Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 37


__ADS_3

Rama baru tahu kalau Bisma dan Pandu itu kembar identik. Tapi kenapa wajah mereka sekarang berbeda. Rama terus saja terdiam sambil memandang wajah Bisma.


" Kalau mereka terlahir sebagai kembar identik, terus kenapa wajah mereka sekarang berbeda?"


" Pasti salah satunya ada yang melakukan operasi plastik!"


" Tapi siapa yang wajahnya telah melakukan operasi plastik?"


    Rama terus bergumam dalam hatinya. Dan di otaknya sedang memikirkan banyak kemungkinan kenapa wajah mereka jadi berbeda.


" Terus Kakek, kenapa sekarang wajah Kakek Bisma dan Kakek Pandu jadi berbeda?" Tanya Shinta sambil melihat ke arah Bisma.


" Bagus Shinta, kamu menanyakannya!" Rama bersorak dalam hatinya.


" Itu karena kecelakaan. Pandu mengalami luka parah pada wajahnya. Sehingga dia harus menjalani operasi plastik." Jawab Bisma dengan suaranya mulai bergetar.


" Oh, jadi Kakek Pandu yang wajahnya berubah." Gumam Rama, kini dia tahu jawabannya.


" Kasihan sekali Kakek Pandu," kata Shinta.


" Itu kapan terjadinya Kek?" Tanya Rama ikutan bertanya karena penasaran.


" Itu sudah sangat lama sekali. Ketika usia kita sekitar delapan belas tahun. Karena itu tahun pertama Kakek masuk universitas." Jawab Bisma.


" Itu kecelakaannya seperti apa, Kek. Kok wajahnya Kakek Bisma sampai harus di operasi plastik?" Tanya Shinta dengan gaya seperti seorang wartawan.


" Saat itu hujan sangat deras, Kakek meminta Kakek Pandu untuk pergi menjemput Mommy dari rumah temannya. Kakek Pandu kehilangan kendali mobilnya yang sedang melaju dengan kecepatan lumayan tinggi." Jawab Bisma dengan mata berkaca - kaca. 


"Karena cuaca sedang sangat ekstrim, jadi para penduduk tidak ada yang main keluar rumah."


" Dan kita terlambat menemukan Kakek Pandu. Itu juga merupakan suatu keajaiban dia bisa selamat."


" Dilihat dari mobilnya yang hancur, orang - orang pasti akan menyangka kalau orang yang berada di dalam mobil itu sudah mati."


" Tapi Kakek Pandu saat itu belum meninggal. Dan dia masih dalam keadaan sadar." Bisma menitikkan air matanya.


" Kakek Pandu harus dirawat intensif di Rumah Sakit di luar negeri, selama hampir satu tahun. Karena ada beberapa tulang yang retak."


" Setelah itu, baru dia menjalani operasi plastik." Bisma menyandarkan punggungnya pada sofa.


" Kakek dan Kakek Pandu tidak bertemu hampir tiga tahun. Karena Kakek juga sibuk kuliah dan mengembangkan perusahaan yang baru didirikan oleh Kakek." Lanjut Bisma.


" Ah, kasihan sekali Kakek Pandu. Untung saja kalian saudara yang punya hubungan baik. Kalau tidak pasti sudah saling membenci!" Ucap Shinta tanpa sadar.


    Perkataan dari Shinta tadi memancing reaksi dari Bisma dan Rama. Dua - duanya langsung melihat ke arah Shinta.

__ADS_1


" Eh, ada apa dengan wajah kalian?" Shinta bertanya dengan wajah polosnya.


" Hehehe…. Tidak, kamu benar Shinta. Untungnya Kakek dan Kakek Pandu mempunyai hubungan yang sangat baik." Jawab Bisma.


" Apa benar kalau Kakek Pandu tidak punya rasa benci kepada Kakek Bisma. Yang dulu menyuruhnya pergi menjemput disaat cuaca diluar sangat ekstrim." Rama bergumam sambil memperhatikan Bisma.


" Apa Kakek dan Kakek Pandu sejak kecil sudah tinggal di rumah ini?" Tanya Rama, karena kepalang basah nyebur aja sekalian. Rama ikut - ikutan mewawancarai Bisma.


" Iya sejak bayi kami sudah tinggal di rumah ini." Jawab Bisma antusias saat cucunya banyak bertanya tentang dirinya.


" Sebenarnya ini rumah siapa yang buat, Kek. Besar sekali, apa dulu penghuninya juga banyak sekali?" Tanya Shinta.


" Kakeknya Kakek yang membangun rumah ini. Ya mungkin saja dulu banyak orang yang tinggal di sini." Jawab Bisma.


" Berarti ini rumah sudah tua sekali, ya?" Tanya Rama sambil memperhatikan sekitarnya.


" Ya, sudah sangat tua." Ucap Bisma mengulang perkataan Rama.


" Berarti sangat banyak kenangan bagi Kakek di rumah ini?" Shinta bertanya dengan nada bersimpati kepada Bisma.


" Iya banyak kenangan indah yang Kakek punya disini. Dengan orang tua, saudara, anak, cucu dan cicit Kakek." Bisma menghitung pakai jari - jari ditangannya.


Adji dan Alice pulang memakai mobil yang tadi di naiki oleh Adji. Sedangkan Sam bersama para bodyguard Android-nya mengurus para Penjahat yang tadi jatuh ke sungai.


" Apa kamu tahu, kalau aku tadi berpikir akan mati." Alice memasang wajah cemberutnya.


" Tapi kamu tetap tenang mengikuti keinginan mereka. Dan itu bagus, kedepannya kalau kita - kira kita sedang menghadapi musuh yang lebih kuat dari mu. Maka jangan membuatnya marah, turuti keinginan mereka. Tunggu sampai mereka lengah, baru kamu kasih mereka serangan balik." Nasehat Adji untuk Alice ketika sedang berhadapan dengan musuh yang lebih kuat.


" Tapi, bagaimana bila aku bertemu dengan musuh yang gila. Begitu melihatku langsung menembakan pelurunya ke arahku!" Alice memandang wajah Adji dari samping.


" Sebelum dia menembakan pelurunya, kamu ajak dia bernegosiasi dulu." Jawab Adji.


" Akan bagus kalau si Penjahat mau mendengarkan negosiasi dari kita. Bila Penjahatnya seperti para Bodyguard Android, aku harus bagaimana?" Tanya Alice lagi.


" Dengar tidak ada yang sempurna di dunia ini. Begitu juga dengan para Robot Android itu. Mereka hanya bisa bergerak karena ada mesin dan program di dalamnya." Adji menepikan mobilnya di bahu badan jalan.


" Dan bila itu terjadi hancurkan saja pusat sistemnya. Maka mereka hanya akan menjadi sebuah rongsokan." Jawab Adji.


" Dimana pusat sistem para Robot Android itu?" Tanya Alice.


" Di dada kiri, di tengkuk, dan di telapak kaki." Bisik Adji tepat di telinga Alice dengan suara rendah.


" Apa setiap Robot Android itu punya tiga tempat pusat sistem?" Tanya Alice dengan suara yang hampir berbisik.


" Tidak, tergantung jenis robot itu dibuat." Jawab Adji.

__ADS_1


Kring….


Kring….


Kring….


    Suara telepon genggam milik Adji berbunyi. Dan di layar terdapat nama Sam. Adji pun menerima panggilan dari Sam itu.


" Sam, ada apa?" Tanya Adji.


" Tuan Muda kami baru bisa mengevakuasi mayat enam orang. Kita masih mencari yang dua lagi. Aku tidak tahu mereka sudah mati atau berhasil melarikan diri." Lapor Sam.


" Ya, tidak apa - apa Sam. Kamu jangan memaksakan diri. Kembali pulang ke mansion saja." Perintah Adji.


" Kerja bagus Sam!"


" Terima kasih." Ucap Adji.


" Istriku, sebaiknya sekarang kita pulang ke mansion." Adji melajukan mobilnya dan di ikuti oleh mobil bodyguard di belakangnya.


*****


Seorang pria sedang menghancurkan segala benda yang ada di ruangan itu. Dan di tengah - tengah itu ada dua orang sedang berdiri dengan badan yang basah kuyup.


" Dasar tidak berguna!" Teriaknya dan suaranya itu memenuhi seluruh ruangannya.


" Kalian sudah lebih dari satu kali mengalami kegagalan!"


" Dan dengan tidak tahu malunya, kalian datang kesini!"


" kenapa kalian tidak melawan mereka sampai diantara kalian ada yang mati!" Pria itu mengarahkan pistolnya ke arah dua orang itu.


Dor....


Dor....


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA MUMPUNG LAGI HARI SENIN.


DUKUNG AKU TERUS YA.


KASIH JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2