki terlebih dahulu?" Tanya Rama sambil mengarahkan lampu senternya ke beberapa pintu yang berjajar disana.


" Apa sebaiknya kita kembali saja dulu. Karena kita tidak membawa perlengkapan yang bisa membantu kita saat menjelajahi ruang rahasia ini." Shinta memberikan idenya.


" Iya benar juga, kata kamu. Kita akan kembali lagi besok dengan membawa perbekalan yang lengkap." Rama setuju dengan apa yang disarankan oleh Shinta.


     Dan kedua anak kecil itu pun kembali lagi ke atas. Dan saat mereka kembali keruangan perpustakaan, ternyata ada seseorang yang berusaha ingin masuk ke dalam. Pintu perpustakaan itu ada yang mencoba mendorongnya dari luar.


     Rama dan Shinta begitu panik, mereka cepat - cepat memutar kembali lampu hias itu menghadap ke atas. Dan mereka ambil beberapa buku di rak buku seolah-olah mereka sedang asik membaca buku. Dan Shinta pun membuka kunci pintu perpustakaan. Tapi saat dirinya membuka pintu itu tidak ada siapapun disana.


" Siapa?" Tanya Rama.


" Tidak ada siapa - siapa!" Jawab Shinta sambil mengangkat kedua bahunya.


    Mendengar jawaban dari saudara kembarannya itu, membuat Rama jadi berpikir yang tidak - tidak.


*****


     Adji yang masih di ruang kantornya, sibuk dengan memeriksa dokumen laporan keuangan perusahaannya. Sedangkan Alice duduk manis di atas sofa. Karena Adji yang memintanya, dan ingin pulang bersama setelah selesai memeriksa hasil laporan keuangan hasil pendapatan bulan kemarin. Karena terlalu bosan menunggu Adji yang sedang bekerja, Alice sampai ketiduran di sofa itu.


    Saat Adji sudah selesai mengerjakan semua pekerjaannya. Dia hendak pulang, tapi dilihatnya Alice sudah tertidur di atas sofa. Jadinya Adji mengurungkan niatnya pulang saat itu juga. Sambil menunggu Alice bangun, Adji ingin menyelidiki siapa orang dibalik penyusupan yang berusaha membunuhnya dengan racun, saat di rumah sakit.


" Sam bisa kamu perlihatkan Video rekaman dari rumah sakit?" Adji menghubungi Sam melalui telepon kantornya.


    Adji terus memperhatikan satu persatu rekaman video selama dirinya mulai masuk saat dibopong oleh Alice masuk ke ruangan UGD. Kemudian saat dirinya dibawa ke ruang rawat inap VVIP. Adji terus memutar beberapa kali video rekaman itu. Dia mencoba menyelidiki apa ada sesuatu yang menurutnya janggal. Karena kedatangan dirinya ke rumah sakit itu tanpa direncanakan. Dan pastinya tidak akan ada yang tahu. Tapi kenapa sampai ada penyusup yang mencoba membunuh dirinya.


" Sam bagaimana menurutmu?" Tanya Adji pada asistennya.


" Menurut saya, kalau orang yang menyusup masuk kedalam kamar Tuan Muda itu, selalu mengawasi kemanapun Tuan Muda pergi." Jawab Sam.

__ADS_1


" Dan mereka akan beraksi saat ada kesempatan!" Lanjut Sam.


    Mendengar analisis asistennya, Adji merasa itu masuk akal. 


" Oke. Kamu bisa kembali keruanganmu!" Perintah Adji kepada Sam.


Dan Adji pun berjalan menuju sofa tempat sang istri tertidur lelap.


" Istriku, maaf karena telah membuatmu ikut terlibat dalam bahaya." Bisik Adji, kemudian dia mencium bibir Alice.


     Alice yang sedang tertidur, jadi terusik karena perbuatan Adji.


" Suamiku, apa pekerjaan kamu sudah selesai?" Tanya Alice dengan setengah sadarnya.


" Iya sudah. Apa kamu mau tidur disini?" Tanya Adji saat dirinya melihat istrinya itu malah memejamkan matanya kembali.


" Aku masih mengantuk, suamiku kamu juga bisa ikut tidur disini!" Kata Alice sambil menggerakkan tubuhnya menyamping.


" Jangan salahkan aku bila aku berbuat lebih." Aji pun ikut tidur di sofa itu bersama Alice. Mereka berdua tidur siang di sofa sambil berpelukan.


*****


Di suatu ruangan kantor, seorang pria sedang bermain catur seorang diri. Dia mengerjakan pion - pion catur itu. Dan saat dia memegang pion kuda, pria itu tertawa. Digenggamnya kuat - kuat pion kuda itu.


     Di depan pria itu ada berjajar foto Adji, Alice, Rama, dan Shinta. Ditatapnya semua foto - foto itu.


" Kita lihat siapa yang akan jadi targetnya kali ini?"


    Kemudian pria itu melemparkan belati kecilnya ke arah salah satu foto yang berjajar itu.


Wuuuush…


    Belati itu tertancap tepat sasaran pada salah satu foto disana.


Prok….


Prok….


Prok….


" Hahaha…. Kita lihat keberuntungan miliknya." Pria itu tertawa senang.


*****

__ADS_1


     Saat makan malam bersama, Adji dan keluarga besarnya merasa sangat senang. Apalagi Alice memasak banyak menu spesial kesukaan Adji.


" Pah, ada yang mau Shinta tanyakan." Kata Shinta dengan penuh semangat.


" Apa, itu?" Tanya Adji sambil melihat ke arah Shinta.


" Ini mengenai ruangan yang ada di perpustakaan…." Shinta tidak melanjutkan perkataannya karena kakinya di senggol oleh Rama.


" Iya, kenapa dengan ruangan perpustakaannya?" Tanya Adji kembali.


" Hehe…. Itu bagaimana kalau disana disediakan kasur, agar aku bisa baca sambil tiduran." Kata Shinta dan itu mendapat tatapan tajam dari Rama.


" Oke, tidak masalah. Besok Papa akan minta pekerja, agar mengirimkan kasur untuk diletakkan di ruang perpustakaan." Kata Adji.


" Terus apa ada lagi?"


" Hehe…. Tidak Pah. Itu sudah cukup." Shinta jadinya salah tingkah.


*****


Sesuai kesepakatan kemarin, Rama dan Shinta berencana akan pergi ke dalam ruang rahasia itu, dengan membawa perbekalan alat yang lebih lengkap. Tapi sayangnya saat mereka akan masuk ke perpustakaan itu. Dilihatnya sudah ada beberapa orang pekerja yang sedang membereskan ruang perpustakaan agar bisa menyisakan ruang untuk menyimpan kasur sesuai pesanan Shinta.


" Sepertinya, kita harus menunda perjalanan kita, hari ini?" Shinta tersenyum kaku ke arah Rama.


" Ini semua karena gara - gara kamu!" Rama menatap tajam pada kembarannya itu.


" Hehe…. Itu karena kamu yang tiba - tiba menyenggol kakiku."


" Itu karena kamu mau membocorkan rahasia kita!" Kata Rama dengan nada kesal.


" Maaf," kata Shinta dengan memasang wajah merasa bersalah.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA MUMPUNG LAGI HARI SENIN NIH.


KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS YA.


TERIMA KASIH.


 

__ADS_1


__ADS_2