Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
# BAB 47


__ADS_3

     Adji merasakan sakit dikepalanya yang amat sangat, ketika Abimanyu menceritakan kejadian yang telah diceritakan oleh ayahnya. Bagaikan gambaran film yang diperlihatkan di depan matanya, Adji mulai mengingat kejadian dimana hari itu orang yang selalu menjadi penjaganya meninggal.


    Kepala Adji berdenyut-denyut dan dia sudah tidak bisa menahannya lagi. Sambil memegang kepalanya Adji berteriak yang dapat memekakkan telinga orang yang ada di dekatnya.


" Aaaaaakh!" Adji berteriak sambil memegang kepalanya dan membungkukkan badannya menahan sakit.


" Papa!" Teriak Rama dan Shinta bersamaan saat mendengar teriakan Adji.


" Tuan Muda!" Abimanyu tidak kalah paniknya saat melihat Adji seperti itu.


    Mereka cepat-cepat membaringkan Adji di lantai. Kemudian Abimanyu menghubungi Sam, dan Arjuna. Sementara Rama dan Shinta berusaha melepaskan tangan Adji yang menjambak kuat rambutnya sendiri karena menahan sakit.


" Papa, kenapa?" Tanya Shinta kepada Abimanyu.


    Abimanyu yang ditanya seperti itu, bingung tidak tahu harus jawab apa. Karena dia sendiri juga tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Adji.


" Om Abi juga tidak tahu, kenapa Tuan jadi seperti ini." Jawab Abimanyu.


    Sekitar lima menit, Sam datang dengan nafas yang ngos-ngosan. Dia sedang berada diluar mansion karena sedang menjalankan tugas yang diberikan oleh Adji kepadanya. Dan saat mendapat telepon dari Abimanyu, Sam langsung berlari sekuat tenaga menuju ruang bawah tanah.


" Tuan Muda!" Teriaknya begitu dia membukakan pintu.


" Om Sam!" Teriak kedua anak Adji.


" Ada apa ini?" Tanya Sam sambil mengecek keadaan Adji.


" Tiba-tiba Tuan Muda seperti ini, begitu aku menceritakan kisah masa lalunya, saat di diculik." Jawab Abimanyu dengan rasa bersalah.


" Kita harus membawanya dulu keatas!" Sam menggendong tubuh Adji di punggungnya dan diikuti oleh Rama dan Shinta.


" Aku sudah menghubungi Tuan Arjuna!" Kata Abimanyu saat Sam sudah berada di dekat pintu.


" Bagus, sekarang lakukan saja tugasmu. Jangan sampai kita kecolongan, oleh musuh." Sam menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Abimanyu.


*****


    Arjuna langsung datang ke mansion begitu mendengar Adji kesakitan. Dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Karena mansion keluarganya lumayan jauh dari mansion utama keluarga Pandawa.


" Bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya Arjuna sambil memeriksa keadaan Adji.


" Papa berteriak kesakitan saat Om Abi menceritakan kejadian dahulu, waktu ayah diculik saat masih kecil." Kata Shinta dengan derai air mata.


    Alice yang sejak tadi berada disamping suaminya, memberikan respon.

__ADS_1


" Cerita penculikan Adji? Memangnya ada apa saat kejadian itu. Sampai Adji merasakan kesakitan seperti ini?" Tanya Alice sambil melihat ke arah Sam dan Arjuna.


    Sementara yang dipandang tidak tahu harus jawab apa. Karena mereka berdua juga tidak tahu ada kejadian seperti itu. Mereka berdua hanya saling pandang dan menggelengkan kepalanya.


" Uuuuh!" Terdengar suara Adji merintih.


" Suamiku!" Panggil Alice.


" Tuan Muda!" Sam refleks memanggil Adji begitu terdengar suara lenguhannya.


" Papa!" Rama dan Shinta memanggil Adji.


Mereka melakukannya disaat bersamaan.


" Adji, sadarlah. Kamu bisa dengar suara aku!" Kata Arjuna yang berada disamping kiri Adji.


    Perlahan Adji pun dapat membuka matanya. Dan dia dapat melihat orang-orang yang berada disekitarnya. Adji dapat merasakan genggaman tangan dari Alice, dan dia pun membalas genggaman itu, walau dengan tenaga yang tak seberapa. Dia hanya mencoba memberitahu pada istrinya kalau dia baik-baik saja.


" Adji istirahat dulu,ya. Jangan banyak memikirkan hal yang lain. Cukup pikirkan istrimu yang makin seksi saja setelah dia hamil anakmu." Kata Arjuna sambil tersenyum jahil.


    Mendengar itu, Alice menatap tajam kepada Arjuna. Berbeda dengan Adji yang menatap Arjuna dengan sorot mata yang membenarkan ucapan sepupunya itu.


" Aku sudah kasih obat yang dicampurkan kedalam cairan infusnya. Mudah-mudahan Adji cepat pulih kembali." Kata Arjuna.


" Adji baik-baik saja kan? Nggak akan sakit lagi kepalanya!" Tanya Alice masih tidak tenang.


*****


    Sakit yang diderita Adji disembunyikan dari para penghuni mansion. Sam sengaja tidak memberitahukan kepada Bisma ataupun Sadewa. Sebelum dia tahu apa penyebab Adji sampai seperti ini.


    Malam hari, Arjuna memeriksa kembali keadaan Adji. Dan semuanya sudah normal kembali. Mereka semua tidur di kamar Adji. Menggelar kasur lantai dan tidur berjajar. Hanya Alice yang tidur di sofa. Kenapa Alice tidak tidur di kasur bersama Adji? Karena Adji takut tidak bisa menahan gairahnya.


" Bagaimana keadaanya sekarang?" Tanya Sam begitu bangun dari tidurnya, karena merasakan ada pergerakan di sekitarnya.


" Dia sudah baikan, keadaannya juga sudah normal kembali." Jawab Arjuna dengan suaranya yang rendah karena takut membangunkan yang lainnya.


" Syukurlah!" Kata Sam kini merasa tenang.


" Memangnya pernah ada kejadian apa sampai dia seperti itu?" Tanya Arjuna.


" Tadi aku sempat menginterogasi Abi. Dan dia menceritakan semua yang dia tahu." Jawab Sam.


   Kemudian Sam pun menceritakan kejadian penculikan Adji sewaktu masih kecil. Dan menewaskan para bodyguard yang selalu ada mendampinginya.

__ADS_1


    Sebagai sepupunya pun, Arjuna baru tahu ada kejadian itu. Seharusnya dia sudah bisa mengingat kalau ada kejadian seperti itu. Karena usia dia dan Adji hanya terpaut tiga tahun.


" Apa kejadian yang menimpa Adji  itu sengaja di sembunyikan?" Tanya Arjuna penasaran.


" Mungkin saja, aku tidak tahu. Aku mohon jangan ceritakan dulu kejadian ini kepada siapapun!" Pinta Sam kepada Arjuna.


" Ya tentu. Karena aku kemarin mendengar dari Adji ada kisah yang banyak di sembunyikan di keluarga ini."


" Aku yang termasuk keluarga Pandawa juga ternyata tidak tahu apa-apa." Arjuna mengangkat kedua bahunya.


" Ya terlalu banyak misteri disini. Dan Tuan Muda sedang menyelidikinya." Kata Sam.


*****


     Pagi-pagi sekali Alice bangun dan melihat keadaan Adji. Mukanya kini sudah dalam keadaan normal, tidak seperti kemarin sangat pucat pasi. Dilihatnya Sam dan Si Kembar sedang tidur meringkuk di bawah. Sedangkan Arjuna sedang berada di balkon sambil memainkan laptopnya dengan ditemani segelas kopi.


    Alice yang penasaran pun, datang menghampirinya. Dan melihat dia sedang melakukan apa, sampai-sampai tidak menyadari ada orang yang berdiri di sampingnya.


" Apa yang sedang anda lakukan" tanya Alice kepada Arjuna.


    Arjuna yang terkejut saat mendengar suara Alice yang tiba-tiba hanya bisa menjerit tertahan.


" Aaaahk!" Arjuna berteriak sambil melihat ke arah Alice.


" Kamu itu mengagetkan ku saja!" Arjuna malah bersungut-sungut karena kopi yang baru dipegangnya tumpah membasahi celana pendeknya.


" Hehe siapa suruh kagetnya seperti itu?" Kata Alice sambil tertawa pelan.


" Oh berarti kamu sengaja ingin mengagetkan aku, ya!" Balas Arjuna.


" Tidak juga, aku hanya ingin tahu kamu sedang apa duduk di balkon sendirian." Jujur Alice.


" Aku sedang mencari informasi tentang kejadian yang menimpa Adji dahulu. Tetapi aku tidak bisa menemukannya." Ucap Arjuna sambil memangku kembali laptopnya.


" Itu karena kejadiannya sengaja disembunyikan!" Kata seseorang yang membuat kedua orang itu sangat terkejut.


*****


Catatan : Aku sedang membuat karya baru, jadi Mamaku wanita super & Papaku super genius UP nya 1X sehari.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV HADIAH DAN VOTE NYA MUMPUNG HARI SENIN NIH.

__ADS_1


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL, BUNGA ATAU KOPI YA.


TERIMA KASIH.


__ADS_2