Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 27


__ADS_3

Alice masih membuka lembaran album foto itu. Dia beberapa kali membolak - balikkan lembaran album itu.


" Suamiku. Siapa saja yang berada di foto ini?" Tunjuk Alice pada sebuah foto yang bergambar beberapa orang pria.


" Oh, ini keluarga keluarga besar Pandawa. Lihat ada Kakek Bisma, Kakek Pandu, Papa, Paman Sadewa, dan Paman Yudhistira," Kata Adji sambil menunjuk gambar orang di foto itu satu - satu.


" Lalu ini siapa?" Tunjuk Alice pada dua pria yang berdiri di dekat pintu, ikut terfoto disana.


" Oh sepertinya mereka adalah para bodyguard Kakek." Jawab Adji sambil memperhatikan dua lelaki di foto itu.


" Wajahnya tidak begitu jelas." Lanjutnya lagi.


" Kalau jelas melihat wajah dua pria itu, ada fotonya." Alice membuka beberapa lembar dari album itu.


" Nih, wajah dia terlihat jelas!" Alice menunjuk pada empat pemuda yang berdiri tegak di belakang foto keluarga Pandawa. Foto yang sama dengan yang ditemukan oleh Rama dan Shinta.


" Pria ini agak mirip Kakek Bisma wajahnya?" Alice bertanya dengan ragu - ragu.


     Adji pun mengamati wajah pemuda itu. Kemudian dia membuka lembaran - lembaran album berikutnya lagi. Seperti yang dikatakan oleh Alice. Wajah pemuda itu ada kemiripan dengan wajah Kakek Bisma.


" Apa Kakek Bisma punya anak lainnya?" Tanya Alice sambil melihat ke arah Adji.


" Maksudku anak dari wanita lain!" Kata Alice lagi.


" Aku rasa tidak. Karena Kakek tidak mungkin menghianati nenek." Jawab Adji terselip nada keraguan padanya.


" Hah…." Alice menarik nafasnya dan membuangnya secara kasar.


" Apa kamu tahu siapa pemuda ini?" Tunjuk Alice pada foto pemuda yang mirip wajahnya dengan Kakek Bisma itu.


" Tidak. Nanti akan aku tanyakan pada Kakek siapa dia?" Kata Adji.


" Yang jelas sekarang apa ada di pikiranku, adalah bahwa orang yang mengincar kamu itu adalah orang yang sangat dekat denganmu." Kata Alice sambil memegang wajah Adji.


" Suamiku, mulai sekarang kamu harus berhati - hati pada orang disekitarmu!" Alice mengingatkan Adji. Dan memeluk Adji dengan erat.


" Aku tidak mau ada sesuatu lagi yang terjadi padamu!" Alice masih memeluk Adji dengan erat.


" Dan sebaiknya kamu juga mulai menyelidiki semua orang yang terlibat dengan dirimu dalam kehidupan kamu sehari - hari!" Alice memberi peringatan pada Adji.


" Aku akan lebih hati - hati lagi, mulai sekarang." Adji mengurai pelukan pada Alice.


" Dan cari tahu siapa empat pemuda yang disebut bodyguard oleh kamu itu!" Tunjuk Alice pada pemuda yang berdiri di belakang Bisma dan Pandu yang sedang duduk di depannya.


*****

__ADS_1


     Rama dan Shinta melanjutkan kembali petualangan di ruang rahasia itu. Rama juga membuat sketsa kasar gambar ruang rahasia itu. Rama menulis di lorong pertama yang kemarin mereka datangi dengan tulisan ruang kantor Kakek.


     Dan hari ini, Rama dan Shinta rencananya akan masuk ke pintu lorong kedua. Seperti biasa mereka akan mengunci pintu perpustakaan dahulu sebelum melakukan perjalanan di lorong rahasia.


    Rama dan Shinta memasuki lorong pintu kedua itu. Ternyata lorong itu lumayan lebih pendek jaraknya. Dibanding dengan lorong pintu pertama yang terhubung dengan kantor Bisma. Rama meraba - raba dinding di lorong itu mencari tombol yang bisa membuka dinding disana.


     Berbeda dengan lorong yang kemarin, punya tombol pembuka pintu yang menonjol. Lorong disini tidak tidak ada tombol seperti itu.


" Rama ada apa? Kenapa belum dibuka juga!" Tanya Shinta dengan tidak sabaran.


" Aku tidak bisa menemukan tombol pembuka pintu rahasianya!" Jawab Rama.


" Atau lorong ini buntu. Tidak ada pintu menuju ke ruangan lainnya." Kata Shinta.


" Ya, mungkin saja. Ayo kita kembali lagi, dan memasuki pintu lorong lainnya." 


     Rama menyerah dalam mencari pintu keluar di lorong itu. Sampai terdengar suara bersin seseorang disana. Dan itu membuat Rama dan Shinta mengurungkan niatnya pergi dari sana. Didengarkannya suara yang ada di balik tembok itu. Tapi tidak terdengar lagi suara apapun. Rama dan Shinta menempelkan tubuh mereka berdua pada dinding di depannya.


Sreeeeg….


" Aaaaaakh….!!!" Teriak kedua anak itu.


Sreeeeg….


" Yah….pintunya tertutup kembali!" Pekik Shinta dengan suaranya yang rendah.


" Bagaimana ini, Rama!" Shinta panik sambil meraba - raba dinding tadi.


" Suuuut… diamlah, nanti ada yang mendengar suara kita!" Rama menempelkan jari telunjuknya di depan bibirnya.


     Ruangan yang mereka masuki kali ini adalah milik kamar Sadewa. Anak - anak begitu terkejut saat mereka menyadari ruangan yang mereka masuki adalah kamar tidur Sadewa. Ada foto Sadewa yang berada di dinding kamar itu.


    Terdengar suara air dari kamar mandi. Itu menandakan kalau pemilik kamar sedang berada dikamar mandi. Rama dan Shinta saling pandang. Mereka mau masuk lewat pintu lorong rahasia, tapi bagaimana caranya untuk membuka pintu dindingnya lagi.


" Cari kira - kira yang bisa dijadikan tombol pembuka dan penutup pintu ." Pinta Rama pada Shinta.


    Kedua anak itu meraba atau menggeser benda - benda yang kira - kira bisa dijadikan tombol pembuka pintunya. Sampai suara gemericik air itu telah berhenti.


   Rama dan Shinta saling pandang, karena orang di dalam kamar mandi telah menyelesaikan mandinya.


" Sembunyi!" Kata Rama.


" Dimana!" Shinta


    Mereka berdua begitu panik mau bersembunyi dimana. Rama menarik Shinta untuk bersembunyi di bawah tempat tidur.

__ADS_1


Ceklek...


Tepat setelah Rama dan Shinta masuk kebawah tempat tidur. Pintu kamar mandi dibuka.


*****


Tok…


Tok…


" Masuk!"


" Tuan Muda, ada apa anda memanggil saya?" Sam berdiri di dekat pintu.


" Sam aku minta, kamu cari informasi tentang orang - orang ini!" Adji menyerahkan foto yang bergambar empat pemuda tadi.


" Mereka ini siapa Tuan?" Tanya Sam saat melihat foto yang sudah usang. Walau masih dengan jelas dapat dilihat wajah - wajah orang itu.


" Aku rasa mereka adalah para bodyguard, yang bekerja untuk keluarga Pandawa." Kata Adji.


" Kalau mereka bekerja di keluarga Pandawa, pasti akan ada data pribadi milik mereka di dokumen para pekerja milik keluarga Pandawa." Jelas Sam.


" Terserah kamu mau mencari di mana. Yang penting aku ingin tahu siapa mereka." Kata Adji.


" Tuan Muda, apa hari ini tidak akan pergi ke kantor?" Tanya Sam, karena Adji masih memakai baju rumahan.


" Nggak aku mau dirumah saja bekerjanya" kata Adji malah memeluk Alice yang duduk di sampingnya.


" Tuan Muda ini sedang ingin bermanja - manja, Sam." Kata Alice.


" Apanya yang bermanja - manja. Aku sedang tidak enak badan. Sejak pagi tadi aku terus muntah - muntah." Adji malah cemberut.


Alice hanya tersenyum menahan tawanya.


" Suamiku ini lagi ngalamin morning sickness."


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA


KASIH BINTANG LIMA JUGA.


DUKUNG AKU TERUS YA.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2