Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 61


__ADS_3

    Dewa berjalan ke arah televisi, dan menghubungkan dengan telepon genggamnya. Sehingga menampilkan sosok Sadewa disana. Sadewa yang duduk di kursi yang ada di kantor perusahaannya, kini tersenyum ke arah layar.


" Hem, Hai Dewa bila kamu sudah mendapatkan rekaman ini dari Bimo berarti sudah terjadi sesuatu kepadaku." Sadewa diam sejenak dan melanjutkan kembali pembicaraannya.


" Aku minta kepadamu, jaga dan lindungilah Adji. Karena dia satu-satunya orang yang paling disayangi oleh Kakak kita. Hanya kamu harapanku satu-satunya, yang bisa aku andalkan dan aku percaya."


" Pertaruhkanlah nyawamu untuk melindunginya dari ulah Pamanmu dan kembaranmu itu. Adji yang tidak tahu apa-apa, kenapa dia yang selalu menjadi sasaran mereka. Keluarga kamu itu pengecut hanya bisa menyentuh anak-anak kita." Terlihat mata Sadewa yang mulai berkaca-kaca.


" Kedua putraku yang masih remaja, seharusnya masih bisa menikmati hidupnya. Harus menjadi korban karena dendam dari keluargamu. Oleh karena itu sebagai gantinya pertaruhkan nyawamu untuk melindungi Adji, menggantikan aku."


" Aku harap kamu mengerti. Terima kasih saudaraku. Aku selalu menyayangimu." Sadewa pun tersenyum lebar dan video itu pun berhenti.


   Tak berapa lama sebuah video muncul di layar televisi itu dan memperlihatkan Sadewa yang terbaring di pangkuan Dewa dengan bersimbah darah.


" Ayah, ini aku Sadewa. Aku tahu umurku tidak akan lama lagi, oleh karena itu aku membuat video ini agar nantinya kalian tidak menyalahkan Dewa, atas segala perintahku." Sadewa memasang senyum simpulnya ke arah kamera. Terlihat jelas kalau dia menahan rasa sakit.


" Aku melakukan ini untuk melindungi keluarga kita. Aku meminta dia menempati posisi aku di keluarga Pandawa. Karena dengan memiliki sebuah posisi yang tinggi, Dewa punya kewenangan yang bisa dilakukannya dalam menjalankan tugasnya. Bukan salah dia karena telah menipu kalian, karena ini adalah rencana terakhirku yang baru saja aku pikirkan." Nafas Sadewa sudah berat, dan terputus-putus. Namun dia memaksakan dirinya terus berbicara. Sedangkan Dewa yang sedang memangkunya menangis tergugu dengan tubuh yang bergetar.


" Untuk Adji, maafkan Paman yang tidak bisa menemanimu hingga kamu dewasa. Paman harap kamu bisa menemukan kebahagiaan dalam hidupmu." Sadewa tersenyum untuk terakhir kalinya kepada mereka, dan video itupun habis sampai sana.


    Semua yang ada disana terdiam, mereka tidak bisa menyalahkan Dewa, karena itu adalah permintaan Sadewa sendiri. Dewa dan Sadewa punya fisik yang hampir sama. Bila dilihat dari jauh, siluet tubuh mereka akan terlihat sama. Apalagi mereka berdua memiliki suara yang sama. Saat bicara ditelepon pun mereka tidak akan tahu itu Dewa atau Sadewa. Hampir semua orang sering ketipu, walau dari mereka berdua tidak ada niat menipu.


    Sadewa juga tahu rencana Pamannya Dewa dan Basudewa, ketika Sadewa mengangkat panggilan telepon milik Dewa. Dari sana Sadewa sering menelpon atau menerima telepon mereka menggunakan telepon genggam milik Dewa.


    Adji yang masih shock saat melihat video Pamannya tadi. Kakinya terasa lemas, dan jantungnya berdetak dengan lambat. Sehingga Adji menekan-nekan kuat dadanya, membantu memompa aliran darah di jantungnya.


" Aku akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan ku terhadap kalian semua. Aku ingin meminta maaf untuk semua yang sudah aku lakukan. Terutama kepada Adji, yang dari sejak bayi sudah menjadi target kami." Kata Basudewa penuh penyesalan.

__ADS_1


" Walau nantinya aku dijatuhi hukuman mati pun, aku akan menerima dengan lapang dada." Lanjut Basudewa dan memandang satu persatu keluarga Pandawa.


    Mendengar ucapan Basudewa barusan, itu membuat Dewa bersedih. Sebagai saudara, Dewa tidak bisa mengajak Basudewa ke jalan benar. Padahal tinggal Basudewa satu-satunya, keluarga yang kini masih dia miliki.


******


    Disaat mereka sedang berkumpul bersama membicarakan masalah keluarga Pandawa. Di sebuah ruangan bawah tanah, Abimanyu sedang kesusahan melawan hacker yang berusaha membobol keamanan di mansion Pandawa.


    Abimanyu berusaha menghubungi Adji, tapi kesulitan dalam menghubunginya. Abimanyu menekan tanda bahaya untuk memberitahu semua orang yang ada di mansion.


    Bunyi tanda bahaya langsung terdengar di semua penjuru mansion Pandawa. Dan itu membuat semua para penghuni mansion terkejut.


" Apa yang terjadi!" Teriak Bisma dan Pandu bersamaan.


" Adji tidak tahu Kakek, tapi kalian sebaiknya mempersiapkan diri dengan adanya keadaan terburuk." Ucap Adji sambil berjalan ke arah pintu.


    Tanpa Adji sadari ada satu pelayan android sedang mel,ancarkan pukulannya ke arah Adji.


" Awas Tuan Muda!" Teriak Sam sambil menendang Androad Pelayan itu. 


     Android Pelayan yang ditedang oleh Sam itu terpental hingga ke dinding. Kemudian Android Pelayan itu bangkit lagi dan menyerang Adji kembali. Kali ini Adji menahan badan Android Pelayan itu kemudian menghancurkan alat kendali di bagian tengkuknya. Dan Android Pelayan itu mati tak bergerak lagi.


" Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" Tanya Adji kepada Sam yang berlari di depannya. Adji dan Sam berlari keruang bawah tanah, tempat pengendalian semua Android miliknya.


" Saya juga tidak tahu! Kenapa para Android ini tiba-tiba menyerang kita!" Jawab Sam sambil sesekali menembakan pistol kearah para Android yang berusaha menyerangnya itu.


    Semua Android yang ada di mansion melakukan pemberontakan. Baik jenis Android tipe Pelayan, Android tipe Bodyguard, dan Android tim Pekerja Pembantu. Termasuk para pekerja pembantu milik Abimanyu.

__ADS_1


    Adji dan Sam dihadang kembali oleh para Android. Kali ini Android tipe Bodyguard yang menjadi lawan mereka. Tipe Android ini sangat merepotkan, karena dirancang oleh Adji dengan memiliki kemampuan berbagai jenis beladiri. Ditambah alat sistem pengendalinya berada di punggungnya. Jadi sulit untuk menghancurkannya.


    Suasana Mansion sangat ramai dengan suara tembakan. Semua orang sedang berusaha bertahan dari serangan-serangan para Android. Adji yang sedang berlari ke ruang bawah tanah, sambil mencoba menghubungi Alice. Karena tadi Alice sedang membuat makanan di dapur.


    Alice yang sedang asik membuat makanan untuk makan siang keluarga Pandawa. Tiba-tiba dikejutkan oleh Android Pelayan yang melayangkan pisau ke arahnya. Untung saja Alice bisa menghindar di waktu yang tepat. Alice yang terkejut langsung menunduk refleks. Dia juga membalas Android Pelayan itu dengan melempar ulekan batu yang tadi dipakai untuk membuat bumbu rujak. Lemparannya itu tepat mengenai leher Android Pelayan itu. Karena Alice menggunakan kekuatannya leher Android Pelayan itu sampai putus. Alice dan dua koki di dapur diserang oleh dua belas Android tipe Pelayan.


" Ada apa ini? Kenapa para Android Pelayan menyerang kita!" Kata Alice sambil melemparkan barang-barang yang bisa dijadikan sebagai senjatanya untuk melawan para Android Pelayan itu. 


" Kami juga tidak tahu Nyonya." Jawab kedua koki itu hampir bersamaan, di sela-sela serangan mereka.


" Aku harus bertemu dengan Adji!" Alice berusaha keluar dari dapur dan mencari keberadaan suaminya.


*****


Karya baruku sudah terbit. Mampir dan ramaikan ya. Minta dukungannya dari kalian.


Kasih jempol ya. Dan masukan ke dalam daftar favorit kalian.


judulnya : 3 DEKADE YANG DISEMPURNAKAN


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA MUMPUNG HARI SENIN.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK YA.


BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2