
Rama dan Shinta masih bersama dengan Bisma di ruang keluarga. Televisi masih menyala tetapi tidak ditonton oleh mereka. Ketiganya malah asik terlibat dalam obrolan kisah masa lalu.
" Kakek waktu kecil, siapa yang lebih pintar diantara Kakek Bisma dan Kakek Pandu?" Tanya Rama sambil menikmati manis dan dinginnya es krim.
" Hmm…. Siapa ya?" Bisma seolah - olah sedang berpikir.
" Sepertinya tidak perlu dijawab, Kek. Karena udah ketahuan siapa yang paling pintar di antara kalian berdua." Kata Shinta.
" Memang ketahuan dari apanya?" Tanya Bisma kepada Shinta.
" Karena Kakek Bisma lama banget berpikirnya. Berarti Kakek Pandu lebih pintar dari Kakek?" Jawab Shinta.
" Ih sok tahu, kamu ini bikin Kakek makin gemas padamu." Bisma mencubit pipi Shinta dan menggoyang - goyangkannya kekiri dan kekanan.
" Kakek selalu menempati ranking pertama di sekolah semenjak duduk di sekolah dasar sampai sekolah menengah ke atas.
" Wah hebat, Kakek bisa menjadi siswa teladan!" Kata Rama sambil menepukkan kedua tangannya senang.
" Lalu bagaimana dengan Kakek Pandu." Tanya Shinta.
" Dia juga merupakan murid yang pintar. Kita selalu bersaing dengan murid - murid yang lainnya" Bisma memulai ceritakan
" Ada beberapa pelajaran yang sangat disenangi oleh Kakek Pandu." Kata Bisma.
" Seperti apa, pelajaran yang disukai oleh Kakek Pandu?" Kali ini Rama yang bertanya.
" Kakek Pandu lebih suka pelajaran ilmu pengetahuan alam. Makannya dia menjadi Dokter ahli bedah." Jawab Bisma.
" Ah, benar. Keluarganya Kakek Pandu itu semuanya bekerja di bidang kesehatan kan?" Shinta baru teringat pada Dokter Arjuna, cucunya Pandu.
" Kamu benar Shinta. Keluarga mereka lebih tertarik berbisnis di dunia kesehatan." Ucap Bisma.
" Oh ya Kakek, katanya orang tuanya Papa juga meninggal dunia karena kecelakaan, ya?" Tanya Shinta.
" Iya benar, mereka kecelakaan. Pesawat terbang yang mereka tumpangi meledak di tengah lautan." Jawab Bisma.
" Kenapa itu bisa terjadi Kek?" Tanya Shinta.
" Itu terjadi ada kerusakan mesin." Jawab Bisma.
" Lalu apa mayat mereka bisa ditemukan?" Tanya Rama penasaran.
" Tidak, semuanya hancur. Bahkan kotak hitamnya pun sulit untuk ditemukan." Bisma meneteskan air matanya yang jatuh membasahi pipinya.
__ADS_1
" Itu kapan Kek, kejadiannya?" Rama kembali bertanya.
" Seminggu setelah ulang tahun Papa kalian yang ke sepuluh." Jawab Bisma sambil menyeka air matanya.
" Kemudian sebulan setelah itu, ada sebuah kejadian yang menimpa Adji."
" Adji diculik saat pulang dari sekolah. Di tengah jalan dalam perjalanannya pulang. Adji diculik oleh beberapa orang. Sehingga terjadi baku tembak di antara mereka. Dan para pengawal yang biasa mengikutinya semuanya meninggal di depan matanya."
" Adji yang mempunyai hati yang lemah, sangat shock. Karena kejadian itu, dia mengalami hilang ingatan. Disebabkan oleh trauma yang dialaminya." Bisma menceritakan sebuah rahasia tentang Adji.
Rama dan Shinta yang mendengar itu, sangat terkejut mendengar cerita Bisma barusan. Mereka tidak menyangka kalau Papa mereka sudah mengalami suatu kejadian yang sangat luar biasa dalam hidupnya. Dan membuatnya harus kehilangan ingatannya.
" Kalau boleh tahu siapa saja Kek para pengawal itu. Sampai - sampai Papa merasa shock karena kehilangan mereka!" Rama merasa ini saatnya memulai mengorek semua informasi dari Bisma.
" Mereka adalah para bodyguard kebanggaan Kakek."
" Karena di antara cucu Kakek, Adji lah yang paling lemah dalam ilmu bela dirinya. Sehingga dia membutuhkan para bodyguard yang kuat dan ahli."
" Makannya Kakek selalu overprotektif terhadap Papa kalian." Kata Bisma lagi.
" Ya, benar juga. Papa itu orangnya lemah!" Shinta membenarkan perkataan Bisma.
" Meski begitu, di antara cucu Kakek, Adji lah yang mahir menggunakan semua jenis senjata yang serangannya jarak jauh." Bisma melihat ke arah Rama dan Shinta.
" Terus Kek, kenapa Papa yang selalu di incar nyawanya?" Tanya Rama.
" Sampai sekarang Kakek tidak mengerti, kenapa Adji selalu jadi sasaran pembunuhan. Bahkan disaat dia baru lahir." Suara Bisma mulai terdengar bergetar.
" Apa mungkin saingan perusahaan Kakek?" Tanya Rama ragu - ragu.
" Awalnya Kakek juga berpikiran begitu. Tapi saat Adji disandera oleh pengasuhnya. Dia bilang mereka itu bukan saingan bisnis Kakek. Tapi dia benci terhadap Adji dan harus dilenyapkan ya."
" Apa ada suatu kejadian yang mungkin Kakek lupa. Dan kejadian itu yang menjadi awal dari orang itu ingin melenyapkan Papa?" Pertanyaan Rama yang telak membuat Bisma terdiam, seperti berusaha mengingat sesuatu.
Dalam otaknya Bisma berkeliaran ingatan - ingatan di masa lalunya. Dia mencoba mencari ingatannya yang bisa memicu dendam dan kebencian terhadap keluarganya.
*****
Adji mengajak Alice ke laboratorium, untuk bertemu Max. Dan melihat laporan tentang kerangka tengkorak yang di temukan di lorong ruang rahasia itu.
" Hai, Max. Mana laporannya?" Adji begitu masuk ke ruangannya Max langsung meminta hasil laporan itu.
" Kamu itu tidak sabaran sekali!" Kata Max yang sedang duduk di kursi kebanggaannya.
__ADS_1
Max pun mencari laporan itu di dokumen yang berada di dalam brankasnya. Setelah menemukan apa yang dicarinya. Dia berjalan ke sofa tempat Adji dan Alice duduk.
" Ah, senang bertemu dengan anda kembali Nyonya." Sapa Max saat melihat Alice.
" Saya juga senang dapat bertemu dengan anda kembali." Alice tersenyum ramah pada Max. Dan itu membuat Adji cemburu. Langsung saja di bawanya Alice dalam pelukan sebelah tangannya.
" Tenang, Tuan Muda. Aku tidak akan merebut wanita milikmu!" Max tertawa saat melihat kelakuan Adji yang sedang cemburu.
Adji pun membaca laporan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Max. Hasilnya begitu diterangkan dengan sangat jelas dan terperinci.
" Jadi tengkorak itu milik orang yang bernama Angin!" Kata Adji.
" Ya, setelah diperiksa semua data kerangka, susunan gigi, dan tes DNA. Semuanya merinci kepada lelaki yang bernama Angin." Ucap Max.
" Suamiku, bukankah dia itu salah seorang dari empat bodyguard milik Kakek Bisma. Yang kamu minta informasi datanya kepada Sam, kemarin?" Tanya Alice.
" Iya, sepertinya tengkorak ini adalah bodyguard milik Kakek yang bernama Angin." Jawab Adji.
" Tapi kenapa dia ada di dalam lorong rahasia itu?" bisik Alice tepat di dekat telinga Adji, agar Max tidak bisa mendengarnya.
" Aku juga tidak tahu?" Adji mengangkat kedua bahunya.
" Dan sekarang kita harus menyelidiki, kenapa dia bisa sampai berada di sana?" Adji kemudian menutup dokumen laporan itu.
" Terima kasih Max sudah membantu."
" Dan seperti biasa kamu bisa di andalkan." Adji menepuk bahu sahabatnya itu.
" Justru aku sangat senang bisa membantu kamu. Karena selama ini kamulah yang selalu membantu aku." Max tersenyum senang.
Kemudian Adji dan Alice melajukan mobil mereka menuju mansion milik keluarga Pandawa.
******
NGGAK PERLU DIBACA !!!!!
Akhirnya.... setelah kemarin ngetik dari magrib sampai jam 10 malam ( ketiduran) capek - capek ngetik lebih dari 1000 kata. Pas mau UP, ternyata aku bukanya mengklik kata salin, tapi kata hapus karena baru bangun tidur. Dan rasanya ingin menangis. Mana lupa lagi sudah menulis apa aja.
*****
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
__ADS_1
TERIMA KASIH.