Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 54


__ADS_3

    Basudewa menceritakan kisah kelahiran dirinya dan Dewa, yang harus di operasi lewat cesar. Karena Neneknya tidak punya uang, mereka melakukan operasi itu di rumah sakit biasa. Seharusnya operasi itu dilakukan di rumah sakit besar yang komplit peralatan medisnya. Seandainya kondisi Bella dalam keadaan normal, mungkin saja dia bisa diselamatkan.


    Saat Pamannya meminta bantuan dengan datang ke perusahaan PANDAWA. Dia malah diusir oleh pihak keamanan, karena telah mengganggu ketertiban dan kenyamanan di lingkungan kerja.


    Akhirnya Pamannya itu kembali ke kota Ruby dengan tangan kosong. Dan saat sampai ke rumah sakit, ternyata Bella sudah meninggal. Pamannya pun bersumpah akan membunuh semua anak dan keturunan dari Bisma.


    Nenek dan Pamannya membesarkan Dewa dan Basudewa menjadi anak-anak yang hebat. Bahkan Pamannya pun bekerja keras agar menjadi orang yang sukses dan tidak dipandang remeh orang lain.


    Dewa dan Basudewa dididik menjadi anak yang kuat dan cerdas. Mereka berdua dididik oleh Pamannya, sebagaimana Bisma mendidik Nakula dan Sadewa.


   Sampai suatu hari, ada lamaran perekrutan untuk menjadi bodyguard di keluarga Pandawa. Itu dimanfaatkan dengan baik oleh Pamannya. Dia mengirim Basudewa untuk ikut melamar menjadi bodyguard di keluarga Hakim. Dengan maksud memudahkan rencana balas dendamnya. Awalnya Basudewa yang dikirim untuk ikut tes kelayakan. Tapi saat tes terakhir dia gagal. Tambah sakit hatinya Basudewa terhadap keluarga Pandawa. Maka kali ini Pamannya mengirimkan Dewa sebagai gantinya untuk membalaskan dendam mereka. Ternyata sesuai dengan harapan, akhirnya Dewa bisa diterima disana. Karena mereka kembar identik sama persis. Kadang Basudewa menyamar menjadi Dewa, dan berkeliaran di mansion Pandawa.


" Jadi karena itu Paman selalu berusaha membunuh Papa dan kedua sepupu kembarnya?" Tanya Rama.


" Ya, aku telah kehilangan semua anggota keluargaku. Jadi sudah sepantasnya kalian juga ikut merasakannya bagaimana kalau semua anggota keluarga kita, meninggal." Jawab Basudewa.


" Bagaimana kalau ternyata Paman salah sasaran?!" Tanya Rama kembali.


" Apa maksud kamu?!" Basudewa mencengkram tangan Rama dengan sangat kuat. 


" Bagaimana bila yang telah memperkosa Ibunya Paman itu, bukan Kakek Bisma?" Tanya Rama sambil menahan sakit di tangannya karena cengkraman dari Basudewa.


" Jelas-jelas wajah kami mirip dengan Bisma!"


" Apa Paman tahu kalau Kakek Bisma itu punya kembaran?" Tanya Rama kembali.


" Ya, semua orang tahu siapa kembaran dari Bisma. Orang berpengaruh di dunia kedokteran dan dunia kesehatan, Pandu." Jawab Basudewa.


" Kalau begitu bisa saja, ayah kalian adalah Kakek Pandu?" Kata Rama sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Basudewa.


" Nyatanya kita berdua mirip dengan Bisma, bukan Pandu." Kata Basudewa.

__ADS_1


" Apa Paman tidak tahu, kalau Kakek Pandu itu pernah melakukan operasi plastik! Karena wajahnya rusak parah saat mengalami kecelakan." Jelas Rama kepada Basudewa sambil menatapnya dengan intens ke bola matanya ingin tahu apa yang ada di dalam pikirannya.


" Apa maksudmu?" Tanya Basudewa dengan bola mata yang bergetar takut dengan apa yang terlintas dalam pikirannya barusan.


" Kakek Bisma dan Kakek Pandu itu kembar identik. Sama seperti Paman dengan Dewa. Kembar identik sehingga semua orang selalu salah mengenali kalian." Rama tersenyum tipis.


" Ya, ada kemungkinan kalau ayah kalian itu adalah Kakek Pandu!" Jawab Rama dengan menatap tajam mata Basudewa.


" Bohong!" Kalian pasti bohong!" Teriak Basudewa.


" Jelas-jelas, sebelum kematian Ibuku. Dia bilang kalau anak yang dikandungnya adalah milik laki-laki dari keluarga Pandawa!" Basudewa berteriak marah tidak terima.


" Kenapa tidak kalian buktikan saja?" Tantang Shinta kepada Basudewa.


" Baiklah, bila ternyata kalian berbohong. Maka aku tidak akan segan-segan membunuh kalian!" Basudewa berteriak penuh amarah.


" Terserah Paman saja. Karena bagi diriku Kakek Pandu juga adalah lelaki keluarga Pandawa." Rama menyunggingkan senyumnya kepada Basudewa.


" Kakek Bisma hanya memiliki satu wanita dalam hidupnya, yaitu Anabella. Cinta pertamanya dan cinta sejatinya Bisma Putra Pandawa." Rama menekan setiap kata-katanya.


" Bila Paman tidak percaya, ayo ikut dengan kami. Akan kami tunjukan wajah Kakek Pandu dan Kakek Bisma saat memiliki wajah yang sama."


Basudewa terdiam saat mendengar penjelasan dari Rama dan Shinta. Karena dulu mereka tidak pernah berpikir kalau orang yang telah memperkosa Bella adalah Pandu. Jujur sejak awal dia dan Pamannya tidak pernah berpikir kalau lelaki dari keluarga Pandawa itu adalah Pandu.


    Basudewa merasakan tubuhnya bergetar. Dia berpikir, apa yang telah dilakukannya selama ini. Kesalahpahaman Pamannya kepada Bisma. Kemudian diteruskan oleh dirinya, yang berusaha membuat Bisma menderita, dengan kehilangan orang-orang yang disayanginya. Berapa banyak orang yang telah mati ditangan mereka.


Basudewa menangis sampai semua tubuhnya bergetar. Dia merutuki dirinya sendiri karena kebodohannya. Seandainya dia mengikuti nasehat Neneknya untuk tidak balas dendam pasti tidak akan jadi seperti ini.


*******


    Sam yang sudah menerima lokasi keberadaan Si Kembar, akhirnya pergi menuju ke lokasi bersama beberapa bodyguard Android. Ternyata lokasinya lumayan jauh dari pusat kota. Hampir satu jam Sam baru bisa sampai ke lokasi tujuan.

__ADS_1


    Saat mereka tiba di sana, hanya ada rumah tua yang kosong tidak ada siapa-siapa. Sam dan para bodyguard Android itu berkeliling mencari keberadaan Si Kembar. Walau sudah dua kali mengitari dan memasuki tiap ruangan di rumah itu. Mereka tidak bisa menemukan Si Kembar.


" Tuan Rama! Nona Shinta!" Teriak Sam tiap kali dia memasuki ruangan di rumah itu. Sampai-sampai tenggorokannya terasa kering.


    Karena tidak menemukan keberadaan Si Kembar. Akhirnya Sam pun kembali menghubungi pihak Keamanan mansion.


" Cepat lacak kembali keberadaan Tuan Rama dan Nona Shinta. Karena di tempat ini mereka tidak bisa ditemukan." Kata Sam kepada Kepala Keamanan mansion.


" Tapi radar menemukan sinyal dari alat pelacak itu masih tetap ditempat yang sama seperti tadi." Balas ketua Tim Keamanan.


" Tapi disini tidak ada siapa-siapa!" Kata Sam mulai panik. Sam pun menutup panggilan teleponnya, dan kembali mencari keberadaan Rama dan Shinta.


" Cepat temukan alat pelacak milik Tuan Rama dan Nona Shinta!" Perintahnya kepada para Android yang ikut bersamanya.


    Hampir setengah jam, mereka mencari alat pelacak milik Rama dan Shinta. Ternyata jam kedua anak itu berada di bawah sofa.


" Kenapa alat pelacak ini bisa ada di bawah sofa?" Gumam Sam sambil berpikir.


" Apa mereka menyadari adanya alat pelacak dari jam tangan ini!" Sam berbicara seorang diri.


Kini Sam bingung, harus mencari kedua anak kembar itu kemana. Satu-satunya alat petunjuk keberadaan mereka, sekarang telah berada ditangannya.


" Apa aku harus memberitahu Tuan Muda?" Sam baru tahu kalau Adji masih berada di kota Ruby. Sepertinya para penculik itu tidak memberitahu Adji, mengenai penculikan anak-anaknya.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2