Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 36


__ADS_3

Rama dan Shinta kini, lebih hati - hati dalam bertindak. Adji dan Sam sudah mengingatkan kalau orang - orang di mansion itu bisa menjadi musuh dalam selimut.


" Rama aku benar - benar penasaran dengan lukisan yang ada di lantai paling atas itu!" Kata Shinta yang sedang membaca buku tentang kedokteran sambil tengkurap.


" Entah kenapa itu lukisan terus berkeliaran dalam otakku!" Kini Shinta merubah posisinya menjadi terlentang dan menatap langit-langit kamar Rama.


" Mereka itu siapa, ya?" Shinta mengetuk - ngetukan telunjuknya di pipinya yang chubby.


" Apa mereka yang membangun mansion ini?" Shinta masih saja bermonolog.


" Rama! Rama!" Panggil Shinta karena tidak ada respon sejak tadi dari saudaranya itu.


" Apa!" Balas Rama singkat.


" Kamu itu, kalau orang lain sedang bicara, harus di dengarkan!" Kata Shinta dengan nada kesalnya.


" Kamu juga sama, kalau mau ngajak ngomong orang itu, harus lihat dulu orangnya. Apa dia sedang sibuk, atau enggak!" Balas Rama nggak kalah sengitnya.


" Memangnya kamu sedang sibuk apa?" Tanya Shinta sambil mendekati saudara kembarannya itu.


" Aku sedang merangkai kejadian yang sudah terjadi pada keluarga Pandawa." Jelas Rama masih tetap fokus pada tulisan - tulisannya.


" Kamu dapat dokumen ini dari mana?" Tanya Shinta sambil ikut membuka - buka lembaran dokumen laporan kasus yang terjadi sepuluh tahun yang lalu.


" Dari Papa, dan Sam." Jawab Rama.


" Apa aku boleh ikut membaca dokumen ini?" Tanya Shinta yang matanya masih asik membaca kata demi kata yang berada di lembar laporan itu.


" Ya, dan itu akan sangat membantu. Kalau kamu mau menyumbangkan otak kamu untuk ikut berpikir." Jawab Rama dan melihat ke arah Shinta sekilas.


    Kini kedua bocah kembar itu sedang asik di dunianya masing - masing. Tenggelam dalam laporan yang sedang mereka baca. Dengan kapasitas IQ yang sangat tinggi dan dibarengi EQ yang baik. Membuat mereka berdua tidak kesulitan memahami kasus yang sudah terjadi di keluarga Pandawa.


    Sudah satu jam lebih Rama dan Shinta membaca dokumen - dokumen itu. Dan mereka menulis poin - poin yang menurut mereka itu penting.


" Rama dokumen yang sedang kamu baca itu, kejadian apa yang sudah terjadi?" Tanya Shinta sambil memanjangkan lehernya, agar bisa membaca hasil coretan milik Rama.


" Ini tentang kecelakaan yang menimpa Kakek dan Nenek!" Jawab Rama yang sedang mencoret tulisan - tulisan di kertasnya atas kasus kecelakaan yang terjadi pada kedua orang tua Adji.


" Oh. Bukannya mereka meninggal karena kecelakaan pesawat terbang!" Pekik Shinta. Dia tak menyangka kalau Rama berani menyelidiki tentang kematian Kakek dan Nenek.


" Iya, dan aku merasa kalau kecelakaan itu di sengaja." Kata Rama, kemudian dia menutupkan dokumennya.

__ADS_1


" Maksudnya ada yang ingin membunuh mereka?" Tanya Shinta terkejut dan dia tak percaya kalau Kakek dan Neneknya juga menjadi korban kejahatan.


" Iya, aku rasa begitu. Tapi buktinya belum cukup. Apalagi jaman dulu tidak setiap tempat ada CCTV-nya." Kata Rama.


" Kalau begitu, ada orang yang punya dendam pada keluarga Papa!" Kata Shinta.


" Ya, aku rasa begitu. Tapi kenapa orang itu sampai dendam pada keluarga Papa, ya?" Rama berpikir sambil mencoret - coret kertas yang ada di depannya.


" Apa keluarga Papa telah berbuat jahat kepada orang lain?" Rama bergumam.


" Sehingga mereka pun ingin menghancurkan keluarga Papa!" Rama benar - benar berpikir dengan sangat keras.


" Aaaakh… apa sich yang sebenarnya sudah terjadi disini!" Rama menguar rambutnya dengan kasar.


" Apa sebaiknya kita tanya pada Kakek Bisma?" Tanya Shinta ragu - ragu.


" Jangan! Kata Papa kita tidak boleh berbicara atau menceritakannya, pada siapapun!" Rama mengingatkan Shinta.


" Ya, habis kita bisa tahu kejadian yang sebenarnya dari siapa?" Shinta balik bertanya.


" Ya, kita selidiki diam - diam. Dan secara perlahan, tidak perlu terburu - buru." Jawab Rama.


Tok….


Tok….


Tok….


" Ada apa?" Tanya Rama.


" Tuan Besar memanggil anda dan nona Shinta, untuk datang ke ruang keluarga." Kata pelayan itu.


" Baiklah, kami akan kesana sekarang." Rama menjawab dengan sopan.


" Shinta ayo bereskan dokumen - dokumen ini. Kita harus segera menemui Kakek Bisma." Rama dengan cekatan membereskan barang - barang itu.


    Sinta pun menuruti keinginan saudara kembarnya itu. Karena Adji sudah mewanti - wanti Shinta agar jadi gadis penurut. Mereka membereskan semua dokumen itu, dan menyembunyikannya di dalam laci meja belajar milik Rama.


*****


Rama dan Shinta pun hampiri Kakek Bisma di ruang keluarga. Dilihatnya Bisma sedang memegang sesuatu di kedua tangannya.

__ADS_1


" Kakek ada apa, memanggil kami kemari?" Tanya Rama dan menduduki kursi sofa yang sama dengan Bisma.


" Ini Kakek punya sesuatu buat kalian." Bisma menyerahkan dua buah paper bag.


" Ini apa isinya, Kek?" Tanya Shinta sambil membuka paper bag itu. Dan melihat isinya.


     Paper bag milik Cantika adalah sepatu keluaran terbaru, yang bahkan belum di launching di toko - toko manapun. Begitu juga dengan Rama, dia sama mendapatkan sepatu untuknya dan tentu saja edisi terbatas.


" Terima kasih Kakek!" Ucap keduannya dan memeluk Bisma dengan erat.


" Kalian suka?" Tanya Bisma dengan mata yang berkaca - kaca.


" Tentu saja kami suka." Jawab kedua anak itu.


" Syukurlah. Sepatu itu dirancang khusus buat kalian yang aktif bergerak. Jadi kaki kalian tidak akan terluka." Bisma dengan bengga menceritakan kelebihan sepatu itu.


" Tapi sepatu dari Papa juga nggak kalah bagusnya. Bahkan di sepatu itu bisa mengeluarkan roda. Dan berubah fungsi menjadi sepatu roda." Jelas Shinta.


" Yang ini juga bisa diubah!" Kata Bisma sambil menarik sesuatu di bawah sepatu barunya.


" Nih lihatlah. Bisa diubah menjadi sepatu roda!" Kata Bisma sambil tersenyum. Dan kedua bocah kembar itu pun tersenyum malu.


     Akhirnya mereka semua menonton televisi di ruang keluarga. Saat mereka sedang berbincang sambil menonton televisi. Di televisi itu menceritakan tentang kehidupan dua anak bersaudara.


" Apa Kakek Bisma hanya punya satu saudara, yaitu Kakek Pandu?" Tanya Shinta.


" Iya, Kakek hanya punya satu saudara kandung yaitu Kakek Pandu. Kami juga terlahir sebagai anak kembar sama seperti kalian. Tapi kami memiliki banyak perbedaan." Jawab Bisma.


" Apa saja itu Kek, yang membuat kalian punya banyak perbedaan?" Tanya Rama.


" Ya seperti makan yang di sukai maupun yang tidak disukai. Mata pelajaran favorit di sekolah juga berbeda. Terus Kakek Pandu juga suka bermain berkeliaran di jalanan atau pergi berpetualang sendiri. Sedangkan Kakek lebih suka belajar di rumah." Jelas Bisma.


" Apa karena kalian bukan kembar identik ya, jadinya banyak hal yang berbeda." Tanya Rama.


" Tidak, kami berdua terlahir sebagai anak kembar identik!" Jawab Bisma.


" .... "


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.

__ADS_1


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK YA.


TERIMA KASIH.


__ADS_2