Mantan Tapi Sayang

Mantan Tapi Sayang
Malam Terakhir


__ADS_3

Happy reading


Kini jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, acara bakar-bakar yang harusnya dilaksanakan di halaman belakang harus dimasak di dalam villa karena kondisi di luar sangatlah dingin. Keysha yang sedang hamil tak baik berada di cuaca dingin.


"Sayang itu gosong," pekik Arum pada Gibran yang bertugas untuk memasak sosis di teflon itu.


Gibran yang tersentak kaget, ia sedari tadi melamun karena memikirkan berberapa hal hingga membuat ia tak fokus.


"Astaga."


Dengan cepat Gibran membalik sosis itu. Arum yang melihat itu hanya tertawa karena reflek Gibran yang sangat bagus.


"Kenapa sih ngelamun aja?" tanya Arum pada Gibran. Gadis itu mulai mengoleskan bumbu yang sudah ia siapkan tadi.


"Mikirin berberapa hal," jawab Gibran yang tak ingin mempermasalahkan tentang lamunannya. Dan Arumpun hanya mengiyakan tanpa mau memperpanjang pembicaraan mereka.


Gadis itu mulai terfokus pada sosis yang ada di atas teflon itu. Sedangkan Gibran menikmati wajah cantik Arum yang ada di depannya itu.


Sedangkan yang lainnya sedang fokus membuat makanan ringan lainnya, ada juga yang sedang membuka bungkus sosis dan daging yang akan mereka panggang nanti.


Gibran tanpa basa-basi langsung memeluk tubuh Arum dari belakang hingga membuat gadis itu tersentak karena merasakan tangan yang melingkar di perutnya itu.


"Ih jangan peluk peluk, nanti ada yang lihat," ujar Arum merasa risih karena takut Reno dan Keysha akan melihat mereka seperti ini.


"Gak akan ada yang tahu kok, mereka semua lagi pada sibuk sama tugas mereka masing masing," jawabnya dengan senyum tipis.


Akhirnya Arum membiarkan Gibran untuk terus memeluknya. Sedangkan dia mulai meratakan bumbu itu ke sosis yang ada disana.


Setelah berapa saat akhirnya sosis yang mereka masak sudah matang, Arum dan Gibran membawanya ke atas meja.


Sekarang giliran daging yang akan mereka panggang, Arum dan Gibran menunggu saja karena tugas mereka memasak sudah selesai.


Yah mereka membagi tugas untuk memasak dengan berpasangan. Gibran dan Arum, Vito dan Yanti, sedangkan Keysha dan Reno hanya tinggal makan saja. Karena mereka adalah tuan rumah, begitulah kata mereka tadi. Dan akhirnya mereka menyetujuinya saja, apalagi yang mereka masak tak terlalu banyak denagn dua teflon tentu saja sudah cukup. 2 kali panggang.


Keysha yang melihat sosis yang sangat menggoda itu langsung tergiur. Apalagi warna dari sosis yang dibakar itu sangat cantik, agak hitam hitam tapi belum terlalu gosong. Mungkin nanti akan gurih rasanya.


"Boleh aku makan dulu apa enggak sih, udah laper," ucap Keysha seraya mengelus perutnya.

__ADS_1


"Nanti dulu sayang, nunggu dagingnya matang," jawab Reno menahan tangan sang istri yang hampir menyentuh sosis bakar itu.


"Gak apa apa kak, siapa tahu babynyabg ada di dalam perut kak Keysha sudah meronta ingin makan," ujar Arum dengan senyum tipisnya.


Melihat bumil yang tampaknya sangat antusias dengan masakan yang ia buat. Membuat ia sangat senang, karena merasa masakannya di hargai oleh Keysha.


"Emang gak apa apa?" tanya Reno pada mereka.


Sepertinya laki laki itu tak enakan pada dirinya dan juga Gibran yang sudah memasak sosis itu.


"Gak apa apa, lagian sama siapa aja," jawab Gibran dengan senyum tipis andalannya.


Akhirnya setelah mendapat persetujuan dari kedua orang ini, Keysha langsung mengambil satu sosis yang paling besar disana kemudian meletakkannya di atas piringnya kemudian memakannya dengan tenang.


"Emm nyam nyam."


Keysha memakan sosis itu dengan lahap, Reno yang melihat sang istri itu sangat lahap dengan makanannya itu hanya tersenyum kemudian ia mengambil tisu yang ada di sana dan mulai mengelap sudut bibir Keysha dengan lembut.


"Makasih sayang."


"Sama sama."


"Dagingnya sudah siap," ucap Yanti meletakkan piring itu di atas meja makan itu.


"Loh kakak gak tunggu kita?" tanya Yanti pada Keysha saat melihat piring sang kakak sudah terisi berberapa potong sosis.


Keysha yang mendengar itu hanya tersenyum, kemudian ia mulai kembali masukkan beberapa potong daging ke dalam piringnya.


Arum sengaja mengambil makanan itu lebih banyak karena berdua dengan Gibran.


"Yank kamu mau daging yang mana?" tanya Arum pada sang kekasih.


"Emm samain aja," jawab Gibran seraya membelikan tangannyandi pinggang Arum.


Akhirnya Arum mengambil beberapa daging dan sosis kemudian meletakkannya di atas piringnya.


Mereka menikmati makanan yang mereka buat dengan lahap. Bahkan Keisha dan Yanti berulang kali menambah makanan mereka. Sedangkan yang menjadi korban adalah Reno dan Vito.

__ADS_1


Pasalnya kedua Gadis itu hanya memakan sedikit makanan mereka selebihnya mereka berikan pada Reno dan Vito.


Arum yang melihat tingkah mereka itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Yank aaa."


Arum menyuapkan makanan itu ke mulut Gibran, dan dengan senang hati Gibran menerima suapan dari Arum.


"Enak?" tanya Arum pada Gibran.


"Enak, apalagi yang nyuapin kamu," jawab Gibran yang membuat Arum tersenyum malu.


***


Kini jam sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi mereka semua masih berada di ruang makan. Tetapi Keysha sudah berada di pangkuan Reno karena ngantuk sejak sejak yang lalu. Tapi laki laki itu masih ingin ngobrol dengan Gibran dan Vito.


"Gaes gue sama Yanti langsung pulang ya," ucap Arum pada mereka. Jujur saja mereka sudah sangat ngantuk karena lelahnya mereka tadi siang.


"Iya, tidur aja duluan. Kita masih mau ngobrol," jawab Gibran pada Arum.


Arum dengan senyum tipis menghampiri Gibran dan mengecup pipi laki laki itu dengan singkat sebelum akhirnya ia keluar dari ruang makan itu.


Sepeninggalan Arum dan Yanti, Reno dan Vito mulai menggoda Gibran yang masih terdiam karena syok dengan apa yang dilakukan Arum tadi. Mungkin gadisnya itu sedang ngantuk jadi tak sadar mengecupnya kala disana masih ada teman-temannya.


"Cie yang mendapat kecupan selamat malam dari ayank," goda Reno yang membuat Gibran hanya tertawa saja mendengar itu. Jujur ia masih ak percaya dengan kecupan yang dilayangkan oleh Arum tadi.


Gibran memegang pipinya kemudian pamit pada teman temannya untuk ke kamar dulu.


"Cuma tinggal kita kak, gue juga ikut ke kamar aja ya. Bawa kak Keysha tuh, kasihan paha kakak pasti langsung kebas pas berdiri.


Vito meninggalkan Reno yang masih terduduk di sana kemudian laki laki itu bangun dan menggendong tubuh Keysha yang lumayan berat untuk saat ini karena wanitanya itu sedang mengandung.


Baru berberapa langkah saja Reno sudah bisa merasakan bagaimana keramnya kakinya saat ini. Sekuat tenaga ia menahan tubuhnya agar sang kekasih tidak jatuh. Setalah keram di kakinya sudah sembuh laki laki itu langsung berjalan menuju kamarnya dengan langkah pelan.


Sesampainya ia di dalam kamar, Reno langsung membaringkan tubuh istrinya di kasur kemudian menyelimuti tubuh sang istri.


Kemudian laki laki itu ikut naik ke atas kasur dan ikut tidur di samping sang istri seraya memeluk tubuh Keysha.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2