Mantan Tapi Sayang

Mantan Tapi Sayang
Naufal dan Gibran


__ADS_3

Happy reading!


Malam harinya Gibran duduk di depan laptop yang masih menyala. Laki-laki itu diminta ayahnya untuk mempelajari beberapa proposal yang dikirim lewat email, karena Gibran adalah anak tunggal jadi otomatis perusahaan yang dipimpin oleh ayahnya akan turun padanya.


Laki-laki dengan kecerdasan hampir menyerupai sang papa itu tak terlalu mengeluh. Karena memang Gibran sudah beberapa kali ikut ke kantor walau belum banyak yang tahu jika Gibran adalah anak dari Papa Abi.


Saya sedang fokus dengan laptopnya tiba-tiba ponselnya mendapat banyak notifikasi hingga membuat konsentrasinya buyar.


"Sialan, ni orang kenapa sih. Arum yang pacar gue aja gak sampai kayak gini, ini lagi kenapa banyak notif dari Instagram dan juga WhatsApp."


Gibran hafal mana yang dari Arum mana yang nomor tidak dikenal dan juga nomor para teman-temannya. Karena Gibran membeda-bedakan nada pesan mereka.


Dewa


Gib, lu tranding di Instagram tahu.


Reno


Foto lu sama Arum ada di akun lambe turah kampus.


Melihat pesan yang dikirim oleh Reno dan Dewa, Gibran langsung mengecek aplikasi Instagram miliknya. Dan benar saja banyak notifikasi dari teman-temannya yang menandai dirinya di komentar akun lambe turah.


Gibran melihat foto yang di post itu, ada yang Gibran latihan, Gibran yang menghampiri Arum, Arum yang mengusap keringatnya, dan yang terakhir adalah saat Arum dan Gibran sedang memakan bakso di kantin.


Bukannya marah Gibran malah tersenyum melihat foto-fotonya yang di candid oleh mahasiswi di sana. Kenapa juga harus marah kan yang di pos itu foto dirinya dan pacarnya lagi pula tidak ada yang melanggar aturan dia tidak ciuman di sana ataupun melakukan hal yang melanggar aturan di kampus itu.


Gibran malah menulis komentar di postingan akun lambe turah kampus yang nantinya pasti akan membuat geger mahasiswi disana.


📷


Disukai oleh renokey dan 369.975 lainnya


lambe_turah_universitas pasangan baru nih bos.


gibranaxez


Bukan pasangan baru tapi udah 2 tahun lebih. Tapi fotonya bagus, thanks ya.


Setelah memberi komentar di postingan itu, Gibran langsung menonaktifkan akun Instagramnya untuk beberapa waktu. Dirinya juga butuh konsentrasi untuk melihat proposal yang ada di laptopnya ini.


Tapi sebelum itu Gibran juga menyuruh Arum untuk menonaktifkan akun Instagramnya karena Gibran tahu Gadis itu selalu melihat-lihat reel di Instagram.


Anda


Sayang, kita tranding di Instagram jadi tolong kamu nonaktifkan akun Ig kamu ya. Aku gak mau kamu baca komentar yang gak baik di sana.


Tak lama mengirim pesan itu Arum langsung membalasnya.


ArumLv

__ADS_1


Oke siap👍, oh ya kamu sibuk banget ya?


Anda


Sedikit sih cuma ngecek proposal yang dikirim papa, kenapa sayang kamu kangen ya?😘


ArumLv


Kangen? Iya kau kangen, pengen peluk cium kamu🥰


Gibran yang melihat itu hanya tersenyum tipis kemudian menekan tombol video di atas layar itu. Benar saja Arum langsung mengangkat panggilan video dari Gibran.


"Siapa nih yang pengen dipeluk dan dicium?" tanya Gibran menatap wajah sang kekasih yang memenuhi layar ponselnya.


"Aku," jawab Arum dengan senyum.


"Tunggu besok pagi aku bakal cium dan peluk kamu sampai kamu puas," ucap Gibran meletakkan ponsel itu disamping laptop.


"Siap komandan, oh ya aku belum ngasih tahu kan kalau kak Naufal dan Kak Cika pulang hari ini."


Gibran yang tadinya menatap laptop ini beralih menatap layar ponselnya. Kakak iparnya pulang? Duh gimana besok kalau diintrogasi. Pasalnya kakak Arum itu sangat posesif dengan adiknya hingga membuat Gibran sendiri sedikit canggung. Beda dengan Papa Sandi dan Mama Tiya yang boleh boleh saja jika ia mengajak sang kekasih jalan atau pulang telat.


"Terus gimana?"


"Besok pagi kamu disuruh ke rumah, dia mau ketemu."


"Yah yank, nanti kita gak bisa bebas jalannya. Aku gak bebas kalau mau ajak kamu ke kampus buat latihan basket. Padahal aku seneng banget waktu kamu ada dan semangatin aku," ucap Gibran dengan wajah cemberutnya.


Jalan satu satunya adalah ngapel di rumah Arum, agar tidak membuat Kakak Arum itu curiga.


"Kan bisa izin sayang. Lagian kakak itu baik kok, kamu jangan takut hmm."


"Iya."


Akhirnya berdua berbincang dalam panggilam Video itu. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam tapi belum ada tanda tanda mereka ingin menyudahi panggilan video itu.


"Eh eh tunggu dulu, kamu cuma pake tank top ya?" tanya Gibran dengan selidik saat ia melihat sedikit leher sang kekasih yang terekspos.


"Hehehe iya tadi gerah banget sumpah, padahal AC juga udah hidup."


"Lepas aja sekalian, biar adem," saran Gibran dengan sesat.


"Itu sih maunya kamu," jawab Arum seraya menarik selimut hingga sampai batas hidung.


"Loh kok jadi ninja sekarang," ledek Gibran yang melihat hanya tinggal dua mata saja disana.


"Ahh kamu mah jahil, aku matiin nih VC nya," ancam Arum pada Gibran. Mata gadis itu membulat dengan cantik, hingga membuat Gibran gemas dibuatnya.


"Ya sudah kalau memang mau dimatikan, jangan lupa langsung tidur. Jangan nonton reel Ig dulu," ucap Gibran dengan perhatian.

__ADS_1


"Ish kamu gak peka."


"Peka sayang, aku maunya juga gak ingin mematikan VC kita tapi ini sudah malam. Besok kita masih harus sekolah dan aku ke kampus. Besok aku beliin cokelat deh kalau kamu langsung tidur," ucap Gibran yang rasanya ingin mendekap tubuh sang kekasih.


"Cokelat? Beneran ya besok pagi kita mampir idoapril ya," ucap Arum dengan senyum.


"Iya sayang iya. Udah habis ini bobo ya," bujuk Gibran dan dianggukkan oleh Arum.


Akhirnya setelah berberapa saat mereka berbincang lewat VC kini harus dimatikan karena hari juga sudah malam mereka harus tidur agar besok pagi fresh.


***


"Mah, Arum mana udah jam segini dia belum turun?" tanya Naufal yang sudah duduk di meja makan bersama keluarganya dan juga Gibran yang memang sengaja di suruh datang lagi oleh Naufal.


"Dia kesiagaan, paling tadi malam dia tidurnya larut," jawab Mama Tiya mengambilkan nasi untuk suaminya.


"Larut? Kan jam 10 malam tadi sudah aku suruh tidur. Apa dia masih sempat nonton?" tanya Gibran dalam hatinya.


Naufal yang melihat calon adik iparnya sedikit gugup itu langsung berdehem.


"Kenapa jadi kikuk gitu?" tanya Naufal dengan tegasnya.


"Enggak kak, cuma nunggu Arum belum turun juga," jawab Gibran dengan spontan tanpa tahu jika Arum sudah berdiri di belakang Gibran.


"Wong aku udah ada belakang kamu. Gak lihat hmm?" tanya Arum menarik rambut Gibran.


Gibran meringis kesakitan dibuatnya, kemudian menoleh kebelakang dan benar saja Arum sudah duduk di tempat duduknya.


"Udah jangan pada debat, ayo sarapan dulu. Kamu juga, anak kamu dari tadi udah merengek minta makan," ucap Cika pada mereka terutama suaminya ini.


"Oh anak papa lapar? Atau Mamanya yang lapar?" tanya Naufal mengelus perut sang istri.


"Kan makanan Mama juga buat baby. Kamu gimana sih?"


Mereka yang melihat betapa romantisnya pasangan ini hanya tersenyum. Tak terkecuali Gibran, laki laki itu selalu mencontoh pasangan serasi selama ini mulai dari orang tuanya, orang tua Arum, dan juga kakak dan kakak ipar Arum. Ia berharap sesuatu saat nanti ia bisa seperti mereka yang selalu romantis dan akur.


Tanpa Gibran tahu jika setiap pasangan itu selalu diuji dengan kemampuannya masing masing. Ada yang dari harta dan juga pasangan itu sendiri tinggal kita gimana buat mempertahankan.


Setelah selesai memakan sarapan mereka, Naufal menyuruh Gibran untuk mengikutinya. Gibran menatap Arum dan dianggukkan oleh Arum.


Kini mereka sudah berada di ruang tamu yang sedikit berantakan.


"Duduk."


"Langsung aja, Kakak gak suka kalau kamu selalu bawa Arum ngeluyur. Dia anak cewek yang masih labil perasaannya, jangan karena kamu keseringan bawa dia keluar dia jadi nak dan gak mau belajar," ucap Naufal tanpa basa basi setelah mereka duduk di sofa itu.


"Iya kak, Gibran juga paham dengan perasaan Kakak. Tapi kakak tenang aja, kalaupun Arum aku ajak keluar kita gak ketempat yang aneh aneh. Paling cuma makan dan nonton, kalau kemarin Gibran ajak Arum buat ke kampus nonton Gibran latihan," jawab Gibran dengan senyum tipisnya menatap sang kakak ipar. Sedari tadi kakak ipar terus belum juga jadi ipar.


"Kakak percaya sama kamu tapi kakak gak percaya sama mereka yang ngedeketin kamu," ucap Naufal yang membuat Gibran terdiam.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2