Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 48


__ADS_3

    Alice yang mencari keberadaan Arjuna, dan melihatnya sedang berada di balkon. Dia pun mendatanginya, dan ternyata itu membuat Arjuna terkejut. Sampai-sampai Arjuna menjatuhkan air kopinya di gelas yang sedang dipegang olehnya.


" Aaakh!" Arjuna mengibaskan tangannya yang terkena tumpahan air kopi, dan celana pendeknya juga.


" Kamu itu mengagetkanku saja." Kata Arjuna begitu melihat Alice di belakangnya.


" Hehe…. Kamu sedang apa?" Alice malah merasa tak bersalah setelah membuat Arjuna seperti itu.


" Aku sedang mencari informasi tentang kasus penculikan yang terjadi pada Adji, dahulu!" Jawab Arjuna yang kembali memangku laptop miliknya.


" Terus gimana hasilnya?" Tanya Alice penasaran.


" Aku tidak bisa menemukannya!" Jawab Arjuna kembali, dia masih saja menggerakkan jari-jarinya dengan lincah, dan diikuti oleh gerakan matanya.


" Kok, begitu ya! Apa kasus ini dirahasiakan dari publik?" Tanya Alice sambil menghirup udara segar di pagi hari.


" Itu karena kejadiannya sengaja disembunyikan!" Terdengar suara dari arah belakang mereka.


" Sam, apa kamu tahu sesuatu yang tidak kami ketahui?" Tanya Arjuna saat melihat Sam berjalan ke arah mereka berdua.


" Ya aku rasa ada. Dan itu tidak boleh diketahui oleh orang lain? Termasuk anda!" Jawab Sam.


" Kamu itu sama menyebalkan ya dengan Adji!" Kata Arjuna dan kembali lagi menghadap laptopnya.


" Sam memangnya kenapa kejadian penculikan Adji saat itu harus disembunyikan?" Tanya Alice sambil menyandarkan tubuhnya pada pagar balkon.


" Itu karena Tuan Muda mengalami shock dan mengakibatkannya trauma. Bahkan kehilangan ingatannya sebagian saat itu. Dan Tuan Muda sampai tadi lupa akan kejadian itu. Tapi begitu Abimanyu bercerita tentang kejadian itu, ingatan Tuan Muda kembali lagi. Dan itu terasa sebagai serangan mendadak yang bertubi-tubi pada otaknya." Jelas Sam yang kini sedang duduk di samping Arjuna yang terdiam mendengarkan cerita Sam.


" Jadi selama ini, Adji mengalami lupa ingatannya waktu masih kecil?" Tanya Arjuna terkejut.


" Iya, dan itu tidak banyak yang tahu. Bahkan Tuan Mudanya sendiri juga tidak sadar kalau dia melupakan ingatannya. Sampai suatu saat dia merasa aneh karena tidak ada ingatan dalam dirinya, ketika dia masih kecil." Jawab Sam.


" Saat Tuan Muda bertanya kepada semua orang di keluarganya. Mereka bilang kalau Adji mengalami kecelakaan mobil. Dan Adji pun percaya begitu saja." Lanjut Sam.

__ADS_1


" Lalu kenapa Abimanyu tahu kejadian penculikan itu?" Tanya Arjuna.


" Itu karena yang menjabat kepala keamanan mansion adalah Ayah Abimanyu." Jawab Sam.


    Kalian sedang apa pagi-pagi sudah bergosip di balkon kamar orang lain!" Adji sudah berdiri dan bersandar di pintu.


    Alice yang melihat Adji sudah bangun merasa senang. Dia berjalan kearah Adji dan memeluknya. Dan memberikan ciuman selamat pagi seperti biasanya.


" Suamiku, bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya Alice yang masih berpelukan dengan Adji. Sepertinya kedua orang itu enggan melepaskan pelukan mereka meski ada Sam dan Arjuna disana.


" Aku sudah sangat baik, istriku!" Mereka berdua saling pandang satu sama lain dan tersenyum lembut.


" Kalian ini bila sudah begitu. Dunia terasa milik berdua!" Kata Arjuna. 


     Mendengar perkataan Arjuna itu malah membuat Adji dan Alice tak segan-segan memperlihatkan kemesraan mereka di hadapan Arjuna dan Sam. 


" Sam, apa yang aku minta kemarin sudah selesai?" Tanya Adji pada Sam yang sedang duduk dikursi yang biasanya dia dan Alice dudukin sambil melihat matahari terbit.


" Sudah Tuan, akan saya ambil laporannya." Sam pun berdiri dan keluar dari kamar Adji.


    Adji senang saat para pengganggunya sudah pergi. Saat ini Adji dan Alice duduk dikursi sambil menikmati suasana pagi yang memperlihatkan semburat putih di ufuk timur.


*****


    Setelah sarapan Adji memanggil Sam untuk menyerahkan hasil laporannya. Kini mereka sedang duduk di sofa yang berada di kamar.


" Ini hasil laporan tentang keluarga para bodyguard. Dan kebanyakan mereka bilang kalau orang-orang itu, meninggal sekitar dua puluh tahunan yang lalu. Kecuali Dewa yang diketahui meninggal sekitar sepuluh tahun yang lalu." 


" Untuk keluarga Dewa, memang sulit untuk dilacak. Karena dia memang hidup sebatang kara. Tapi mayatnya yang dulu ditemukan sudah bisa dipastikan kalau itu adalah Dewa." Laporan Sam secara singkat, karena hasil terperincinya ada di dokumen yang dipegang oleh Adji.


" Sam, kalau mayat yang ada di temukan di dalam lorong adalah benar milik Angin. Berarti kematiannya saat penculikan ku itu adalah bohongan!" Tatap Adji kepada Sam.


" Ma…. Maksud Tuan?" Tanya Sam agak terkejut dengan pemikiran Adji.

__ADS_1


" Ya, aku rasa saat penculikan itu terjadi, sebenarnya mereka tidak mati. Dan mayat mereka telah digantikan dengan mayat orang lain yang sudah mati." Jawab Adji.


" Bagaimana mungkin itu terjadi?" Teriak Sam dihadapan Adji.


" Eh maaf Tuan. Bagaimana itu bisa terjadi?" Kali ini Sam merendahkan nada bicaranya.


" Karena aku semalaman berpikir, bisa saja mereka saat itu tidak mati. Dan penyerangan itu sudah mereka rencanakan." Kata Adji sambil mencoret-coret kertas yang ada di tangannya.


" Sedangkan untuk melindungi tubuhnya mereka bisa memakai rompi anti peluru di balik baju yang dipakainya?" Lanjut Adji sambil menatap Sam.


" Makanya mereka menjauhkan aku dari lokasi itu, dan membawaku ke dalam hutan." Adji menunjukan hasil coretan kertas pada Sam.


" Tapi ada satu yang di luar rencana mereka, yaitu kedatangan tim Ketua Keamanan mansion yang aku panggil lewat sinyal darurat. Dan aku menghubungkan rekaman yang terjadi di sekitarku." Adji menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa mewahnya.


" Itu yang menyebabkan Mega harus menjadi korban mati yang saat itu jatuh ke jurang." Kata Sam sambil membaca tulisan Adji di kertas yang di pegangnya.


" Ya, dan kedua orang lainya tubuhnya terbakar agar tidak diketahui identitas asli yang sebenarnya. Karena saat itu keadaan keluarga Pandawa sangat kacau karena aku yang tak sadarkan diri selama berhari-hari." Adji memijat keningnya karena kepalanya mulai merasakan sakit lagi ketika dipaksa mengingat kejadian dulu.


" Jadi mereka langsung mengirim semua mayat itu kepada keluarganya dan mengurusnya dengan layak. Tentu saja dengan uang tunjangan yang sangat banyak." Lanjut Adji.


" Sekarang aku mengerti kenapa di buku harian Balaram ditulis, bagaimana mungkin orang yang sudah mati bisa hidup kembali. Sepertinya dia bertemu salah seorang dari dua orang itu!" Adji melingkari dua nama Angin dan Guntur Bumi yang ada di kertas laporan Sam.


" Jadi itu alasan kenapa Tuan Muda Baladewa dan Balaram harus mengalami kecelakaan saat itu, agar rahasia mereka tidak terbongkar?" Tanya Sam.


" Aku tidak tahu pastinya. Karena mereka berdua juga sama seperti aku, nyawa kami selalu terancam. Tapi aku yang lebih sering mendapatkan ancaman kematian karena aku yang ditunjuk sebagai pewaris sah dari keluarga Pandawa. Makannya sejak masih bayi, nyawaku sudah diincar?" Terang Adji kepada Sam yang terdiam mendengarkan cerita Adji.


" Sebenarnya siapa yang mengincar kalian semua?" Tanya Sam dengan nada suara rendah.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK, ITU GRATIS..... TINGGAL KLIK GAMBAR JEMPOLNYA.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2