Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 56


__ADS_3

    Rama dan Shinta mengajak Baladewa untuk ikut dengannya untuk membuktikan kalau Bisma dan Pandu itu dulunya kembar identik. Mereka masuk ke dalam gudang yang dulu mereka temukan saat menelusuri lorong rahasia.


" Mau apa kita sini?" Tanya Baladewa kepada kedua anaknya Adji.


" Kita cari bukti kalau Kakek Bisma dan Kakek Pandu itu dulunya kembar identik!" Kata Rama sambil memandang ke arah Baladewa. Agar Baladewa tahu kalau Bisma itu bukan Ayahnya. Rama memilih lebih percaya kepada cerita Bisma, karena saat itu dia tidak melihat kebohongan di mata Kakek Buyutnya itu.


" Apa gunanya sekarang mengetahui kalau mereka itu kembar identik?" Tanya Basudewa kepada Rama.


" Agar kita tahu siapa ayah kandung Paman!" Jawab Rama sambil berjalan ke arah pintu rahasia.


" Sudah jelas kalau dia itu adalah Bisma, karena Pandu baru mengenalkan dirinya kepada publik saat dia menikah." Kata Basudewa, karena informasi yang di dapatnya kalau putra kedua keluarga Pandawa itu tinggal di luar negeri dan kembali saat akan menikah.


" Iya, dan jarak pernikahan Kakek Bisma dan Kakek Pandu hanya terpaut enam bulan." Balas Rama sambil membalikkan badannya menghadap Basudewa.


    Basudewa sering dibuat terkejut oleh sikap Rama yang selalu menimpali pembicaraannya. Dia pikir kalau anak kecil itu tidak akan berani membantahnya.


     Sejak awal Rama sudah menunjukkan kalau dirinya itu bukan anak biasa. Setiap pembicaraannya dia selalu bisa mengimbangi lawan bicaranya. Dia juga bisa memahami apa maksud dari kata-kata orang yang diajaknya bicara. Dan kemampuan berpikirnya yang begitu cepat, membuat Basudewa kagum. Makanya sejak tadi Basudewa terus mengajaknya berbicara. Selain suka padanya, dia juga bisa mendapatkan banyak informasi darinya.


" Kamu sedang melakukan apa?" Tanya Basudewa kepada Rama yang akan membuka pintu rahasia.


" Akan aku tunjukan jalan kebenaran kepada Paman." Jawab Rama sambil menyunggingkan senyumannya.


    Kemudian dinding tembok bergerak dan tampaklah suatu jalan lorong disana. Basudewa tercengang melihat itu, kemudian menatap Rama meminta penjelasannya.


" Kan sudah aku bilang dari tadi kalau kita akan mencari bukti tentang Kakek Bisma dan Kakek Pandu. Agar Paman tidak salah paham lagi!" Ucap Rama.


" Ayo Paman!" Ajak Shinta kepada Basudewa. Karena Rama sudah masuk duluan.


" Jadi ini alasan kalian ingin dibelikan senter dulu sebelum kesini tadi?!" Kata Basudewa sambil mengikuti langkah kedua anak kecil di depannya.

__ADS_1


" Iya, karena jam tangan kita tadi sengaja disimpan dibawah sofa di rumah tua tadi. Agar keberadaan kita tidak cepat ditemukan oleh Tim Keamanan mansion." Balas Shinta sambil tersenyum basa-basi kepada Basudewa.


    Jalan lorong yang gelap dan panjang itu, malah membuat curiga Basudewa. Karena sangat penasaran dengan rencana kedua anaknya Adji itu. Basudewa pura-pura mengeluh sesak dada karena terlalu lama di tempat sempit dan gelap jadinya dia merasa pengap.


" Paman itu jangan seperti anak kecil yang selalu merengek." Kata Rama sambil mengarahkan sorot cahaya lampu senter ke muka Basudewa.


" Memangnya berapa lama lagi kita berada di dalam sini. Berjalan nggak ada ujungnya. Sejak tadi perasaan yang sampai-sampai." Basudewa juga mulai gusar.


" Karena tempat yang akan kita tempuh itu sangat tinggi dan jauh." Balas Shinta.


    Basudewa akhirnya pasrah mengikuti kedua anak itu. Saat masuk ke lorong tadi, mereka sudah menuruni tangga, terus jalan lurus yang panjang, kemudian menaiki anak tangga lagi. Terus jalan lagi kini menaiki anak tangga yang nggak ada habis-habisnya.


" Sepertinya kita telah sampai." Kata Shinta saat melihat Rama mulai mencari tombol untuk membuka pintu rahasia.


" Nah akhirnya kita sampai juga!" Kata Shinta saat pintu rahasia itu terbuka.


    Mereka bertiga memasuki sebuah ruangan di lantai paling atas mansion. Dimana ada lukisan keluarga yang terpajang seluas dinding disana.


" Maksud kamu…. Ini adalah….?" Basudewa tidak bisa melanjutkan kata-katanya saat Shinta juga memberikan sebuah foto berukuran sedang yang bergambar sama dengan lukisan raksasa yang ada di dinding kamar itu.


" Paman akan tahu siapa saja yang ada di dalam foto itu." Lanjut Rama sambil mengawasi reaksi dari Basudewa.


    Basudewa pun membalikkan foto itu dan ada tulisannya di sana.


Jasmin istriku, Bisma dan Pandu putra kebanggaanku. Krisna.


" Semua foto Kakek Bisma dan Kakek Pandu saat memiliki wajah yang sama semuanya sudah dimusnahkan. Tidak ada tersisa, kecuali itu. Karena tidak seorang pun diizinkan untuk masuk ke sini." Kata Rama.


" Walau Kakek Pandu sudah merubah wajahnya, tapi tetap saja nggak akan merubah gen di dalam dirinya." Lanjut Rama lagi. Sedangkan Basudewa hanya diam mendengarkan apa yang dikatakan oleh Rama.

__ADS_1


" Kita sudah mendengar kisah dari Kakek Bisma, tetapi aku belum mendengar kisah dari Kakek Pandu." Kali ini Shinta yang berbicara.


 " Kalau Paman mau tahu cerita yang sebenarnya. Ayo kita temui Kakek Pandu." Lanjut Shinta lagi.


    Basudewa diam tak bergerak, otaknya sudah kusut oleh pikirannya yang kemana-mana. Pertengkaran yang kerap kali terjadi pada mereka, karena Basudewa sering menyamar menjadi Dewa hanya untuk mencelakai keluarga Bisma, orang yang sangat dibencinya.


    Berbeda dengan Basudewa, Dewa selalu menyelidiki terlebih dahulu segala sesuatunya, sebelum bertindak. Dewa tidak mau membalaskan dendam kematian ibunya, sebelum ada bukti kuat kalau kematian ibunya karena Bisma.


" Paman balas dendam itu tidak baik. Kalau ada masalah lebih baik dibicarakan terlebih dahulu." Kata Shinta sambil memeluk Basudewa. Karena Shinta melihat mata Basudewa itu penuh kegelapan di dalam hatinya.


    Basudewa yang dipeluk oleh Shinta malah menangis tersedu-sedu. Tujuannya selama ini ingin membalaskan sakit hati keluarganya kepada Bisma. Tetapi yang dia temui kenyataannya sekarang kalau dia telah salah sasaran selama ini.


" Aku tahu Paman itu melakukan semua ini karena rasa sayang Paman untuk keluarga Paman. Tetapi karena ketidaktahuan kebenaran yang sebenarnya, telah membuat Paman menjadi gelap mata. Paman berusaha terus untuk menyakiti keluarga yang dianggap oleh Paman sebagai sumber bencana." Lanjut Shinta masih memeluk tubuh Basudewa yang bergetar karena menahan tangisannya agar tidak pecah.


" Berbeda dengan Paman Dewa, yang selalu melihat dari sudut pandang yang berbeda, dengan sudut pandang keluarga Paman." Kata Rama.


" Paman Dewa lebih dulu menyelidiki masalah yang terjadi pada keluarga kalian. Sebelum berpikir untuk membalaskan dendamnya."


" Apa Paman pikir kalau Paman Dewa tidak benci kepada keluarga Pandawa. Paman salah, dia juga sama sangat benci kepada keluarga Pandawa yang sudah membuat keluarga ibunya hancur. Tapi dia ingin salah mengambil tindakan." Rama menyerahkan sebuah buku kepada Basudewa.


" Ini adalah catatan hasil penyelidikan Paman Dewa selama dia masih hidup." Kata Rama saat Basudewa menerima sebuah buku yang sudah usang itu.


" Dari mana kamu mendapatkan ini?"


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.


TERIMA KASIH.


__ADS_2