
Happy reading!
Gibran yang melihat kekasihnya melepas jaketnya itu sedikit tak terima. Walaupun gadis itu pakai masih memakai seragam SMA-nya, tapi hal itu malah membuat Arum terlihat sangat menggemaskan. Jangan lupakan pipi gadis itu yang sedikit merah karena panas.
"Gila cantik banget tu cewek yang lagi duduk di samping Angel CS," ucap Dewa menatap gadis yang ada di samping Angel dan teman-temannya. Cewek itu adalah Arum.
"Oh iya loh, gue juga baru lihat tuh cewek. Kayaknya masih SMA deh, noh seragamnya seragam SMA," ucap Satriya ikut menatap Arum.
"Mau SMA juga gak masalah, gue mau yang bening bening unyu kek tu cewek."
"Tapi kok bisa dia ada kampus kita? Apa dia diajak sama temannya atau gimana?"
"Kagak tahu juga."
Gibran yang mendengar itu langsung menghampiri keduanya. Ia marah dengan apa yang diucapkan oleh kedua temannya ini.
Memang tak salah sih, Arum memang sangat cantik tapi tetap saja ia tak suka jika para laki laki ini mengagumi sang kekasih segitunya.
"Lu berdua, jaga mata. Cewek yang kalian puji itu cewek gue. Gue yang ajak kesini, awas aja kalau sampai gue denger kalian ngomongin cewek gue," ancam Gibran pada keduanya dengan nada dingin.
"Ayo latihan lagi. Awas sampai kalian gak fokus," ucap Gibran.
Dewa dan Satria yang mendengar itu langsung terdiam. Tahu cewek itu milik kapten basket mereka, tak ada lagi niatan untuk menggoda cewek berseragam SMA itu.
"Cewek si Gibran ternyata," bisik Dewa yang mulai mengalihkan pandangannya.
"Jangan macam macam."
Dewa mengangguk kemudian berjalan menuju teman-temannya yang sedang latihan basket. Pikirannya masih tertuju dengan gadis cantik dan imut yang ada di kursi pemain itu.
Tak heran sih jika Gibran selama ini selalu menolak gadis-gadis cantik yang mendekatinya. Karena pacarnya sendiri cantiknya sudah sampai overload.
Latihan berlangsung dengan serius kali ini, bakat mereka di bidang olahraga memang tak diragukan. Apalagi Gibran yang menjabat sebagai kapten. Pembimbing mereka juga tak salah memilih Gibran dan timnya untuk mewakili kampus mereka.
Prittttt
Peluit tanda istirahat dibunyikan oleh pembimbing mereka. Para pemain yang latihan di lapangan itu langsung mengambil minuman mereka masing-masing, Angel dan dua kawannya juga sudah membawa minuman untuk Gibran. Berharap minuman mereka ada yang diterima, walaupun sudah sering mendapat penolakan dari laki-laki itu tapi Angel dan dua temannya tidak menyerah.
Tapi Angel juga tak seagresif Lidia, gadis itu cukup sportifitas dalam mengejar Gibran.
"Wahh Gibran jalan kesini tuh. Yuk kasih minum," ucap Wilona pada kedua sahabatnya.
Mereka dengan senyumnya menunggu Gibran sampai di tempat mereka dan mengambil minuman dari tangan mereka.
__ADS_1
Sedangkan Arum yang dari tadi bermain HP itu tak menyadari jika Gibran berjalan menuju arahnya.
Sampainya di tempat duduk Arum Gibran langsung berdehem hingga membuat arum langsung mendongakkan pandangannya.
"Eh maaf."
Arum langsung memberikan minuman yang tadi ya beli pada Gibran. Apa yang dilakukan Harun tak luput dari pandangan semua mahasiswi yang ada di lapangan itu. Mereka ingin tertawa karena selama ini kita tak pernah menerima air minum dari mahasiswa yang memberinya.
Tanpa disangka-sangka oleh mereka Gibran langsung mengambil air mineral itu dan meminumnya.
Arum bangkit dan mengambil tisu yang ada di sisi kursinya tadi dan mengusap peluh Gibran dengan lembut.
"Jaketnya kok dilepas?" tanya Gibran menikmati usapan lembut yang dilakukan Arum.
"Daritadi aku nahan gerah karena cewek cewek yang ada disini. Mana sok kecantikan lagi, katanya kamu calon cowok mereka. Gak tahu aja kalau kamu udah jadi milik aku," jawab Arum dengan cemberut tapi malah terlihat menggemaskan di mata Gibran.
"Hahaha kamu cemburu juga ya, aku gak nanggepin mereka kok. Asal kamu tahu aja tadi kamu juga jadi bahan omongan temen temen aku. Yang katanya kamu cantiklah, imutlah. Aku gak suka sayang, andai aku gak butuh penyemangat dari kamu aku udah kurung kamu di rumah tadi," timpal Gibran yang ikut kesal.
"Aku memang cantik dari sananya makanya kamu juga cinta sama aku. Kalau aku gak cantik kamu juga gak bakal mau sama aku," ucap Arum mencubit hidung pacarnya.
"Ya itu memang salah satunya aku suka sama kamu, selain itu aku juga suka sifat kamu yang apa adanya. Kapan-kapan kita nostalgia pas pertama kali kita ketemu," jawab Gibran dengan senyum.
Menghiraukan tatapan para mahasiswa dan mahasiswi di sana. Gibran menggeser tasnya dan duduk di kursi itu. Mumpung masih ada waktu untuk istirahat sebelum lanjut bermain basket lagi.
Pada dasarnya mereka sudah menjadi idola sejak SMA jadi tak terlalu menghiraukan apa yang dilakukan para fans mereka. Entahlah kadang heathers juga Arum sebut fans karena ia tak mau ambil pusing selagi tak merugikan dirinya dan nilainya di sekolah tetap bagus.
"Dia ceweknya Gibran?" tanya Louis pada mereka.
"Iya dia pacarnya, kenapa?" tanya Reno yang sedikit lesu karena hari ini ia tak ditemani istrinya.
Keysha tadi mabok saat ingin ikut, hingga membuat orang tua Reno tidak memperbolehkan wanita hamil itu untuk ikut Reno ke kampus.
"Kok lu tahu?" tanya Dewa pada Reno.
Mungkin mereka lupa jika Reno adalah sahabat Gibran, sejak SMA. Bahkan sahabat Gibran dari SMA yang masih bersama Gibran ya Reno doang. Sahabat Gibran yang lain memilih kampus negeri yang biayanya sedikit rendah.
Jangan kalian pikir Gibran yang anak orang kaya bersahabat dengan anak orang kaya juga. Laki-laki itu di SMA memiliki banyak sahabat dari kalangan bawah. Bahkan setelah bersahabat dengan Gibran, para sahabatnya jadi memiliki pekerjaan walau menjadi pelayan di sebuah restoran dan kafe. Jangan begitu mereka memiliki penghasilan sendiri dan bisa membantu keluarganya.
"Sahabat gue ya pasti gue tahu," jawab Reno duduk di kursi itu dan mengambil ponselnya.
Laki-laki itu menatap galeri yang memperlihatkan seorang wanita yang sedang memegang foto USG bayi mereka yang masih kecil.
"Kangen istri, Boy?" ledek mereka yang membuat Reno sedikit kesal.
__ADS_1
"Kalian gak pernah ngerasain gimana rasanya jauh dari istri hah. Apalagi sekarang dia lagi hamil, gue kangen tahu. Kalian gak pernah rasain karena belum nikah," jawab Reno dengan sewot.
Teman teman Reno hanya tertawa melihat seorang suami yang sangat merindukan istrinya itu. Mereka berpikir apakah nanti mereka juga akan seperti Reno saat sudah menemukan wanita yang tepat.
"Tapi ya, cantiknya gak ada obat itu cewek," ucap Nando yang kini tatapannya beralih pada Gibran dan Arum yang ada disana.
"Lihat tuh para mahasiswi yang demen ama Gibran, patah hati berjamaah woyy. Gue kira Gibran cuma asal aja bilang dia udah punya cewek," ucap Satriya menatap para cewek yang juga sebagian banyak menatap Gibran dan Arum tak terkecuali Angel CS.
Sepertinya para mahasiswi itu sok berat dengan kenyataan yang ada di depan mata mereka. Semoga setelah ini tidak ada kejadian yang bu**h d*** atau apalah itu.
"Syok mereka pasti," jawab salah satu dari mereka.
****
"Gibran, ini pacar kamu?" tanya Angel yang memberanikan diri untuk bertanya pada laki laki itu.
"Ya ini pacar gue, napa masalah buat lu?" tanya Gibran ketusnya.
Arum yang mendengar itu hanya menahan tawanya, apa selama di kampus Gibran bersikap cuek dan ketuk seperti ini pada lawan jenisnya.
"E... Enggak kok, cuma tanya. Oh ya nih minuman buat lu, kalau gak mau kasih aja sama teman teman kamu," ucap Angel dengan senyum paksa mengulurkan botol minum itu.
Karena Gibran tak mengambil minuman itu akhirnya Arum yang menerimanya kemudian mengucapkan terima kasih dengan senyum tulusnya.
"Makasih ya kak."
"I... Iya sama sama."
Kedua teman Angel juga melakukan hal demikian dan diterima oleh Arum. Angel CS kembali duduk dengan gugup dan patah hati. Gugup karena mereka sedikit dekat dengan Gibran tapi mereka juga sakit hati karena melihat Gibran yang sudah memiliki pacar yang sangat cantik.
"Nih kasih ke teman teman kamu, pasti mereka haus," ucap Arum dan dianggukkan oleh Gibran.
Gibran memanggil teman-temannya dan memberikan tiga botol minuman pada mereka. Setelah itu tatapan Gibran kembali pada Arum.
"Kalau kamu haus, minuman tadi juga masih kok," ucap Gibran memberikan botol air yang tadi ia minum.
"Nanti aja."
Pritttt
15 menit istirahat sudah selesai, Gibran dan teman-temannya kembali kelapangan untuk melanjutkan latihan mereka.
Sedangkan kini Angel CS kini mendekati Arum dan mulai bertanya tanya tentang hubungan mereka.
__ADS_1
Dengan jujur Arum pun menjawab pertanyaan dari mahasiswi yang belum ia ketahui namanya.
Bersambung