
Happy reading
"Yank elus lagi perutnya," pinta Keysha pada Reno yang kini malah fokus lagi main game.
Setelah Gibran dan lainnya tadi berangkat keduanya langsung naik ke atas menuju kamar mereka dan berdiam diri disana.
Dan pasti kalian tahu apa yang mereka lakukan disaat vila sepi seperti ini. Yah, adegan maju mundur cantik tak terelakkan lagi.
Saat ini mereka masih betah berada di atas kasur dengan posisi yang membuat ahhh sudah lupakan. Pokoknya selimut itu sudah tak terbentuk lagi karena ulah keduanya.
"Iya sayang sini aku elus, emm manja banget sih. Baby mau papa elus terus hmm?" tanya Reno mengelus perut polos Keysha.
"Iya papa. Mama capek kalau harus elus aku terus sekarang gantian, Papa yang elus aku," jawab Keysha menurunkan suara anak kecil kala dirinya mendapat elusan lembut di perutnya.
Muachhh
Reno memberikan kecupan lembut di kening Keysha karena kalau mau ke perut Keysha itu sangat jauh dari jangkauannya.
"Mau makan sosis," ucap Keysha dengan pelan.
"Sosis yang mana?" tanya Reno memamerkan sosisnya.
"Sosis yang buat bakar bakar nanti malam," jawab Keysha menoleh sosis yang ada di depannya.
Memang posisinya Keysha sedang berbaring di paha Reno yang menjadi bantalnya. Jadi tak sulit untuk menjangkau sosis panjang itu.
"Nakal banget sih ma."
"Salah sendiri baperan," jawab Keysha tanpa rasa bersalah mengecup pucuknya.
"Dasar, emang kamu gak capek?" tanya Reno dengan tangan yang masih setia mengelus perut yang sedikit mengembung itu.
"Capek sih, tapi kalau mau main lagi ayok."
Reno yang mendengar ucapan sang istri itu tertawa kemudian mengangkat kepala Keysha dengan lembut kemudian ia mulai memposisikan dirinya berada di bawah Keysha.
"Yakin nih gak apa apa. Kalau kamu minta berhenti aku gak akan dengar lagi kayak kemarin ya," ucap Reno dan dianggukkan oleh Keysha.
Hormon dalam tubuh Keysha meningkat drastis sejak ia hamil. Jangan tak salah kalau gadis itu tiba tiba ingin bercin*a dengan suaminya. Bahkan kata dokter itu wajah wajar saja asalkan mereka bisa menjaga anak mereka yang masih ada di dalam perut.
Mereka mulai melakukan rutinitas seperti biasa hingga beberapa saat kemudian keduanya sampai di puncak masing-masing.
__ADS_1
"Ahh."
Reno mengeluarkan cairan itu di luar tubuh Keysha karena itulah yang dikatakan dokter. Apalagi kandung Keisha masih di trimester pertama.
"Ya Tuhan harus berapa kali kita ganti seprai, Yank?" tanya Keisha menatap sprei yang sudah kembali kotor hingga membuat keduanya tertawa.
"Nggak tahu mungkin puluhan kali," jawab Reno memeluk tubuh Keysha.
Entah sudah beberapa kali mereka melakukan hal ini hingga membuat tubuh mereka sedikit lemas.
Bahkan Reno tak ingin melepaskan dirinya yang saat ini kembali menempel seperti perangko.
"Hahaha kamu bosen gak seharian kayak gini? Gak mau keluar jalan jalan juga?" tanya Keysha pada Reno.
"Gak ada kata bosan kalau sudah sama kamu," jawab Reno mengecup kening Keysha kemudian menggulingkan badannya ke samping.
"Halahh gombal."
Mereka berdua tertawa kala menyadari apa yang mereka lakukan.
"Emang kamu mau jalan-jalan? Kalau iya aku bisa ngajak kamu keliling villa ini. Di belakang villa ada danau buatan, pasti kamu senang disana," ucap Reno mengambil tisu yang ada di sampingnya. Kemudian laki-laki itu membersihkan tubuh mereka yang kotor, dengan teladan laki-laki itu juga membersihkan ar*a sensi**f Keysha.
Cups
Keysha pun dapat merasakan ketulusan dari suaminya itu, Keisha bersyukur memiliki Reno sebagai suaminya. Walaupun mereka sudah bersama sejak kecil bahkan sudah mengetahui keburukan dan kebaikan masing-masing, hal itu tak membuat keduanya ilfil.
"Aku juga bahagia menjadi bagian dari hidupmu, kita sudah bersama sejak kecil. Dan pernikahan kita adalah hal terindah yang aku lalui bersama kamu," balas Keysha dengan senyum manisnya.
Setelah selesai membersihkan tubuh mereka Keysha dan Reno berjalan menuju kamar mandi untuk mandi sebelum keluar dari kamar.
Bau aktivitas mereka tercium jelas hingga membuat keduanya tersenyum malu. Tak pernah terbayangkan sebelumnya mereka akan menjadi suami istri mengingat mereka adalah sahabat sejak kecil.
Setelah selesai mandi bersama, mereka berdua langsung keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian.
***
Reno dan Keysha kini sudah berjalan keluar kamar menuju danau buatan yang ada di belakang villa.
Tak lupa tangan yang saling bersautan hingga membuat keduanya tampak serasi jika dilihat oleh orang lain.
"Bagus banget, siapa yang udah buat danau ini?" tanya Keysha menatap danau buatan yang ada disana dengan kagum.
__ADS_1
Bagaimana dia tidak kagum dengan keindahan alam yang ada di depannya ini. Padahal Ia sudah dua hari di sini tapi tak pernah tahu jika di belakang villa ada danau buatan dengan taman bunga yang sangat indah.
Tidak ada kata bosan jika melihat danau mikirnya dan taman bunga yang sangat indah itu.
"Emm buat danau itu yang buat warga disini atas permintaan kakek, karena ini adalah danau permintaan nenek dulu sebelum menikah dengan kakek. Sedangkan taman bunga ini adalah taman yah awalnya hanya berberapa bunga aja disana tapi makin lama makin banyak dan terawat," jawab Reno membawa Keysha ke sebuah ayunan.
Keisha menurut saja di bawah oleh Reno ke ayunan berada di bawah pohon itu. Satu-satunya pohon yang ada di area villa itu, sangat rimbun dan juga sangat terawat membuatnya menjadi salah satu tempat terfavorit di sana.
"Wah jadi nenek kamu yang memiliki ide buat danau ini? Dan kakek kamu hebat banget bisa meminta bantuan para warga untuk membuat danau," ucap Keysha yang terkejut dengan cerita adanya danau buatan yang sangat indah ini.
Ia mengatakan seperti itu karena ia tak jarang melihat danau selain danau buatan kecil yang ada di depan kampus mereka.
Reno menyuruh Keysha untuk duduk di ayunan itu sedangkan Reno berjalan ke belakang sang istri.
"Bisa dibilang kisah cinta kakek dan nenek hampir mirip dengan cerita Roro Jonggrang, tapi ini versinya si Roro Jonggrangnya suka beneran sama Bandung Bondowoso bukan cuma syarat."
Reno mendorong pelan ayunan itu hingga membuat gadis itu tersenyum manis.
"Hahaha ini lagi, syaratnya buat danau bukan candi lagi," ujar Keysha dengan senyum manisnya.
Wanita hamil itu membayangkannya nenek dan kakek suaminya ini yang dulu juga sangat menyayanginya. Ia tak menyangka jika keduanya memiliki kisah seperti itu.
"Sayang sekarang mereka sudah tiada, kamu pasti bisa merasakan bagaimana lembut dan penyayangnya kakek dan nenek. Karena kamu juga sempat ketemu saat kecil dulu," ujar Reno dengan senyum manisnya.
"Iya nenek sangat penyayang, bahkan aku saja dulu nyaman banget sama nenek. Sedangkan kakek orangnya sangat loyal, apalagi saat kita kecil dulu. Kakek selalu membelikan apa yang kita inginkan walaupun itu hal yang tidak mungkin," jawab Keysha dengan senyum manisnya.
Dulu kakek memang terkenal orang yang sangat kaya di kotanya hingga membuat banyak wanita terpesona dan berlomba lomba ingin menjadi wanitanya kakek tapi kakek malah kepincut dengan gadis sederhana yang memiliki rumah di ujung kota. Bahkan keberadaan gadis itu sangat minim diketahui oleh orang lain.
Kakek bertemu gadis itu adalah disaat gadis itu berangkat ke pantai karena ingin mencari kerang untuk dimasak. Dan pertemuan mereka tak bisa lagi terhindarkan, padahal saat itu kakeknya menyapa gadis itu tapi ternyata sampai di rumah pun kakek selalu teringat dengan senyum manis gadis pencari kerang itu.
Dan gadis itu adalah nenek, nenek memang wanita sederhana yang membuat kakek jatuh hati pada pandangan pertama. Awalnya nenek risih dengan kehadiran kakek yang sangat mengganggunya, tapi lama kelamaan mereka mulai nyaman.
Rasa rendah diri pada diri Nenek membuat nenek tak kunjung memberikan jawaban pada kakek yang mengajaknya menikah padahal saat itu usia nenek dan kakek sudah menginjak 27 tahun.
Akhirnya nenek memberi syarat pada kakek untuk membuatkan dirinya danau kecil yang hanya boleh dikerjakan dengan cara manual oleh 5 orang saja selama 2 minggu. Kakekpun menyetujuinya, hari itu juga kakek langsung membuat danau yang dimaksud oleh nenek.
Dengan beralatkan cangkul ia dan 4 orang warga mulai membuat danau di belakang rumah Kakek.
Diam diam nenek mengamati apa yang dilakukan oleh kakek dan 4 pekerja lainnya. Disaat para warga mulai istirahat kakek masih terus mencangkul hingga membuat nenek terenyuh dengan apa yang dilakukan kakek.
Dan setelah 2 Minggu berlalu danau buatan itu selesai di buat. Dan saat itu juga nenek langsung menyetujui keinginan kakek untuk menikah, walau banyak yang tidak setuju dengan pernikahan mereka tapi selagi restu orang tua sudah mereka kantongi omongan orang itu sudah tak lagi penting.
__ADS_1
Dan lihatkan sekarang kakek dan nenek sudah memiliki cucu dan akan memiliki cicit. Pasti nenek dan kakek sangat senang dengan adanya cicit yang masih berada di dalam perut Keysha itu.
Bersambung