
Happy reading
Sampainya di dalam kelas ternyata Yanti sudah duduk di bangkunya seperti biasa sedang menyalin tugas rumah yang diambil dari Mika si pintar di kelas mereka tapi baik hati karena mau memberi jawabannya pada teman-temanya asal ditraktir makan saat istirahat nanti.
Mika memang mengandalkan kepintaran otaknya untuk memeras teman temannya yang menyontek dirinya. Walaupun ia memiliki uang tapi apa salahnya berbisnis. Itulah isi otak Mika.
"Eh Rum, gak sekalian nyontek lu?" tanya Mika yang sedang menunggu bukunya.
"Gak, udah ngerjain gue. Nanti kayak kemarin lagi, lu makannya kek gak tahu diri," ucap Arum dengan nada bercanda.
Gadis itu hanya tersenyum hingga memperlihatkan giginya yang putih. Kadang-kadang Mika juga tak tahu diri jika ditraktir oleh temannya.
"Eh katanya hari ini kita bakal jenguk si Aldo loh. Wali kelas kita juga ikut, kan dia anak berprestasi sayang kalau sakitnya lama," ucap Mika membuka permen karet yang ada disaku bajunya.
Yanti dan Arum paling pandang kemudian menganggukkan kepalanya, lagian tak ada salahnya menjenguk Aldo yang sudah beberapa hari tidak masuk karena sakit. Arum sendiri sedikit bingung dengan penyakit Aldo, jika hanya demam atau sakit biasa tak mungkin sampai selama ini.
"Gue nebeng ya gaes, gak bawa motor dan gak bawa mobil gue," ucap Arum dengan senyum.
"Oke, lu sama gue nanti. Tapi lu yang nyetir, gue lagi mager," ucap Mika memberikan kunci motornya pada Arum.
Karena Yanti sudah pasti dengan Vito, tadi pagi kedua sahabatnya itu berangkat bersama jadi besar kemungkinan mereka akan berangkat ke rumah Aldo juga berdua.
"Motor yang mana nih?" tanya Arum dengan mata berbinar.
"Si Miki, terpaksa gue pakai itu karena Moci lagi di bengkel," jawab Mika yang membuat Yanti yang sedang menulis itu hanya bisa menggeleng. Memang agak lain temannya ini.
Miki adalah motor sport merk honda all new CBR 150R, sedangkan Moci adalah motor sport bermerk kawasaki ninja 250 SE ABS. Yang harganya juga gak main main untuk ukuran anak SMA. Dan asal kalian tahu Mika mendapatkan dua motor itu dari balap liar sebelum akhirnya orang tuanya melarang Mika untuk ikut balapan.
"Oke, gue juga mau ngerasain lagi naik motor gede. Anjaii gue gak sabar, emang kapan kita jenguk si Aldo?" tanya Arum yang kini tiba tiba bersemangat.
Memang agak aneh Arum ini, orang mau menjenguk orang sakit malah dia senang mau naik motor.
Bukannya tanpa alasan senang seperti ini, karena ia juga sangat ingin mengendarai motor besar lagi. Dulu pernah berberapa kali bawa motor sport milik Gibran tapi berakhir jatuh hingga membuat kakinya cedera setalah itu keluarga mereka dan juga Gibran melarang Arum untuk bawa motor sport atau motor besar lainnya.
Setelah dikonfirmasi kepada ketua kelas dan sekretaris, ternyata waktu menjenguk Aldo adalah setalah jam pulang sekolah. Berarti masih lama banget.
Arum yang tadinya semangat ini sedikit loyo semangatnya. Padahal Gadis itu ingin sekali mengendarai motor milik Mika itu.
__ADS_1
"Udah gak usah sedih, nanti lu terus yang bawa motornya. Bahkan kalau perlu gue antar lu ke rumah," jawab Mika yang mengetahui Arum tak bersemangat seperti tadi setelah Yanti membisikinya.
"Gue maunya sekarang."
"Cup cup anak Mama, jangan sedih. Nanti kakak belikan permen kaki mau," ucap Yanti yang membuat mereka tertawa.
"Isshhh sebel."
Suara sepatu yang bertabrakan dengan lantai itu membuat para siswa yang tadinya ngumpul jadi berhamburan ke bangku masing masing.
Bu Neneng sang wali kelas datang bersama seorang murid perempuan yang tak asing di mata Yanti dan Arum.
"Assalamu'alaikum anak anak."
"Wa'alaikumsalam Bu."
"Maaf untuk hari ini ibu belum bisa ngajar lagi dan sebagai gantinya kalian kerjakan buku paket hal 123."
"Ibu itu yang disebelah siapa?" tanya salah satu murid.
"Perkenalkan ini teman baru kalian, anak pindahan dari SMA Mutiara. Perkenalkan diri kamu nak."
Mereka yang ada di kelas itu melongo mendengar perkenalan diri dari gadis yang tak lain adalah Loly.
"Apakah ada yang bertanya?" tanya Loly dengan senyum manisnya.
"Bukannya di gang maleo gak ada rumah ya?" tanya laki laki yang duduk di depan.
"Lah emang, kan gue bilang alamat warung jengkol. Bukan alamat rumah gue, kebetulan itu usaha milik om gue tuh, kapan kapan mampir ya, dijamin lu bakal betah seharian disana," jawab Loly seraya promosi.
Emang ada gila ini anak baru, bukannya menjaga nama baik di hari pertama malah bikin orang ngakak seperti ini.
"Sudah sudah kamu ini disuruh perkenalan diri malah promosi warung."
"Lah ibu tadi bilang perkenalan diri bukan perkenalan nama jadi apa salahnya saya sebut semuanya?" tanya Loly belagak bego yang membuat Bu Neneng di dera sakit kepala seketika.
"Udah jangan bicara terus, duduk kamu disamping Mika. Dari kemarin gak ada yang tahan duduk sama dia, kalau kamu tahan ya monggo habis itu kerjain tugasnya," ucap Bu Neneng menunjuk bangku kosong yang Anda di depan Arum dan disamping Mika.
__ADS_1
"Siap Bu."
Loly berjalan menuju bangku kosong yang ada di samping Mika, sedangkan Bu Neneng sudah keluar dari ruang kelas itu menuju kantor karena ia ada rapat dengan guru-guru lain.
"Halo gaes gak nyangka bisa sekelas lagi. Setalah sekian purnama gue gak ada teman asik disekolah, akhirnya bisa sekelas lagi sama kalian berdua," ucap Loly memeluk Arum dan Yanti.
"Kita juga seneng."
"Lu gak kangen sama gue Lol?" tanya Vito yang sedang memainkan rambut Yanti.
"Lal lol lal lol, nama gue Loly panggil Loly jangan Lol emang gue tolol apa, dasar. Kenapa sih lu ada di kelas ini?" tanya Loly yang rasanya ingin memukul Vito.
Loly dan Vito adalah saudara sepupu tapi hubungan keduanya tak pernah akur. Setiap bertemu ada saja yang diributkan.
Arum dan Yanti bertemu Loly pertama kali ketika Yanti dan Arum belajar kelompok di rumah itu saat SMP. Dari saat itu mereka berteman tapi tak sampai sahabat karena sahabat Yanti hanya Arum selebihnya hanya teman dekat saja.
"Iya Loly, emang lu tuh tolol mas lu udah pikun sih?" tanya Vito yang membuat Loly berdiri dan ingin menarik rambut Vito tapi keburu ditahan oleh Mika.
"Udah gak usah diladenin, nih tugas gue kalau lu mau nyontek. Tapi nanti traktir gue makan ya," ucap Mika memberikan buku tulisnya pada Loly.
"Thanks banget Mika. Nanti lu, gue traktir sepuasnya," ucap Loly yang tidak tahu akal akalan dari Mika.
Tampak sekali menarik senyumnya dengan lebar, dapat traktiran dari Yanti dan juga dapat traktiran dari anak baru yang bernama Loly.
Sedangkan Yanti dan Arum yang melihat itu langsung meringis membayangkan berapa banyak uang yang dikeluarkan oleh Loly dan Yanti nanti.
"Semoga duit lu banyak ya say," gumam Yanti dan Arum menatap Loly yang sedang menyalin tugas itu.
"Eh gue gak sabar nunggu pulang sekolah," ucap Arum pada teman temannya.
"Aneh lu, katanya gak suka sama Aldo?"
"Lah emang gue gak suka, gue seneng karena mau ngendarai motor sport milik Mika tuh. Sapa tahu nanti gue jadi pembalap," ucap Arum yang makin ngelantur omongannya.
"Gila."
"Biarin," jawab Arum tak peduli.
__ADS_1
Bersambung