Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 87


__ADS_3

     Adji, Sam, dan beberapa laki-laki yang telah menyandang status suami, kini sedang bersiap-siap untuk belajar cara mengurus bayi.


"Baiklah apa semuanya sudah mendapatkan bayi kalian?" tanya Mulan kepada semua murid di kelas " Menjadi Orang tua yang baik". Mereka diberi boneka berbentuk bayi yang sangat mirip dengan bayi asli. Agar memudahkan mereka nantinya.


     Semua orang di sana belajar secara berpasang-pasangan, kecuali Sam. Dia hanya seorang diri, karena belum menikah. Ketika kelas akan di mulai terdengar ketukan di pintu.


"Maaf, saya datang terlambat," seorang wanita cantik yang masih belia, masuk ke dalam kelas.


"Tidak apa-apa Elsa. Kelasnya juga baru akan dimulai," jawab Mulan dengan lembut penuh rasa keibu-ibuan.


     Wanita yang dipanggil Elsa tadi, kini berdiri di dekat Sam. Dia hendak mengambil tempatnya, dan berdiri di samping Sam.


"Elsa, hari ini kamu berpasangan dengan Tuan Sam saja!" perintah Mulan kepada Elsa, ketika dia akan mengambil tempat perlengkapan mandi untuk bayi.


    Baik Elsa maupun Sam saling pandang, keduanya kini tersipu malu. Mau tidak mau, kini mereka berdua menjadi pasangan. Keduanya terlihat sangat canggung.


"Hari ini kita akan belajar cara memandikan bayi. Pertama-tama air yang digunakan untuk bayi, suhunya suam-suam kuku. Tidak boleh terlalu panas atau air dingin, karena kulit bayi itu masih sensitif," Mulan memulai kelas mengajarnya.


    Semua pasangan di sana, menuangkan air ke bak mandi bayi. Serta mengatur suhu airnya, dengan mengira-ngira menggunakan jari tangannya. Adji begitu semangat, dia menuangkan air panasnya ke bak mandi bayi, terlalu banyak menurut Alice. Namun Adji bilang, kalau bayinya nanti terlahir di saat musim dingin, jadinya airnya harus terasa panasnya. Akibat ke keras kepalaan Adji, mereka berdua malah jadinya sering berdebat.


     Berbeda dengan Adji dan Alice. Sam dan Elsa begitu kompak dalam mengatur suhu airnya. Tangan Sam yang tidak sengaja bersentuhan dengan Elsa. Membuat dia deg-degan dan gugup setengah mati. Keduanya kini saling pandang mengunci satu sama lainnya. Sam tidak tahu kalau saat ini jantung Elsa sedang berdetak begitu cepat.


"Apa semuanya sudah selesai dengan air untuk mandi bayinya?!" tanya Mulan, kepada semua peserta yang hadir di ruangan itu.


"Sudah!" jawab mereka semua kompak.


"Baiklah sekarang kita belajar cara memandikan bayinya," lanjut Mulan.


    Adji yang semangat dalam belajar agar bisa memandikan bayinya nanti sendiri olehnya. Langsung memasukan boneka bayi itu ke dalam bak mandinya, tanpa mendengarkan instruksi dari Mulan. Adji langsung memasukkan bayi itu begitu saja, sehingga bayinya tenggelam di dalam bak mandi itu.


"Alice, bayi kita tenggelam!" seru Adji panik.


"Suamiku, bayinya jangan di lepas!" kata Alice sambil mengangkat boneka bayinya.


"Jadi harus bagaimana? Bukannya Rama kalau mandi duduk bersandar?" tanya Adji tidak mengerti.

__ADS_1


"Suamiku jangan samakan seorang bayi baru lahir dengan anak yang sudah agak besar?!" jawab Alice dengan gemas.


"Begini cara memandikan bayi. Tahan kepala bayi oleh sebelah tanganmu. Lalu tangan sebelahnya lagi membasuhkan airnya keseluruh tubuh bayi. Begini nih caranya …," Alice mempraktekkan langsung apa yang dulu dia sering lakukan saat mengurus si kembar Rama dan Shinta.


"Oh, baiklah. Aku mengerti!" jawab Adji, kemudian dia mengambil alih si bayinya di tangan Alice. Kini Adji sudah bisa melakukannya dengan baik.


"Lalu bagaimana, cara aku mengkeramasi bayi ini?" tanya Adji sambil melihat ke arah Alice.


"Seperti ini ... " Alice mempraktekkannya secara langsung, setelah itu giliran Adji yang mencobanya.


    Adji sudah bisa dan tahu cara menyabuni tubuh bayi, dan mengkeramasi rambutnya. Adji bisa belajar dengan cepat karena Alice mempraktekkannya secara langsung sambil menerangkannya secara detail, sehingga dia dengan mudah bisa memahaminya.


"Lihat seperti ini kan?" tanya Adji yang baru saja menyelesaikan memandikan bayinya.


"Iya, kamu hebat suamiku!" puji Alice kepada Adji sambil memberikan jempol untuknya, dan itu membuat Adji senang bukan kepalang.


"Tentu saja, aku kan suami yang hebat dan bisa melakukan apa saja," Adji mulai kambuh lagi penyakit sombongnya. Alice hanya bisa meringis mendengar kata-kata dari Adji.


"Apa semuanya sudah bisa memahaminya dengan baik!" tanya Mulan lagi.


"Baiklah, kita lanjutkan ke tahap berikutnya. Yaitu mendandani bayi. Baik memakaikan baju, aksesoris, atau perawatan tubuh pada bayi." Mulan berjalan memeriksa barang-barang yang akan digunakan oleh mereka.


"Pertama badan bayi di kasih sama minyak telon bayi, lalu di balurkan di dada, perut dan punggung bayi. Balurkan sampai rata, ini gunanya untuk menghangatkan tubuh bayi. Setelah itu kalian bisa memberikan handbody pada tangan dan kaki bayi. Kalian juga bisa menaburkan bedak di tubuh bayinya." kata Mulan .


Kini bayi Adji sudah selesai di mandikan dan di dandani. Lalu dia pilih baju yang paling bagus menurutnya, yaitu kostum hewan yang berbentuk singa. Lagi-lagi Alice tidak setuju dengan pilihan Adji. Alice ingin bayinya di pakaikan baju normal bayi pada umumnya.


Sering terjadi perdebatan antara Adji dan Alice, karena hal-hal sepele. Sedangkan Sam, dia merasa cocok dengan Elsa. Wanita yang baru ditemuinya itu. Ternyata mereka berdua selalu punya pemikiran yang sama, jadinya tidak pernah terjadi perdebatan.


*****


*****


     Setelah selesai mengikuti kelas belajar "Menjadi orang tua yang baik,". Adji dan Alice pergi makan siang bersama. Mereka berdua telah melupakan keberadaan Sam yang kini tidak ada di samping mereka.


"Suamiku, apa kita melupakan sesuatu?" tanya Alice kepada Adji yang sedang duduk di depannya.

__ADS_1


"Aku rasa tidak," jawab Adji dengan santai.


"Entah mengapa aku merasa ada yang hilang?" Alice masih berusaha mengingat sesuatu itu.


"Tas? Dompet? Handphone? atau yang lainnya mungkin?!" tanya Adji coba-coba mengingatkan Alice.


"Bukan! Bukan yang seperti itu," jawab Alice.


"Sudahlah nanti juga, kamu bakal ingat," kata Adji dan meneruskan makan siangnya.


     Sementara Sam kini sedang berjalan berdua bersama Elsa. Mereka mencari tempat yang enak buat makan siang.


"Aku suka makan siang di sini. Harganya murah dan rasanya enak!" kata Elsa sambil menunjukan tempat makan berukuran kecil tapi banyak pengunjung.


"Apa keburu buat makan siang? sedangkan yang antri begitu banyak?!" tanya Sam sambil melihat antrian yang panjang.


"Kalau begitu kita makan mie saja di apartemen ku?!" ajak Elsa kepada Sam.


"Jangan! Aku tidak enak pada suami kamu, nantinya." Sam mencoba masuk ke dalam restoran itu, tapi penuh banget.


"Aku tidak punya suami. Jadi kamu nggak perlu khawatir!" kata Elsa dan sukses membuat Sam terkejut.


"Maksud kamu?" tanya Sam dengan rasa penasaran.


"Aku hamil, karena di perkosa sama atasan ku yang sedang mabuk saat itu," jawab Elsa dengan lirih.


"Maaf," kata Sam.


*****


JANGAN LUPA KLIK, LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


    


__ADS_2