
Happy reading
"Ahh... Ahhh... Ahh... Ohh sayang."
"Eughh yahh kamu semakin pintar hmm ahh."
Keysha yang mendengar pujian dari sang suami itu tersenyum dan menggerakkan tubuhnya di atas tubuh Reno.
"Sayang aku mau sampai ahh."
"Bersama baby, aku juga hampur," jawab Reno dengan cepat membantu sang istri.
Keysha langsung mundur dari tempatnya dan membiarkan cairan itu mengenai perutnya.
"Maaf ya gak bisa di dalam."
"Its oke sayang, gak apa apa. Aku suka kayak gini, kamu lebih agresif dari malam sebelumnya."
Keysha yang mendengar itu hanya tersenyum. Entahlah akhir akhir ini banyak hal yang berubah dari dirinya, ia yang gampang nangis, marah dan gampang merasa ingin.
Keysha turun dari tubuh Reno dan berangsur berbaring di samping Reno.
"Tarik selimutnya."
Tanpa menjawab laki laki itu langsung menarik selimut tebal itu hingga menutupi tubuh mereka.
"Ahh yank apa yang kamu lakukan," ucap Reno yang merasakan tangan istrinya nakal sekali memegang dan memainkan anakonda miliknya.
"Pingin aja," jawab Keysha memiringkan badannya menghadap Reno.
"Nakal kamu ya ahh ahh tapi enak."
"Nikmati aja."
Reno menganggukkan kepalanya dan meraih kembar cantik itu dan mer emasnya dengan lembut.
"Enak."
Mereka berdua melakukan apa yang mereka inginkan hingga jam menunjukkan pukul sebelas malam. Gibran yang mengarah Reno dan Keysha sudah masuk alam mimpi itu ternyata salah besar, kedua pasangan suami istri itu sedang melakukan rutinitas malam mereka sebagai suami istri.
QSetelah berberapa saat akhirnya Reno merasakan ada yang ingin meledakndari dalam tubuhnya. Keysha pun langsung menyingkap selimut itu dan membiarkan apa yang ingin keluar keluar.
"Ahhh."
"Hihihi dulu ini yang bisa jadi calon anak kita, sekarang terbuang sia sia gini."
"Kan udah ada yang disini, gak gak sia sia."
Mereka meraih tisu yang ada di samping tempat tidur itu dan membersihkan diri mereka.
"Udah ya yuk tidur, udah malam banget nih," ucap Reno dan dianggukkan oleh Keysha. Wanita hamil itu mulai memeluk tubuh suaminya dengan lembut dan memejamkan matanya.
Sedangkan Reno masih betah menikmati wajah cantik tanpa polesan makeup itu. Masih tak percaya jika sekarang ia sudah menjadi suami dan akan menjadi seorang ayah.
Berawal dari perjodohan dan akhirnya mereka sama sama suka dan cinta hingga saat ini. Apalagi Keysha yang merupakan sahabatnya sejak kecil, ia tak menyangka jika sahabatnya yang menemani dirinya mandi di sungai itu kini menjadi istrinya. Dimana Keysha kecil juga sudah melihat seluruh tubuhnya.
Jadi Reno juga sudah mengenal Yanti sejak kecil, tapi gadis itu tidak mau jika diajak main. Yanti kecil malah asik dengan dunianya sendiri bahkan sampai besar Yanti tak terlalu akrab dengan kakak iparnya itu walaupun Reno menganggap Yanti seperti adik kandung sendiri.
"Kalau diingat kembali aku pasti malu banget yank," gumam Reno pada Keysha.
Sungguh dirinya tak menyangka jika kedekatan mereka dulu membuat orang tua mereka berencana menjodohkan keduanya.
Tapi ya sudahlah sekarang mereka sudah bersama dan Reno tak mempermasalahkan hal itu. Karena sekarang dunianya hanyalah Keysha dan calon buah hati mereka.
Reno berdoa agar mereka bisa selamanya bersama dalam keadaan suka maupun duka. Reno juga sudah mulai merintis bisnis kecil kecilan untuk keluarganya nanti, walaupun ada perusahaan yang menunggunya tapi Reno belum siap menanggung kewajiban besar itu. Walaupun nanti ia akan diajar untuk mengelola bisnis keluarga itu oleh ayahnya.
__ADS_1
Lagipula ia masih kuliah, semester 4 belum cukup ilmunya untuk ikut terjun ke dunia bisnis besar itu.
Kini kembali ke Reno yang masih mengelus punggung Keysha dengan senyum manisnya
"I love you."
Cups
***
"Eughhh silau," ringisnya kala ada sinar matahari yang membuat mata indahnya sedikit sakit.
Wanita hamil itu langsung mengerijabkan matanya kemudian menatap ke arah jendela dan disitulah dan sang suami yang berdiri disana dengan memakai celana kolor saja.
Tubuh tegapnya terpapar sinar matahari hingga membuat Keysha terpesona dengan sang suami itu.
"Papa kamu gagah banget ya kalau lagi berjemur gitu," gumam Keysha pada anaknya yang masih di dalam perut.
Keysha yang tak tahan ingin memeluk suaminya itu langsung berangsur turun dari kasur dan berjalan pelan ke arah suaminya.
"Ehh udah bangun istri aku," ucap Reno yang merasakan pelukan dari tangan lentik sang istri. Bahkan dada Keysha juga terasa di punggung Reno.
"Kamu gak bangunin aku sih," ucap Keysha dengan lirih masih betah menghirup aroma khas dari suaminya.
"Masih jam setengah 7, aku takut tanggung tidur kamu. Kan tadi malam kita tidur juga udah malam banget," jawab Reno mengelus lembut tangan sang istri.
Halus sekali mirip pantat baby.
"Hmm."
Reno membalikan badannya dan kini mereka sudah saling berhadapan. Lihatlah tubuh istrinya saat ini, bahkan ada bekas gigitan nyamuk besar tadi malam juga sangat kentara di leher dan tubuh indah Keysha.
"Mau goda aku hmm."
Reno tersenyum saja mendengar itu, laki-laki itu mulai mencium leher sang istri dengan lembut dan akhirnya terjadilah apa yang seharusnya terjadi diantara mereka. Tak ada dosa malah pahala mereka sangat banyak pagi itu.
***
Sedangkan di dapur, Arum dan Yanti sudah selesai masak di bantu oleh Bu Surti. Bukan dibantu sih, Yanti yang membantu karena gadis itu sedari tadi mencak mencak saat ada minyak yang menciprat.
"Akhirnya selesai juga. Hahaha hebat banget gue bisa masak sebanyak ini, Vito kudu berbangga nih punya pacar kek gue," sombong Yanti denagn menatap makanan yang tersaji di atas meja.
"Iya in deh biar senang."
"Hahaha."
"Ayo bangunin cowok cowok itu biar mereka mandi. Terus kita bangunin kak key dan kak Reno."
Mereka menangguk dan berjalan menuju tempat di mana kekasih mereka berada. Ya tadi pagi mereka berdua bangun terlebih dahulu dan memasak. Yanti yang tak biasa masak itu juga ikut ke dapur karena sudah terbangun dari tidurnya.
"Laki laki itu emang gitu ya, jam segini belum pada bangun," ucap Yanti yang tak sadar menyindir Arum.
"Ehem, gue bukan laki, tapi juga bangun siang mulu kalau liburan. Lu jangan gitu dong," jawab Arum yang hanya di balas cengiran oleh Yanti.
Mereka berjuang langsung membangunkan pacar mereka masing-masing. Setelah kedua laki-laki itu bangun dan berjalan ke kamar mandi, Arum dan Yanti kembali berjalan menaiki tangga menuju lantai 3 di mana tempat kakak dan kakak ipar Yanti tidur.
"Ahh yank ahh ahh."
Sesampainya di depan pintu kamar itu, Arum dan Yanti langsung diam kemudian saling saling pandang.
"Faster baby ahh ahh yahh seperti itu."
"Ahh ahh ahhh uhh ehh."
"Lu denger sesuatu gak sih Yant?" tanya Arum pada Yanti yang ada di sampingnya.
__ADS_1
"Denger banget," jawab Yanti yang hampir meledakkan tawa saat melihat wajah Arum yang tegang seperti itu.
"Ini gimana mau langsung panggil atau biarin aja?" tanya Arum pada Yanti.
Wajahnya sudah memerah saat mendengar suara itu, Yanti pun demikian tapi ia tertawa melihat wajah Arum yang sangat syok mendengar suara luknut itu.
"Udah biarin aja, mereka lagi gak bisa diganggu kalau lagi main."
Arum yang mendengar itu langsung mengangguk dan mengajak Yanti untuk kembali ke lantai bawah. Ia tak mau lama lama mendengar suara itu walaupun ia pernah mendengarnya di rumah.
Keduanya meninggalkan tempat itu dan berjalan beringinan. Sampainya di ruang makan, Arum dan Yanti langsung duduk. Vito dan Gibran yang melihat kekasih mereka sama sama terdiam itu bingung, katanya tadi mereka memanggil Keysha dan Reno tapi kenapa sekarang sendiri.
"Keysha sama Reno mana?" tanya Gibran pada keduanya.
"Lagi sibuk gak bisa diganggu," jawab Yanti dengan raut wajah serius.
"Udah gak usah ditunggu, kita sarapan aja dulu. Kita sisihkan buat mereka berdua," tambah Arum mengambilkan makanan untuk Gibran. Begitupun dengan Yanti yang ikut ikut mengambilkan makanan untuk Vito. Pagi ini banyak pelajaran yang ia terima dari Arum, dan Yanti baru sadar jika Arum sangat berbakat menjadi ibu rumah tangga.
"Udah kayak dilayani istri aja," ucap Vito menatap pacarnya.
"Memang."
Setelah selesai menyiapkan makanan itu mereka mulai sarapan dengan tenang. Bahkan Yanti yang biasanya ceriwis hari ini juga tampak kalem dengan senyum tipis di bibirnya kala mengingat kejadian tadi.
Haiss kakaknya itu memang lupa tempat, padahal ada waktu malam kenapa malah lakuinnya pagim buat mereka malu saja.
Setelah selesai makan, para laki laki ikut membersihkan meja makan itu dengan gertakan dari Arum. Tentu saja mereka takut dengan gadis itu jika sudah marah
Ngomong ngomong Bi Surti dan Pak Yaman mereka sudah sarapan dulu tadi. Karena Pak Yaman harus mengurus kebun mereka yang lama tak terurus.
"Hari ini kita mau ngapain ya di Vila?" tanya Vito pada mereka.
Setelah semua selesai dan sudah bersih seperti semula. Keempatnya masih di ruang makan seraya memakan buah anggur yang ada disana.
"Menurut internet yang tadi malam gue baca, di daerah sini ada air terjun. Mungkin 20 menitan kalau kita naik mobil atau motor. Ada di daerah X," jawab Arum pada mereka.
"Asik tuh kayaknya, jarang jarang kita bisa ke air terjun sungguhan," ujar Yanti yang kini malah antusias. Pasti disana sejuk itulah yang ada dipikiran Yanti.
"Boleh tuh, tapi kita harus nunggu tuan rumah. Masa kita keluar gak ajak mereka," ucap Gibran yang kini membuat Arum dan Yanti terdiam.
Melihat para ciwi yang terdiam itu membuat mereka bingung.
Belum sempat mereka menanyakan apa yang membuat keduanya terdiam seperti ini. Mereka melihat kedatangan Keysha dan Reno yang baru sampai di ruang makan dengan rambut yang masih basah itu membuat keheranan dan kebingungan ciwi ciwi mereka itu paham.
Ternyata ini yang membuat pacar mereka diam, batin mereka dengan senyum.
"Kalian udah makan?"
"Oh udah kak, silahkan sarapan," jawab Arum dengan wajah memerah.
"Oh ya sudah."
Mereka semua pamit untuk ke ruang tamu dulu membiarkan pasangan suami istri itu memakan sarapan mereka dengan tenang.
"Mereka aneh," ucap Keysha pada suaminya.
"Udah biarin aja, ayo makan."
Keysha menangguk kemudian memakan sarapan mereka. Untungnya Keysha tak pilih pilih makanan jadi mudah tak akan ada drama mual dan minta ini itu.
"Aku bikin susu buat kamu dulu ya."
"Iya."
Bersambung
__ADS_1