Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 63


__ADS_3

    Rama dan Shinta yang sedang bersembunyi di ruang rahasia untuk mencuri dengar apa yang sedang para orang tua itu dibicarakan. Keduanya terkejut saat mendengar bunyi alarm tanda bahaya di mansion berbunyi. Mereka berdua tidak tahu apa yang sedang terjadi di luar sana, sampai-sampai bunyi tanda bahaya berbunyi begitu nyaring.


" Rama sebenarnya apa yang sedang terjadi diluar sana?" Tanya Shinta sambil berjalan tergesa-gesa mengikuti langkah Rama yang begitu cepat.


" Aku juga tidak tahu! Lebih baik, kita cari Papa atau Om Sam terlebih dahulu." Jawab Rama tanpa menoleh ke arah Shinta. Dia tetap terus berjalan di dalam lorong rahasia yang gelap itu.


    Kini kedua anak kembar itu, sudah kembali ke ruangan perpustakaan, tempat tadi mereka menyelinap masuk ke ruang rahasia itu. Shinta melihat pemandangan diluar jendela, yang membuatnya berteriak karena terkejut.


" Rama! Lihat apa yang sedang terjadi di halaman?" Teriak Shinta yang masih berdiri di depan kaca jendela itu.


    Di halaman mansion kini tak ubahnya arena bertarung para Android tim penjaga keamanan sejenis dengan tipe Bodyguard sedang bertarung dengan tim keamanan manusia asli yang masih bisa dihitung, dibandingkan dengan para Android penjaga mansion. Kebanyakan para Android itu sudah terkapar rusak.


" Kita, sekarang harus bagaimana?" Tanya Shinta kepada Rama yang ikut berdiri di sampingnya, sambil mengamati keadaan di luar mansion.


" Kita juga harus ikut mengalahkan para Android itu!" Jawab Rama.


" Kenapa kita harus mengalahkan para Android? Mereka kan selalu menjaga kita dan selalu menuruti perintah kita." Shinta yang belum mengetahui keadaan yang sebenarnya merasa bingung.


" Justru ada yang aneh dengan para Android itu! Lihatlah mereka menyerang kepala tim keamanan mansion. Padahal kepala keamanan juga punya hak untuk memerintah mereka."


" Ini seperti pemberontakan para Android, untuk menyerang para tuannya." Lanjut Rama sambil terus memperhatikan para tim keamanan dengan para Android mereka bertarung.


" Kenapa mereka mengincar bagian punggung para Android, ya?" Tanya Rama sambil bergumam dan matanya tetap fokus pada pertarungan di bawah sana.


" Eh, lihat Rama! Ada Surya, Indra, dan Chandra. Mereka juga bertarung melawan para Android itu." Shinta menunjuk-nunjuk beberapa orang yang yang sedang bertarung di bawah sana.

__ADS_1


" Oh, mereka menyerang bagian punggung para Android itu, karena disana adalah letak pusat sistemnya." Kata Rama setelah dari tadi mengamati para tim keamanan dan para Android itu bertarung.


     Rama dan Shinta bingung harus bersembunyi disini agar tidak membuat khawatir orang tuanya atau harus ikut bertarung mengalahkan para Android bersama dengan yang lainnya. Disaat kedua anak kembar itu bingung harus memilih yang mana. Terdengar ledakan yang sangat besar dari bawah tanah dan membuat bangunan mansion bergetar dengan sangat kuat serasa sedang terjadi gempa disana. Sehingga kedua anak kembar itu, langsung berlindung di dekat kasur tempat mereka rebahan sambil membaca. Untuk melindungi mereka dari reruntuhan bangunan atau barang-barang yang jatuh dari atas.


" Ada apa? Apa yang sudah terjadi?" Bisik Shinta dengan tubuh yang bergetar karena sangat terkejut dengan kejadian barusan. Dan rasa takutnya kembali datang saat mendengar bunyi ledakan tadi.


" Aku tidak tahu! Sepertinya ruang bawah tanah yang meledak barusan." Kata Rama menduga-duga. Karena disana juga merupakan laboratorium pembuatan para Android. Dan tempat pengecekan serta perawatan untuk para Android setiap harinya.


     Rama dan Shinta memutuskan berdiam diri di dalam perpustakaan. Menunggu keadaan lebih tenang dahulu, baru mereka akan keluar. Apalagi kemampuan mereka berdua belum lihai dan ahli. Takutnya malah membuat runyam keadaan dan menambah masalah bagi kedua orang tuanya.


*****


    Adji dan Sam kini sudah sampai kembali di ruangan Abimanyu. Adji langsung memeriksa rekaman CCTV, yang ada di semua kamera pengawas di mansion Pandawa. Sedangkan Sam merawat Abimanyu terlebih dahulu. Adji merasa aneh bagaimana bisa sistem keamanannya yang dia buat bisa di retas oleh orang lain. Bahkan memberikan virus ke komputer utama untuk para Android. Sehingga para Android itu bisa melakukan pemberontakan. 


" Kalau aku pasti butuh waktu yang lama, sampai anda akan tersadar duluan kalau komputer anda sedang direntas oleh seseorang." Jawab Sam dengan jujur, karena sistem keamanan yang dibuat oleh Adji sangat kuat keamanannya.


" Aku juga berpikir kalau orang ini juga membutuhkan waktu yang lama. Jadi aku harus tahu apa yang terjadi beberapa hari belakangan ini." Kata Adji masih dengan memeriksa rekaman kamera  CCTV.


    Hampir sepuluh menit Adji dan Sam memeriksa rekaman CCTV yang ada di mansion. Adji berteriak saat dirinya baru tersadar akan sesuatu.


" Aaakh, Sam. Ada tempat dimana nggak ada kamera CCTV-nya di mansion ini!" Pekik Adji sambil berdiri dari kursinya.


    Dengan perasaan kesal Adji keluar dari ruangan itu dengan berlari kencang. Sam pun mengikuti Adji dengan berlari. Kemudian di tengah jalan menuju tempat yang akan dituju oleh Adji, mereka bertemu dengan Indra dan Surya yang sudah kelelahan karena berkelahi dengan para Android tipe Bodyguard. Tampak ada beberapa luka di tubuh mereka.


" Kalian baik-baik saja?" Tanya Adji begitu cemas saat melihat keadaan orang-orang kepercayaannya itu, penuh darah di pakaiannya.

__ADS_1


" Iya, kita baik-baik saja. Tapi Tuan lain kali jangan membuat lagi Android yang dibuat menggunakan data-data milik kita. Karena kekuatannya gabungan hasil kemampuan kita-kita, jadinya kita semua kesusahan mengalahkan mereka." Kata Surya dengan wajahnya yang meringis menahan sakit.


" Kamu sebenarnya hanya perlu menghancurkan sistem pusatnya yang ada di tengkuk Android tipe Pelayan atau di punggung Android tipe Bodyguard." Kata Adji sambil mengerutkan keningnya. Ketika mendengar keluhan Surya barusan. Apa yang di bilang oleh Adji barusan membuat Surya dan Indra terkejut. Ternyata usaha mereka berkelahi mereka, tadi itu agak sia-sia.


" Jadi maksudnya, kita hanya perlu menghancurkan pusat sistemnya saja?" Tanya Surya dengan memasang wajah tercengangnya tak percaya.


" Iya, langsung saja kalian hancurkan aja punggungnya. Seperti ini....!" Adji yang di hadang oleh Android tipe Bodyguard, langsung menyerang bagian punggungnya. Dan akhirnya Android itu tak bergerak, terkapar di lantai.


Melihat Adji melakukannya dengan mudah, membuat Surya dan Indra hanya melongo terkesima.


" Ternyata semudah itu." Kata Surya dan Indra bersamaan.


" Hei, mereka itu hanya sebuah robot buatan manusia. Tentu saja tidak sempurna, dan punya kelemahan atau kekurangan." Jelas Adji sambil kembali berjalan meninggalkan mereka.


" Kalian jangan memaksakan diri. Beristirahatlah sampai tenaga kalian pilih kembali." Teriak Adji dari kejauhan.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK YA.


BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2