Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 66


__ADS_3

    Adji dan Sam masuk ke ruang rahasia lewat pintu rahasia di ruang perpustakaan. Mereka berdua membawa pistol yang disembunyikan di balik punggung mereka. Tak lupa lampu senter yang mereka pegang, sebenarnya jam tangan mereka juga bisa beralih fungsi menjadi senter.


    Dengan langkah yang tergesah-gesah bahkan langkah mereka cenderung berlari di lorong gelap itu. Adji menuju tempat yang dirasa mudah mendapatkan sinyal, karena kebanyakan lorong disana itu ruang ke bawah tanah. Bahkan Rama dan Shinta, nggak mau memasuki lorong yang menuju makin ke bawah. Selain udaranya lembab dan pengap, sinyal pun tidak ada.


"Tuan Muda kita, lewat jalur mana?" tanya Sam saat melihat ada tiga jalur lorong yang bisa dinaiki.


"Jalur yang ini!" Adji mengarahkan cahaya dari senternya ke lorong yang akan dinaiki.


    Adji menuju ke sebuah lorong yang memiliki anak tangga yang naik ke atas bangunan. Ada tiga lorong yang memiliki akses anak tangga yang naik ke lantai atas. Ketiga lorong itu dapat memasuki ketiga tempat ruangan yang ada di lantai tiga di mansion Pandawa. Walau mansion Pandawa memiliki bangunan berlantai tiga tapi tiap lantai tingginya hampir sepuluh meter. Karena banyak ruang rahasia di dalam lorong-lorong itu. Bahkan Rama dan Shinta tidak bisa menemukannya. Karena Rama hanya mengikuti jalan di lorong tanpa tahu kalau di antara dinding di lorong itu ada ruang-ruang rahasia lagi. Ruangan itu pada zaman dahulu sering dipakai untuk bersembunyi oleh para keluarga bangsawan atau keluarga raja.


    Adji memilih lorong paling kanan, karena disana dia akan masuk ke dalam kamar penyimpanan harta kekayaan para leluhurnya. Adji menemukan ruang ini tiga hari yang lalu, saat penasaran dengan kamar yang dibilang oleh Rama. Namun Adji salah memilih lorong, bukan kamar yang memiliki lukisan raksasa, tapi dia malah masuk ke dalam kamar yang memiliki banyak perhiasan, benda-benda peninggalan zaman para leluhurnya, dan koin-koin emas yang sangat banyak dan emas batangan yang disimpan di dalam peti. Saat Adji berada disana, telepon genggamnya berdering. Itu menandakan kalau di dalam ruangan itu sinyal bisa ditangkap dengan baik.


    Saat Adji dan Sam sudah sampai di pintu lorong rahasia itu. Adji dan Sam sudah bersiap-siap bila ada Si Penjahat sedang berada disana.


"Wah,Tuan Muda. Sudah lama kita tidak bertemu ya?" Seorang pria berusia paruh baya sedang duduk di sebuah meja yang diatasnya ada tiga buah laptop yang masih menyala.


"Ya, sudah lama kita tidak bertemu Paman Guntur Bumi. Sudah berapa tahun, ya?" tanya Adji dengan senyumnya yang merendahkan. Dulu Adji begitu merasa kehilangan para bodyguard yang selalu menemaninya, tapi kini dia merasa kecewa karena telah ditipu oleh mereka.


" Apa alasan Paman Guntur Bumi, melakukan hal ini?" tanya Adji dengan menatapnya dengan mata yang tajam.


" Untuk membalaskan dendam keluargaku, kepada keluarganya Krisna."


" Memangnya apa yang telah Kakek Buyut lakukan terhadap keluarga Paman?" tanya Adji sambil terus mengamati setiap pergerakan yang dilakukan oleh Guntur Bumi yang berada di hadapannya.

__ADS_1


" Kakekku punya dua orang anak, yaitu ayahku dan adik perempuannya yang bernama Aurora yang merupakan kekasih dari Batara adik dari Krisna."


   Adji tidak tahu tentang orang yang bernama Batara atau kisah hidupnya. Karena tidak ada seorangpun yang pernah memberitahukannya.


"Batara yang sudah tergila-gila dengan bibiku, Aurora. Dia menculiknya dan menyekapnya disini. Saat ayahku datang kesini untuk menyelamatkan adiknya, malah dibunuh oleh Krisna. Waktu itu ayahku tidak tahu kalau ibuku sedang mengandungku. Akibat perbuatan Krisna itu, kakekku kehilangan perusahaannya. Ibuku yang terpuruk karena dia hamil tanpa punya suami. Krisna lah penyebab kehancuran keluargaku!" dengan menggebu-gebu Guntur bercerita.


"Paman kira, aku akan percaya dengan ceritamu!" bantah Adji.


"Kenapa kamu tidak percaya? Apa kamu tahu kenapa lantai paling atas ini dilarang untuk dimasuki? Karena di lantai inilah semua tragedi itu terjadi."


   Guntur berjalan ke arah Adji dan Sam. Sehingga itu membuat Adji dan Sam makin waspada.


" Krisna untuk menutupi kejahatannya, melarang semua orang untuk memasuki ruang yang ada dilantai ini!" 


"Kalau ayahmu seumuran dengan Tuan Krisna atau Tuan Batara. Berarti umur kamu nggak beda jauh dengan Tuan Bisma dan Pandu?" tanya Sam.


"Iya memang benar benar usiaku sekarang berumur emanpuluh lima tahun."


"Apa!" teriak Adji dan Sam bersamaan, karena terkejut.


"Kalian tak akan percaya kan, tapi memang begitu kenyataannya. Aku menggunakan identitas putraku, yang meninggal setelah berhasil diterima bekerja disini."


    Guntur membuka dompetnya, dan mengeluarkan sebuah foto dari sana. Kemudian menunjukkannya kepada Adji dan Sam. Foto dua orang laki-laki yang memiliki wajah yang sangat mirip, mereka seperti kakak-adik.

__ADS_1


"Kalian jangan tertipu dengan ceritanya!" Dewa tiba diruang itu lewat lorong rahasia seperti yang dilalui oleh Adji dan Sam.


"Karena cerita sebenarnya adalah ayahmu telah membunuh Tuan Batara dan Aurora terlebih dahulu. Karena mendengar suara berisik Tuan Krisna mendatangi kamar adiknya yang ditinggali oleh kekasih adiknya saat itu. Ternyata Batara dan Aurora telah meninggal karena ditusuk. Tuan Batara meninggal karena jantungnya dan perutnya ditikam oleh pisau yang sudah dilumuri oleh racun, saat dia mau melindungi kekasihnya. Sedangkan Aurora meninggal karena menjadikan tubuhnya sebagai tameng saat kakaknya akan kembali menyerang Tuan Batara dengan menembakan pistol kearahnya. Peluru itu mengenai jantung Aurora. Akhirnya sepasang kekasih itu meninggal. Tuan Krisna yang melihat itu langsung mengarahkan pistolnya ke kepala ayahmu. Sudah aku beritahu dari dahulu kepadamu kalau keluargamu adalah dalang dari hancurnya keluargamu sendiri. Bukanya semua bukti sudah aku berikan kepadamu. Namun kamu tidak mau mengakui kejahatan keluargamu sendiri. Menjijikan! Sudah tahu kebenarannya, tapi kamu terus saja menyangkal. Malah memanfaatkan Angin yang tidak tahu apa-apa." Dewa memberitahu kejadian sebenarnya.


"Hahaha ... kamu memang pantas menjadi ketua pasukan khusus. Aku akui kehebatan kamu, baik dalam segala skill yang kamu miliki, dan dalam hal bersandiwara. Bahkan aku baru tahu kalau kamu adalah Dewa saat Tuan Muda kita bertanya siapa dirimu yang sebenarnya, tadi."


"Ah, ada satu lagi kemampuanmu yang patut di acungi jempol. Yaitu dalam menghapus ingatan seseorang, bahkan kamu bisa memanipulasi ingat seseorang. Dari mana kamu bisa mempelajari itu, ya?" Guntur Bumi tertawa terkekeh sambil menunjuk-nunjuk Dewa.


"Aku tidak mau memberitahumu!" tolak Dewa.


"Jadi apa Paman Dewa yang sudah menghapus ingatan Sam?" tanya Adji pada Dewa dengan tatapan tak percaya.


" Iya, aku menghapus ingatan Sam. Karena dia sudah mendengarkan pembicaraan aku dengan Tuan Sadewa saat membuat suatu rencana dulu," jawab Dewa.


Sam begitu terkejut dengan sebuah fakta tentang dirinya yang pernah dicuci otaknya, agar melupakan Dewa dalam ingatannya. Sehingga Sam tidak tahu siapa itu Dewa.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2