Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 59


__ADS_3

     Bisma memanggil Pandu ke mansion utama keluarga Pandawa. Untuk membicarakan masalah tentang kasus menghamili anak perempuan, yang bernama Bella. Ibu dari Dewa dan Basudewa. Kini mereka semua sudah duduk di ruang keluarga. Pandu duduk bersebelahan dengan Arjuna. Di hadapannya ada Adji dan Nakula. Sedangkan Bisma duduk di kursi kepala keluarga Pandawa. Semua yang ada disana duduk sambil terdiam. Sampai suara Bisma memecah kesunyian itu.


" Pandu apa benar kamu sudah menghamili seorang perempuan yang bernama Bella?" Tanya Bisma.


" Siapa Bella?" Tanya Pandu merasa tak pernah kenal dengan nama itu.


" Yakin kamu tidak tahu wanita bernama Bella?" Tanya Bisma lagi.


" Sungguh aku tidak tahu siapa Bella?!" Jawab Pandu.


" Apa kamu pernah berbuat suatu kesalahan saat kamu masih muda dulu, dengan tidur bersama seorang wanita yang kamu tidak kenal?" Bisma menatap tajam ke arah Pandu.


" Waktu aku masih muda, satu-satunya wanita yang aku cintai adalah Anabella. Buat apa aku meniduri wanita lain yang aku nggak cintai." Pandu bersikukuh bahwa dia tidak pernah tidur dengan seorang wanita selain istrinya.


" Aku minta coba kamu ingat-ingat lagi mungkin kamu tidak sadar. Karena mabuk atau dihipnotis, mungkin. Saat itu kamu tidur dengan seorang wanita." Kata Bisma nggak mau kalah.


" Apa Kakek Pandu tidak ingat pada gadis remaja yang sedang merayakan kelulusan bersama teman-temannya. Di sebuah cafe dekat klub malam terkenal. Bertepatan dengan hari menikahnya Kakek Bisma!" Kata Adji sedikit mengingatkan Pandu tentang klub malam.


    Pandu terdiam, mencoba menggali lagi memori di ingatannya yang sudah menua. Dia berusaha mengingat apa saja yang sudah dia dilakukan di hari itu.


     Pandu ingat saat hari pernikahannya Bisma, dia menghabiskan malam harinya di klub malam bersama temannya yang diundang ke pesta pernikahannya Bisma dan Anabella. Di sana dia minum anggur sangat banyak, sampai tak sadarkan diri. Saat dia sadar di sudah tidur di hotel Astina tempat resepsi pernikahan Bisma digelar. Pandu sendiri tidak ingat bagaimana dia bisa sampai ke hotel.


    Semua orang yang berada di sana diam mendengarkan cerita dari Pandu. Dia juga tidak ingat sudah melakukan hal seperti itu. Jika saja saat bangun, wanita itu masih ada dikamarnya mungkin dia juga akan bertanggung jawab. Apalagi selama ini tidak pernah ada seorang pun yang meminta pertanggung jawabannya. Jadi Pandu merasa kalau malam itu memang tidak terjadi apa-apa.


" Kalau begitu disini siapa yang salah?" Tanya Adji, karena sejak masih bayi sudah menjadi sasaran dari orang yang salah paham.


    Lagi-lagi tidak ada yang menjawab, semuanya terdiam. Mereka semua bingung harus menyalahkan siapa?.

__ADS_1


    Terdengar suara ketukan di pintu yang tertutup rapat itu. Kemudian kepala pelayan masuk dengan agak tergesa-gesa. Dengan wajahnya yang terlihat pucat.


" Maaf Tuan Besar ada tamu!" Kata Kepala Pelayan memberitahu ada seorang tamu tak terduga.


" Siapa? Kita sedang mengadakan pertemuan keluarga. Aku tidak ingin diganggu!" Kata Bisma.


" Tapi orang ini diundang oleh Tuan Muda Adji untuk datang kesini!" Kata Kepala Pelayan lagi.


     Mendengar namanya disebut, Adji langsung bereaksi. Karena dia tahu siapa tamu itu.


" Suruh dia masuk kesini sekarang!" Perintah Adji.


" Baik Tuan Muda!" Jawab Kepala Pelayan dan langsung undur diri.


    Tak lama kemudian seorang laki-laki paruh baya masuk ke ruangan keluarga Pandawa. Semua orang yang ada di sana sangat terkejut dengan kedatangan, seorang lelaki tua. Wajahnya begitu mirip dengan Bisma. Mereka semua ngira itu adalah Dewa. Orang yang sudah lama meninggal.


" Maaf saya terlambat." Sapanya saat masuk ke ruangan keluarga Pandawa.


" Maaf karena aku harus menyelesaikan suatu urusan terlebih dahulu." Balasnya dengan nada penuh penyesalan.


" Semuanya kenalkan, dia adalah Basudewa kembaranya dari Dewa." Adji mengenalkan orang yang kini berdiri di dekatnya.


" Kakek mungkin saja kalian dulu pernah beberapa kali bertemu dengan Paman Basudewa yang sering menyamar menjadi kembarannya, Paman Dewa. Agar bisa dapat masuk ke dalam mansion ini." Lanjut Adji.


    Sampai sini pun orang-orang disana masih tidak bergeming. Karena begitu terkejut dengan kedatangan yang tiba-tiba dari seorang Basudewa.


" Aku sengaja mengundangnya untuk memberitahu hal yang sebenarnya dari kejadian saat itu, yang membuat Paman Basudewa selama ini, selalu berusaha membalaskan dendamnya. Kepada keluarga Pandawa, terutama sama aku." Kata Adji.

__ADS_1


" Paman duduklah kita akan membicarakan kelanjutan masalah ini nanti." Lanjut Adji sambil mempersilahkan Basudewa duduk disana.


    Adji pun meminta kepada Pandu untuk menceritakan kembali kejadian disaat klub malam itu.


*****


    Basudewa mendengarkan cerita dari Pandu, kalau saat itu dia tidak ingat sama sekali dengan perbuatannya yang telah dilakukan olehnya. Pandu juga meminta maaf, untuk segala penderitaan yang telah dialami oleh semua anggota keluarga Bella. Pandu juga bersedia mengakui kalau Basudewa dan Dewa adalah anaknya. Basudewa pun menangis tersedu-sedu, mengakui kejahatannya dan kebodohannya.


" Maafkan aku, karena telah berbuat jahat kepada kalian. Aku sudah dibutakan oleh balas dendam jadi selalu melakukan segala cara agar bisa menghancurkan keluarga kita. Terutama kepada Paman Bisma, aku sengaja menyingkirkan orang-orang yang disayanginya. Dengan tujuan agar Paman bisa merasakan apa yang keluarga aku rasakan. Kehilangan semua orang yang disayangi."


" Aku adalah orang yang telah mendorong istri Paman Bisma, Bibi Anabella. Aku juga yang menyuruh orang untuk menyabotase pesawat pribadi milik kalian, agar Nakula dan istrinya meninggal karena mengalami kecelakaan. Begitu juga dengan Balaram dan Baladewa, itu semua adalah salahku!" Basudewa bersimpuh di hadapan Bisma dan mengakui semua kejahatannya.


      Seandainya saja dulu dia dan keluarganya datang ke mansion dan bukan ke perusahaan. Maka mereka bisa duduk berkumpul membicarakan masalahnya dengan baik. Tapi nasi sudah jadi bubur, segala perbuatan Basudewa yang mencelakai keluarga Pandawa harus mendapatkan hukuman. 


" Sepertinya semua kesalahpahaman ini sudah selesai?" Arjuna yang sejak tadi diam saja kini membuka suaranya. Jujur saja hati Arjuna kini sungguh sangat kesal melihat tingkah Basudewa. Dia ingin sekali menghajar orang yang sedang terduduk bersimpuh di lantai itu. Arjuna berpikir Baladewa itu tidak waras, baik hatinya dan jiwanya. Bahkan dengan mudahnya dia sudah mengambil nyawa orang lain yang tidak bersalah. Begitu juga dengan mudahnya dia minta maaf. Tanpa melihat efek perbuatan dia kepada orang lain.


" Tidak ini semua belum selesai!" Bantah Adji dengan melihat ke arah Arjuna.


" Masih ada yang harus kita dengarkan lagi dari satu orang lagi!" Kata Adji.


" Paman Sadewa, siapa anda sebenarnya?" Tanya Adji sambil menatap tajam ke arah Sadewa yang kini sedang duduk disampingnya.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.


TERIMA KASIH.


__ADS_2