
Adji membaca buku harian milik Nakula. Lembaran per lembaran dibaca dengan penuh penghayatan seolah Nakula sedang bercerita kepadanya.
Berbeda dengan kedua anaknya yang menemukan ruang rahasia pertama kali di ruang perpustakaan. Nakula menemukan ruang rahasia pertama kali di kamar tidur miliknya. Dia menemukan ruang rahasia ketika tidak sengaja menekan tembok yang menyembul di bagian bawah Dinding. Dan dinding di dekatnya terbuka.
Nakula juga menceritakan berbagai pengalamannya saat memasuki lorong-lorong di ruang rahasia itu. Dia juga sering menjahili saudara kembarnya, Sadewa dengan diam-diam menyelinap masuk kedalam kamarnya.
Adji, mengerutkan keningnya saat membaca tanggal penulisan catatan itu dibuat, pada beberapa lembar kertas terakhir. Catatan itu ditulis setelah belasan tahun berlalu, dari tulisan cerita yang sebelumnya.
Catatan itu dibuat setelah Nakula menikah. Di buku hariannya itu ditulis kalau ada beberapa orang yang selalu mengawasinya diam-diam.
Bulan Agustus, tanggal 3, tahun xxxx
Aku senang bisa menikahi gadis yang aku cintai. Walau usia kami baru tujuh belas tahun. Kami berdua memutuskan untuk menikah.
Semenjak aku pergi bulan madu, aku melihat dua orang yang selalu ada kemanapun kami pergi. Awalnya aku tidak curiga, tapi saat istriku mengalami kram di perutnya. Aku membawa dia ke rumah sakit setempat. Ternyata kedua orang itupun ada di rumah sakit juga. Kecurigaan ku makin menjadi saat aku memutuskan mengakhiri liburan bulan madu kami. Saat di bandara ternyata dua orang itu juga ada. Dan menaiki pesawat yang sama dengan kami.
Bulan Agustus, tanggal 11, tahun xxxx
Aku melihat dua orang itu hampir setiap hari, berkeliaran di dekat ku. Walau kemanapun aku pergi kadang ada yang ikut menyertai. Tapi diikuti oleh orang tak dikenal sungguh menakutkan.
Akhirnya aku memutuskan untuk menceritakan kecurigaan ku itu kepada Sadewa. Dan ternyata Sadewa pun sama merasakan dirinya selalu diawasi oleh orang lain.
Bulan Agustus, tanggal 30, tahun xxxx
Aku dan Sadewa merasa ada yang aneh dengan Bodyguard yang bernama Dewa. Biasanya aku tidak begitu memperhatikan wajahnya. Tapi entah mengapa saat dia memotong rambutnya dengan model cepak.
Aku merasa dia mirip sekali dengan papa. Apalagi suara dia sama dengan Sadewa. Bahkan aku kadang tertipu olehnya, bila hanya mendengar suaranya saja, tanpa melihat rupanya.
Bulan September, tanggal 2, tahun xxxx
Aku melihat Mama menangis, di gazebo taman belakang. Aku mendatangi dan menanyakan kenapa Mama menangis. Mama bilang hanya kelilipan saja. Mama nggak mau menceritakan apa yang sudah terjadi padanya.
Bulan September, tanggal 10, tahun xxxx
Aku sudah berapa kali memergoki Mama menangis sendirian. Dan lagi-lagi nggak memberi tahu apa yang menyebabkan dia menangis. Akhirnya aku bertanya kepada papa, penyebab Mama menangis. Ternyata papa juga tidak tahu.
Bulan September, tanggal 11, tahun xxxx
__ADS_1
Aku mendengar teriakan Sadewa, dan kulihat mama tergeletak pingsan di lantai ruang keluarga.
Setelah di periksa oleh dokter, ternyata Mama sedang hamil lagi. Dan usia kandungannya memasuki empat bulan.
Kami semua senang dengan berita itu. Karena akan ada penghuni baru lagi di mansion.
Bulan Desember, tanggal 25, tahun xxxx
Aku terbangun dari tidurku setelah mendengar suara teriakan mama. Dan saat aku dan istriku berlari keluar kamar kulihat Sadewa sudah berlari menuruni anak tangga sambil memanggil mama yang sudah tergeletak di lantai bawah. Dan banyak darah yang keluar dari tubuhnya.
Bulan Desember, tanggal 26, tahun xxxx
Semua orang penghuni mansion bersedih, karena adik kami tidak bisa diselamatkan. Mama harus merelakan bayi yang baru berusia enam bulan itu dikeluarkan dari rahimnya, karena bayi itu sudah meninggal masih dalam perut.
Bulan Desember, tanggal 31, tahun xxxx
Hari ini merupakan hari paling buruk dalam hidupku. Mama mengalami pendarahan hebat, sehingga tidak bisa diselamatkan nyawanya. Papa sangat terpukul atas kematian mama. Begitu juga dengan Paman Pandu.
Bahkan Paman Pandu sampai menghajar Papa habis-habisan, melampiaskan kemarahannya. Entah apa yang sudah terjadi. Kami semua tidak ada yang tahu. Saat kami semua berusaha melerai, Papa melarangnya.
Bulan Desember, tanggal 24, tahun xxxx
Setelah satu tahun lamanya Papa tidak pernah kulihat dia tersenyum. Kini senyuman itu terlihat lagi menyambut kehadiran cucu pertamanya.
Aku berharap dengan kehadiran Adji, bisa membawa kebahagiaan di mansion ini.
Bulan Januari, tanggal 20, tahun xxxx
Ternyata ada yang berusaha membunuh Adji. Dan itu membuat kami meningkatkan keamanan dan pengawasan di mansion.
Bulan Februari, tanggal 14, tahun xxxx
Lagi-lagi ada yang berusaha membunuh Adji. Kali ini saat melakukan pemeriksaan di rumah sakit, untuk diberikan imunisasi. Ternyata susternya itu gadungan.
Bulan April, tanggal 13, tahun xxxx
Istri Sadewa melahirkan anak kembar. Dan kami meningkatkan penjagaan kami di rumah sakit milik Paman Pandu. Karena si kembar terlahir prematur, sehingga harus dirawat secara intensif.
__ADS_1
Kami lengah, dengan pengawasan ku terhadap Adji. Adji yang sudah mulai diberi makanan pendamping ASI, ternyata koki di rumah memasukan racun ke makan bayi yang dibuat khusus untuk Adji.
Bulan Mei, tanggal 13, tahun xxxx
Karena aku dan Sadewa masih mencurigai identitas sebenarnya dari Dewa. Sehingga meminta salah seorang teman yang jarang berinteraksi dengan kami untuk menyelidikinya.
Setelah hampir dua tahun, akhirnya dia memberikan laporannya, hasil dia menyelidiki keluarga Dewa sampai satu tahun lebih.
Aku baru tahu dia bahkan sampai rela menyamar menjadi pembantu di rumah pamannya Dewa.
Bulan Mei, tanggal 15, tahun xxxx
Aku dan Sadewa diam-diam melakukan tes DNA dengan menggunakan sikat gigi, dan rambut milik Dewa.
Bulan Mei, tanggal 22, tahun xxxx
Hasil tes DNA sudah keluar. Dan hasilnya sungguh sangat mengejutkan. Bagaimana mungkin kita memiliki hasil yang positif sebagai saudara.
Itu membuat aku marah sama Papa. Mungkin dulu Mama sudah menyadarinya.
Sadewa mencoba mengingatkan diriku, untuk menahan amarahku.
Mulai saat ini aku terus meningkatkan pengawasan ku, terhadap Sadewa. Tidak aku biarkan dia mendekati anak dan istriku.
Adji menutupkan buku harian milik Nakula. Ditarik nafasnya dalam-dalam, mencoba menghilangkan rasa sesak di dadanya. Dia tak menyangka kalau Kakeknya punya anak dari wanita lain.
Adji sungguh kecewa dengan Bisma. Yang dia tahu kalau Bisma sangat mencintai istrinya. Bahkan dia tidak menikah lagi setelah Anabella meninggal.
" Jadi Kakek punya anak diluar nikah dengan wanita lain? Sungguh menggelikan!" Gumam Adji.
" Wajar saja kalau dia benci padaku dan juga papa!" Lanjut Adji.
Kemudian Adji menyimpan buku harian itu, di dalam laci. Bersama dengan buku harian milik Baladewa.
******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.
__ADS_1
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
TERIMA KASIH.