
Pertemuan kedua kelas "Menjadi orang tua yang baik" di Minggu selanjutnya …
Adji dan Sam mengikuti kelas itu penuh dengan semangat. Hari ini pelajaran yang diajarkan di kelas itu adalah membuat makanan dan minuman untuk bayi di mulai memasuki usia enam bulan.
Mereka semua dikenalkan dengan berbagai jenis sayuran, buah-buahan, dan berbagai produk susu formula yang baik digunakan untuk makanan dan minuman bayi.
Adji mencatat semua bahan-bahan yang ada di depannya. Agar nanti dia bisa membuat makanan yang terbaik untuk anaknya sendiri. Dia juga fokus mendengarkan penjelasan dari Mulan. Apa saja kandungan dan manfaat dari jenis-jenis sayuran dan buah-buahan itu bagi tumbuh kembang bayi. Takaran yang sesuai dengan kebutuhan usia bayi. Serta kapan waktu sebaiknya memberi makan si bayi.
Sam tidak kalah dengan Adji. Dia begitu semangat dalam meracik bubur bayi yang bergizi untuk si bayi. Sudah satu Minggu ini dia dekat dengan Elsa. Bahkan tiap malam mereka selalu pergi berkencan. Semalam Sam pun mengutarakan isi hatinya kepada Elsa. Ternyata Elsa pun mempunyai perasaan yang sama.
Sam yang serius dengan perasaannya kepada Elsa, tadi malam juga langsung melamarnya. Dia ingin seperti tuan mudanya, yang bertemu dengan Alice langsung mengajaknya menikah. Bahkan segala urusan pernikahan itu semuanya bisa diselesaikan olehnya, hanya dalam satu malam saja.
Sam menerima Elsa apa adanya, bayi yang dikandungnya. Elsa yang hidup sebatang kara. Serta menerima segala kelebihan yang dimiliki oleh Elsa. Elsa juga bersedia menerima Sam apa adanya. Sam yang harus mengutamakan keluarga Pandawa. Elsa juga akan ikut kemana pun Sam tinggal nantinya.
*******
Adji kini lebih overprotektif terhadap Alice. Setelah Adji belajar banyak tentang kondisi ibu hamil dan melahirkan. Dia selalu siap sedia mengantarkannya ke rumah sakit.
Penyakit panik yang akan menyerang dirinya, ketika takut kehilangan orang-orang yang disayanginya juga sudah sembuh. Dia tidak takut saat Alice menceritakan kesakitan saat melahirkan. Adji jadi lebih tenang saat menghadapi situasi genting. Orang-orang disekitar Adji juga banyak membantu untuk proses penyembuhannya.
Tiap hari Minggu, semua anggota Pandawa akan berkumpul bersama selama seharian itu. Mereka melakukan banyak kegiatan bersama untuk mempererat hubungan ikatan keluarga mereka.
Arjuna pun sebentar lagi akan menikahi seorang guru TK, yang pernah menjadi pasiennya. Arjuna jatuh cinta kepadanya, karena kebaikan hati dan perhatian calon istrinya itu. Begitu juga dengan Dewa, dia akan menikahi sekretarisnya. Meski usia mereka terpaut sangat jauh, mungkin cocok jadi ayah dan anak.
Bima lebih memilih menunda pernikahannya, karena calon istrinya yang masih belia itu. Ingin melanjutkan kuliahnya dahulu sebelum menikah dengan Bima. Dia tidak mempermasalahkan itu, karena sudah tidak bisa berpaling lagi dari kekasihnya itu.
Kalau soal Abimanyu, ternyata dia sudah menikah sebelum insiden pemberontakan yang dilakukan oleh para Android di mansion Pandawa. Abimanyu harus melakukan pengobatan secara intensif untuk memulihkan kondisinya kembali. karena saat itu luka sangat parah.
*****
Pertemuan ketiga kelas "Menjadi orang tua yang baik" di Minggu selanjutnya …
Di pertemuan terakhir kali ini, para orang tua diberi tahu cara melakukan pijatan pada bayi. Ini bisa dilakukan setelah selesai memandikannya. Pijatan dilakukan mulai dari perut, dada, punggung, tangan, dan kaki bayi.
__ADS_1
Adji senang melakukan tindakan itu. Dia belajar bagaimana cara yang benar memijat pada tubuh bayinya. Cara pijatan yang bisa merangsang pertumbuhan pada tubuh bayi. Pijatan untuk bayi yang sakit, atau karena sakit sendi-sendinya.
Melihat Adji yang begitu lihai dalam melakukan pijatannya, Sam pun berusaha belajar dengan baik, tidak mau kalah sama tuan mudanya itu.
Selain itu pelajaran lainnya adalah mengenali suara bayi. Mereka di perlihatkan video-video bayi dan suara mereka. Karena setiap bunyi suara yang dikeluarkan oleh para bayi itu ada maksudnya. Suara saat bayi lapar, saat bayi haus, atau saat bayi ngantuk, dan ingin bermain. Jangan sampai salah memahami maksud keinginan si bayi. Itu bisa membuatnya menangis, saat keinginannya tidak terpenuhi.
Adji dengan kecerdasannya, cepat dengan cepat memahami perbedaan suara-suara bayi itu. Sedangkan bagi Sam terasa sama semuanya. Dia menjadi sedih karena kesulitan dalam mempelajari suara bayi dan maksudnya. Namun Elsa memberikan dukungannya kepada Sam dengan memberikan pujiannya kepada calon suaminya itu.
******
Tidak terasa kini usia kandungan Alice sudah memasuki sembilan bulan lebih. Adji selalu mengingatkan dia untuk rajin berolahraga agar proses kelahirannya lancar. Adji juga kini bekerja di rumah sambil menjaga Alice. Kalau-kalau dia mau melahirkan, maka dirinya sudah siap untuk mengantarkannya ke rumah sakit.
"Suamiku! Sepertinya anakmu sudah mau keluar!" pekik Alice yang sedang tiduran dikasur setelah olahraga dengan Adji.
"Benarkah mereka sudah akan lahir?" tanya Adji yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Air ketubannya sudah pecah," kata Alice sambil memperlihatkan kasur mereka yang telah basah oleh air ketuban yang dikeluarkan oleh Alice.
"Ayo kita ke rumah sakit sekarang!" ajak Adji sambil membawa tas perlengkapan bayi yang sudah disiapkan oleh Alice beberapa hari yang lalu.
*****
Proses kelahiran Alice secara normal, karena kondisi ibu dan para bayinya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.
"Nyonya, sudah siap?!" tanya dokter yang menanganinya itu.
"Siap!" jawab Alice sambil mencengkram tangan Adji kuat-kuat sampai lecet-lecet. Adji pun menahan rasa sakit akibat perbuatan Alice. Namun dia menahannya, demi anak-anak dan istrinya itu.
Dalam dua kali dorongan si bayi pertama sudah keluar. Bayi itu menangis dengan sangat kencang. Sampai-sampai para keluarga Pandawa yang ikut menunggui proses kelahiran si kembar, dapat mendengarnya dengan sangat jelas.
"Nyonya, bayi anda sangat tampan dan sehat. Tinggi dan berat tubuhnya normal. Selamat, ya," kata asisten dokter yang menangani bayinya yang pertama.
"Terima kasih," jawab Alice sambil tersenyum.
__ADS_1
"Dokter, sepertinya bayi kedua juga akan keluar!" Kata Alice sambil mengejan tanpa sadar.
"Kalau begitu, ayo Nyonya. Kita lanjutkan untuk proses kelahiran putra kedua anda," kata dokter, kemudian memberi aba-aba instruksi kepada Alice.
Seperti bayi pertama, kelahiran bayi keduanya pun lancar tidak ada kesulitan saat prosesnya. Kini kedua bayi laki-laki itu telah lahir dan dalam keadaan baik dan sehat.
Adji dan Alice sangat bahagia melihat kedua bayi mungil mereka. Begitu juga dengan anggota keluarga Pandawa yang lainnya. Menyambut kedua bayi itu dengan penuh suka cita.
"Siapa nama kedua bayi ini?" tanya Bisma kepada Adji.
"Sakti Putra Pandawa dan Satria Putra Pandawa," jawab Adji dengan antusias.
Kini Adji sudah bisa menerapkan ilmunya saat mengikuti kelas " Menjadi orang tua yang baik". Dia sangat senang saat mengurus mereka. Memandikan dan mendandani kedua bayinya yang sangat mungil baginya itu.
Rama dan Shinta juga antusias karena telah menjadi kakak. Mereka berdua juga sering ikut dalam mengasuh si kembar.
"Ayo kita foto bersama!" Ajak Adji kepada istri dan anak-anaknya.
Alice dan Adji masing-masing memangku Sakti dan Satria. Sedangkan Rama dan Shinta mengapit tubuh kedua orang tuanya. Tak lupa si Hanoman berada di kaki antara Adji dan Alice. Kini foto keluarga Adji pun sudah jadi dan ukurannya menyaingi foto raksasa yang ada di lantai paling atas itu.
Semua orang sudah mendapatkan kebahagiaannya masing-masing. Dengan saling berdampingan dan saling mendukung, serta menghormatinya satu sama lainnya.
TAMAT …
*******
Terima kasih sudah mengikuti karya aku, " MAMAKU WANITA SUPER & PAPAKU SUPER GENIUS"
Meski terlalu banyak kekurangan, mudah-mudahan ada pelajaran yang bisa diambil dari karya ini.
Baca karya baru aku lainnya ya.
"DIPAKSA MENIKAHI CUCU MANTAN SUAMI"
__ADS_1