Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 85


__ADS_3

Satu bulan kemudian …


      Ternyata perbaikan mansion lebih cepat selesainya. Hari ini keluarga Adji kembali lagi ke mansion Pandawa. Rama dan Shinta sudah tidak sabar ingin melihat kamar kaca yang dibuat khusus untuk Hanoman yang berada di ruang dekat paviliun. 


         Kamar yang terbuat dari kaca itu dirancang untuk Hanoman itu seperti hutan di tengah kota ada beberapa jenis pohon buah-buahan yang tumbuh di sana. Tidak ketinggalan pohon pisangnya ada beberapa jenis yang sengaja didatangkan dari luar negeri.


         Hanoman sangat senang mendapatkan kamar yang terbuat dari kaca sekelilingnya itu. Agar bisa mendapatkan pencahayaan dari matahari secara maksimal. Ada rumah di atas pohon. Atau rumah dari kayu yang sengaja disimpan di lantai. Seperti biasa  Hanoman sering bermain melompat-lompat. Apalagi kini di kamarnya ada banyak pohon dan jenis mainan yang bisa dia mainkan.


"Hanoman tangkap ini!" Rama melempar piringan ke arah Shinta. Belum juga Hanoman sampai menggapai piringan yang dilempar, piring itu sudah sampai duluan ke tangan Shinta.


"Hahaha … kamu kurang cepat, Hanoman! Tangkap ini!" kini Shinta melemparkan piringan itu ke arah Rama. Kemudian Hanoman mengejarnya lagi ke arah Rama. Begitulah Rama, Shinta, dan Hanoman bermain-main.


*****


Beberapa bulan kemudian …


      Kini usia kandungan Alice telah berusia delapan bulan. Adji yang semangat membuat kamar bayi untuk kedua calon anaknya itu dengan sangat baik. Kamar tidur untuk bayinya dibuat berukuran sangat luas dan terang agar kamarnya tidak pengap. Kasur bayi yang berjumlah dua buah itu, sengaja dibuat oleh Adji. Dengan rancangan yang dibuat menggunakan bahan-bahan khusus.


"Pah, ini kasur bayi apa kelebihannya dibandingkan dengan kasur milik kita?" tanya Rama sambil memperhatikan bentuk kasur yang akan digunakan oleh calon adiknya 


"Lihat ini ada tombolnya tiga warna," tunjuk Adji pada pinggiran kasur bayi nya.


"Itu untuk apa Pah, tombolnya ada tiga?" tanya Shinta penasaran sambil memperhatikan Adji yang mulai memutar tombol warna hijau ke ukuran S.


       Terlihat kasur bayinya bergerak sangat pelan, seperti di ayun-ayun agar cepat tidur. Kemudian diputarnya lagi ke ukuran M, kasur bayi itu bergerak agak lebih kuat terasa ayunanya. 


"Kali ini terasa ada ayunan dari kasur bayinya!" pekik Shinta sangat senang.


"Mana … mana, aku juga mau coba!" Kali ini Rama yang penasaran.

__ADS_1


"Iya, tersa ada diayun. Berarti kalau diputar lagi ke ukuran L dan XL ayunannya akan makin kencang?" tanya Rama sambil melihat ke arah Adji.


"Iya, itu tombol untuk mengayunkan tempat tidurnya saat adik bayi ingin ditidurkan," jawab Adji lagi.


"Lalu tombol ini untuk apa?" tanya Rama sambil menunjuk tombol berwarna merah.


"Coba kamu tekan saja!" perintah Adji kepada Rama.


     Rama pun mencoba menekan tombol merah itu. Kemudiaan kasur bayinya menutup sisi atas ke bawah, ada kulambu yang menutupi kasur itu.


"Wah bagus, ya. Biar tidak ada serangga atau hewan yang mengganggu!" kata Shinta antusias lagi.


"Memangnya di mansion ini ada nyamuknya apa?!" tanya Rama dengan nada mencemooh ke arah Shinta.


"Ini untuk jaga-jaga saja, karena sebentar lagi masuk ke musim penghujan," jelas Adji menengahi perdebatan kedua anaknya itu.


"Lalu tombol yang satunya lagi untuk apa?" tanya Shinta penasaran.


"Sudah, jika nanti saat ada mainannya. Kamu bisa mencobanya," kata Adji saat melihat wajah Shinta yang tiba-tiba kecewa.


"Iya, beneran. Sudah sana kalian pergi lagi main di luar, kasihan si Hanoman," suruh Adji kepada kedua anaknya itu.


*****


     Alice ingin membeli perlengkapan bayinya, belanja sendiri. Tidak mau menyuruh orang lain. Jadinya Adji ikut bersama Alice pergi belanja ke toko perlengkapan bayi, yang ada di mall tengah kota. Mall itu juga merupakan milik Adji, hasil mengakuisisi perusahaan yang bangkrut. Dengan mengeluarkan dana yang sangat besar, akhirnya Mall itu dapat maju lagi. Bahkan kini merupakan Mall paling banyak di kunjungi oleh pembeli.


    Alice sedang memilih baju bayi untuk bayi laki-laki karena hasil USG menyatakan dia hamil anak kembar berjenis kelamin laki-laki. Itu sambut antusias oleh Adji dan seluruh anggota keluarga Pandawa. Mereka pun selalu memperhatikan segala kebutuhan Alice dan si kembar calon pewaris keluarga Pandawa itu.


"Istriku lihat ini lucu sekali, kayaknya akan bagus kalau mereka yang memakainya," Adji menunjukan baju bayi model hewan-hewan yang sering dijadikan kostum buat di foto.

__ADS_1


"Itu hanya bisa dipakai untuk kostum foto saja," jawab Alice melihat sekilas ke arah Adji, kemudian melanjutkan memilih baju bayinya.


    Adji yang sangat suka dengan baju-baju model seperti itu, langsung saja memasukan beberapa model baju hewan yang lainnya ke dalam barang belanjaan milik Alice. Tentu saja Alice tidak mengetahui kalau Adji memasukan banyak baju bayi pilihannya.


    Kedatangan Adji ke toko baju bayi menjadi sorotan banyak pengunjung. Kalau dulu saat Adji ingin belanja di Mall, maka semuanya akan tutup selama Adji belanja di sana. Namun kini, tidak dilakukan lagi, karena musuhnya yang selama ini mengincarnya sudah tidak ada. 


      Sam pun kini di beri tugas lainnya yang akan menjadikan dia kepala pelayan di mansion Pandawa. Sam nantinya punya hak untuk tinggal bersama keluarganya di mansion Pandawa, dan punya kewenangan dalam segala hal yang berhubungan dengan keluarga Pandawa.


"Tuan Muda Adji, apa anda sedang mengantar Nyonya belanja untuk keperluan bayi anda nanti?" tanya kepala direktur Mall itu saat menemui Adji sedang berdiri memperhatikan Alice yang dengan cekatan memilih segala perlengkapan bayinya. Semua barang yang di beli oleh Alice jumlahnya dua atau sepasang, karena bayi yang dikandungnya kini kembar lagi.


"Iya, saya sedang menunggu istri saya sedang belanja kebutuhan bayi kita," jawab Adji hanya sekilas melihat orang yang baru saja datang menghampirinya. Adji lebih tertarik untuk melihat Alice yang masih saja gesit gerakannya meski perutnya yang besar itu terasa berat.


     Setelah Adji dan Alice lelah belanja kebutuhan untuk bayi mereka. Kini keduanya sedang berada di restoran di lantai tiga. Untuk menikmati makan siang bersama. Jangan ditanya mereka memilih menu apa saja? Karena pastinya mereka akan memesan makanan yang banyak sampai mejanya penuh oleh piring menu makanan.


"Istriku, makan yang banyak, ya. Kamu pasti lelah habis belanja seharian ini. Apalagi si kembar ini aktif terus," kata Adji sambil mengelus perut Alice yang sangat besar.


"Lihat suamiku! mereka aktif bergerak!" pekik Alice saat perutnya bergerak dengan cepat dan kuat seperti nggak teratur gerakkannya.


"Apa ini sakit?!" tanya Adji dengan wajah yang terlihat dengan jelas ke khawatirannya kepada Alice.


"Ya, agak linu," jawab Alice sambil mengelus-elus perutnya.


"Mereka sedang tidak mencoba untuk keluarkan?" tanya Adji dengan tatapan penuh kecemasan.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2