Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius

Mamaku Wanita Super & Papaku Super Genius
#BAB 21


__ADS_3

" Bagaimana dengan keadaan suami saya ini ,Dokter." Alice begitu cemas dengan keadaan Adji.


" Maafkan kami, Nyonya. Dokter pribadi pasien yang akan menanganinya lebih lanjut." kata Dokter yang tadi memeriksa Adji.


" Oleh karena itu, sebaiknya Nyonya tanyakan langsung pada yang bersangkutan." Lanjut Dokter itu.


*****


Kini Adji telah dirawat secara intensif di ruang kamar VVIP. Sam yang tadi mengikutinya dari belakang, sekarang sedang mengurus administrasi. Alice duduk di kursi yang berada di sisi Adji. Sedangkan kedua anaknya tidur di sofa.


     Alice begitu sedih saat melihat wajah pucat Adji. Teringat perkataan Sam tadi saat di ruang IGD.


Satu jam lalu….


" Nyonya bagaimana keadaan Tuan Muda?" Tanya Sam begitu masuk ke ruangan IGD.


" Adji sedang diperiksa oleh dokter di dalam." Kata Alice dengan nada cemas.


" Apa Nyonya tahu kalau seminggu belakangan ini Tuan Muda mengurung diri di dalam kamar dan tidak mau bertemu dengan siapa pun?" Sam memberitahu Alice.


" Ya, karena dia sangat marah padaku!" Jawab Alice dengan suara rendahnya.


" Bukan!"


" Tuan tidak marah pada Nyonya,"


" Tapi Tuan marah pada dirinya sendiri."


" Tuan menyesali perbuatannya pada Nyonya. Karena dia terlalu cemburu, maka dia tidak mau mendengar apa yang dikatakan oleh Nyonya." Jelas Sam.


     Alice hanya diam saja mendengarkan omongan Sam mengenai Tuan Mudanya itu.


" Apa kamu tahu, Sam."


" Disaat orang marah, biasanya dia jujur mengungkapkan apa yang ada di dalam isi hati dan pikirannya." Kata Alice sambil menatap Sam.


" Dan aku berpikir apa yang telah diucapkan oleh Adji adalah benar apa adanya. Aku berpikir saat itu Adji mengungkapkan perasaannya dengan jujur." Alice membalikkan badannya dan berjalan ke arah anaknya yang sedang duduk di kursi.


" Hah, Tuan. Kamu itu membuat masalah menjadi besar, gara - gara foto." Gumam Sam dalam hati.


     Dan dokter pun menjelaskan kondisi Adji saat ini.


" Pasien kekurangan cairan dalam tubuhnya. Dan sepertinya dia makan dengan sedikit, akibatnya tubuhnya kekurangan tenaga."

__ADS_1


" Saat melihat daftar riwayat jejak medis pasien. Harusnya pasien tahu akan kondisi tubuhnya itu." Kata Dokter itu lagi.


" Tapi tidak membahayakan nyawanya kan dokter?" Tanya Alice cemas.


" Sepertinya tidak, karena pasien cepat - cepat dibawa kesini." Kata Dokter itu lagi.


" Dokter, terima kasih banyak. Sudah menolong suami saya." Alice bahagia saat mendengar penjelasan dokter terkait dengan kondisi Adji saat ini.


*****


     Walau sudah dua jam lebih, Adji belum juga sadar. Dan itu membuat Alice sangat cemas.


" Suamiku Sayang ayo bangun, buka matamu!" Bisik Alice disamping Adji. Air matanya tidak mau berhenti keluar dari kedua matanya itu. Sudah satu jam lebih Alice menangisi Adji.


    Alice mendengar dari Bisma, kalau Adji sudah dimarahi habis-habisan olehnya. Saat tahu kalau cucu menantunya sudah pergi dari mansionnya bersama anak - anaknya. Adji tidak mau makan, karena tidak sesuai dengan lidahnya. Karena semenjak menikah dengan Alice. Tugas memasak makanan untuk Adji, diambil alih oleh Alice. Jadi Adji sudah ketergantungan dengan rasa masakannya.


" Suamiku Sayang, kalau kamu mau membuka mata mu. Aku akan memaafkanmu!" Ucap Alice.


    Tangan Alice menelusuri wajah tampan Adji yang pucat itu. Disentuhnya bibir milik Adji yang biasanya suka melakukan serangan mendadak padanya. Sudah satu Minggu ini dia tidak merasakan kehangatannya.


" Suamiku aku ingin kita bersama - sama lagi seperti dulu. Menghabiskan waktu berduaan saja. Aku rindu kamu yang sering menggombal dan menyombongkan dirimu dengan kepercayaan diri yang tinggi itu. Bahkan lebih tinggi dari pegunungan Himalaya." Alice terkekeh mengingat tingkah suaminya.


" Dan ada kabar yang ingin aku beritahu kepadamu, yang membuat aku sangat senang." Alice membawa tangan Adji menyentuh perutnya.


     Alice menelungkupkan wajahnya, menangis tersedu, menahan sakit di dadanya. Alice menghentikan tangisannya saat merasakan ada tangan yang mengelus rambutnya. Dilihatnya Adji tengah membuka matanya. Alice tersenyum bahagia saat melihat itu.


" Suamiku akhirnya kamu bangun juga!" Teriak Alice senang.


" Istriku, maafkan aku!" Ucapan pertama yang Adji katakan saat membuka matanya.


" Iya aku sudah memaafkan kamu." Kata Alice sambil memencet tombol panggilan pada dokter dan perawat.


" Aku begitu menderita saat kamu pergi meninggalkanku." Suara Adji masih lemah.


" Iya makannya jangan mudah marah dan nuduh orang lain yang tidak-tidak." 


" Kalau orang lagi ngomong harus didengarkan terlebih dahulu penjelasannya."


" Katanya sangat cinta sama aku, tapi kamu tidak percaya sama aku."


" Dan sekarang sudah kamu rasakan kalau jauh dari orang yang dicintai itu sangat berat!"


" Makanya jangan suka marah - marah pada orang yang kamu bilang cinta."

__ADS_1


" Akhirnya baru belakangan rasa menyesal itu dapat dirasa, saat orang yang dicintai pergi meninggalkanmu, iya kan?"


" Makanya jadi suami itu jangan macam - macam sama istri."


" Setelah ditinggal baru tahu rasa!"


" Kamu sendiri yang menderita!"


" Dan kalau sedang marah itu sebaiknya banyak makan biar punya banyak tenaga. Karena marah itu sangat menguras tenaga."


     Alice ngomong sangat panjang bahkan mengalahkan panjangnya gerbong kereta api terpanjang di dunia. Sedangkan Adji merasa hatinya sangat senang saat mendengarkan ocehan Alice yang sangat dirindukannya itu. Berbeda dengan dokter dan perawat yang diam terkesima oleh ucapan Alice yang nggak ada putusnya itu. Mulut mereka menganga tak percaya dengan pendengarannya, kalau ada orang yang bicara sangat panjang seperti itu tanpa jeda.


*****


Adji yang telah berbaikan dengan Alice, kini sedang bermanja - manja lagi. Diciumnya seluruh wajah Alice. Apalagi bibir Alice yang telah menjadi candu baginya. Sampai Alice kewalahan akan serangan yang dilakukan oleh Adji. Melihat Adji yang sudah seperti itu, sudah bisa dipastikan kalau Adji sudah sembuh.



Dan makannya pun sudah lahap saat Alice menyuapinya, walau itu makanan dari rumah sakit yang notabene rasanya hambar. Bagi Adji saat ini, apapun makanannya yang penting Alice yang menyuapinya, maka dia akan makan dengan lahap.


     Sementara Si Kembar tadi sudah di ajak pulang bersama Bisma. Dan kini hanya ada mereka berdua di dalam ruang inap itu. Sedangkan Sam sedang mengurus segala keperluan Adji.


     Adji yang sudah lama tidak mencumbu Alice, sudah tidak tahan menahan dirinya. Adji mengajak Alice untuk mengarungi puncak nirwana.


*****


Dan sementara itu ditempat lain, ada seseorang yang sedang menelepon.


" Dimana dia sekarang?" Tanyanya pada orang yang sedang dihubunginya itu.


" Dia berada di rumah sakit." jawabnya.


" Kali ini lakukan dengan benar, jangan sampai dia lolos lagi!" perintahnya pada orang suruhannya.


" Baiklah akan saya kerjakan dengan baik perintah Tuan!" jawabnya lagi.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA.


KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS YA.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2