Marriage Struggle

Marriage Struggle
Kebenaran Yang Mengejutkan


__ADS_3

Rien berjalan cepat menuju pintu kamar di mana Ayah mertuanya berada. Pagi itu Ibu mertuanya pergi entah kemana, jadi Rien benar-benar tidak akan membuang kesempatan untuk melihat bagiamana keadaan Ayah mertuanya di dalam sana.


Sial!


Rien menggerutu kesal, ternyata kunci pintunya tidak ada, dan pasti Ibu mertuanya membawanya kan? Gila, apakah dia tidak berpikir bagaimana jika terjadi sesuatu di dalam dengan Ayah mertuanya? Bagaimana jika dia sedang dalam keadaan gawat atau membutuhkan sesuatu misal, ingin ke toilet?


Rien berjalan ke rumah penyimpanan, biasanya di dana ada kunci cadangan jadi dia akan coba mencari di sana. Untunglah, keadaan benar-benar di dukung dengan Kanya yang juga ikut keluar rumah bersama Ibu mertua, sedangkan Jenette sedang tidur pulas setelah sarapan pagi tadi.


Setelah cukup lama mencari, membongkar di mana-mana akhirnya Rien mendapatkan kunci itu jadi dengan segera dia kembali ke kamar Ayah mertuanya, mencocokkan satu persatu kunci yang bisa di gunakan untuk membukanya hingga akhirnya pintu itu benar-benar terbuka.


" Ayah mertua? "


Rien segera menghampiri Ayah mertuanya yang terlihat tidak baik, dia masih menangis tanpa suara membuat Rien benar-benar tidak tega minatnya.


" Ada apa, Ayah mertua? Ayah benar-benar tertekan? Sebenarnya apa yang terjadi? "


Ayah mertua mencoba untuk bicara, sayangnya Rien benar-benar tidak paham. Tapi melihat cara Ayah mertua yang menatapnya dengan tatapan memohon, Rien jadi mulai menebak-nebak kemungkinan yang bisa saja terjadi.


" Ayah, apa sakit Ayah bukan sakit yang normal? "


Ayah mertua mengangguk dengan cepat. Tentu saja meskipun itu adakah dugaan Rien sendiri, tetap saja Rien merasa sangat terkejut karena itu. Siapa? Dan bagaimana bisa ada orang yang begutu jahat membuat Ayah mertua berada dalam keadaan sakit seperti ini? Rien mengingat kembali masa di mana dia baru menikah dan dia mendengar Ayah mertuanya berteriak sangat kencang, saat itu Theo maupun Gail hanya bisa diam sedih karena menurut mereka Ayah mereka bukan hanya menderita stroke saja, tapi juga mendapatkan gejala demensia parah. Menganggap hal itu juga benar Rien tidak banyak penasaran, tapi sekarang dia benar-benar di buat hampir mati penasaran karena ternyata Ayah mertuanya bahkan bisa di ajak komunikasi dengan baik.


" Siapa? Orang gila mana yang melakukan itu, Ayah mertua? " Rien mantap Ayah mertuanya dengan tatapan serius.

__ADS_1


" Bu.... Bu.... "


Rien terdiam membeku, Bu? Apakah maksudnya Ibu mertua? Istrinya sendiri? Kenapa bisa seperti ini? Bukankah menurut cerita Gail Ibunya adalah wanita berhati malaikat yang sudah membesarkan dia penuh cinta, memperhatikan Ayahnya dengan sangat baik, mencintai Ayahnya yang katanya dulu begitu frustasi di tinggal oleh Ibu kandung Gail.


" Ibu? Apakah Ibu mertua yang melakukanya? " Tanya Rien tak sadar air matanya jatuh. Bukan sedih saat itu yang Rien rasakan, tapi terkejut, tidak percaya kalau Ibu mertuanya benar-benar berhati iblis.


Ayah mertua mengangguk menari menangis. Kali ini tangisnya benar-benar pecah meskipun suaranya masih tidak jelas. Rien juga ikut menangis, dia memeluk Ayah mertuanya dan menepuk punggungnya dengan lembut.


Ibu mertua.....


Rien benar-benar tidak akan membiarkan iblis itu lolos, Rien tidak akan membiarkan orang kejam menikmati kebahagiaan dalam hidup ini.


" Ayah mertua, biarkan aku menceritakan ini kepada Gail, dia harus tahu tentang hal ini. Aku yakin Gal juga tidak akan diam saja, Gail pasti akan bertindak tegas kepada Ibu karena apa yang di lakukan Ibu sangatlah kejam dan membahayakan nyawa Ayah. "


" Ayah takut dengan Ibu mertua? Ayah tidak perlu takut, Gail pasti akan melindungi Ayah, aku juga akan melakukan hal yang sama. "


Ayah mertua masih menggelengkan kepala, dia mengisi lagi sembari bicara tidak jelas sehingga Rien hanya bisa diam dan membakar lagi.


" Ayah, apakah Ibu mertua mengancam Ayah? "


Ayah mertua mengangguk masih sembari menangis.


" Mengancam dengan apa? " Tanya Rien yang jelas bisa menebak kalau Ayah mertuanya pasti tidak akan takut kalau untuk nyawanya sendiri.

__ADS_1


Ayah mertua bicara, tapi Rien yang tidak mengerti lagi-lagi memilih untuk fokus saja menebak kemungkinan yang paling mungkin dari cerita Ayah mertua yang tidak jelas bagaimana jalan ceritanya.


" Ayah mertua, katakan padaku sekarang juga, betapa kesalahan yang sudah di lakukan Ibu mertua? Spesifiknya saja, hitung saja kesalahan besar yang tidak termaafkan oleh Ayah, katakan padaku, aku akan coba mencari semua bukti untuk bisa mengakhiri semua ini. "


Ayah mertua menangis tak bisa bicara.


" Satu? " Ayah mertua menggelengkan kepalanya artinya lebih bukan?


" Dua? " Masih menggelengkan kepala.


" Tiga? Banyak? " Ayah mertua mengangguk membuat Rien jatuh duduk di lantai dengan begitu lemas. Jika Ibu mertua berani membuat Ayahnya Gail celaka, maka jelas dia juga bisa melakukan hal yang lebih parah dari pada ini kan? Sudah bertahun-tahun Ayah mertua di kurung, menipu Gail dan Theo, bahkan dia tidak terlihat merasa bersalah sedikitpun.


Rien mengatur nafasnya sembari memegangi dadanya yang terasa sesak dan penuh. Tuhan, kenapa dia harus masuk ke rumah di mana ada iblis tak berhati di dana? Kenapa dia harus mencintai Gail yang naif dan bodoh? Kenapa dia harus mengetahui kebenaran yang begitu mengejutkan ini? Rien menyeka air matanya setelah memukul dadanya dengan kepalan tangan beberapa kali. Tidak, dia tidak bisa lemah, takut seperti sekarang ini, lihatlah pria paruh baya yang duduk di kursi roda, Ayah mertua yah sudah bertahun-tahun menderita dan tak bisa melakukan apapun nyatanya masih kuat dan berusaha untuk memberi tahu orang lain agar mendapatkan jalan keluar.


Rien bangkit dari posisinya, dia kembali menatap Ayah mertuanya untuk bertanya,


" Ayah, apakah Ayah membuang pil yang masuk ke dalam mulut Ayah karena Ayah tahu pil itu bukan untuk mengobati stroke? "


Ayah mertua mengangguk dengan cepat membuat Rien membuang nafasnya pelan dan sebentar diam untuk menenangkan dirinya.


" Baiklah, sekarang yang paling utama adalah menyembuhkan stroke Ayah dulu, atau minimal Ayah bisa bicara. Aku akan menemui Dokter, dan memotret botol obat kapsul milik Ayah. Jadi mari kita berjuang bersama Ayah mertua, jika Ayah bisa bicara sedikit lancar, aku bisa mengetahui segalanya yang Ayah mertua ketahui tentang kejahatan Ibu mertua. "


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2