
Setelah memastikan Ibunya aman. Bersama dengan perawat yang dia minta untuk datang ke rumah, Gail dengan segera keluar rumah, mengendarai mobilnya untuk menuju ke rumah orang tua Rien. Cherel juga ikut bersama dengannya karena belum lama ini Theo mengantarkan Cherel tapi dia tidak mengatakan apapun. Yah, bagaimanapun Ibu Mertua adalah Ibunya, pasti berat untuknya melewati hal ini makanya Gail tidak bertanya bagiamana bisa Cherel bersama dengannya.
Begitu sampai di kediaman orang tua Rien, Gail segera masuk untuk menemui Rien yang sudah dia kirimkan pesan bahwa Cherel sedang bersama dengannya. Benar saja, Rien sudah menunggu bersama keluarganya dengan wajah begitu lega saat Gail keluar dari mobil dan menggendong Cherel. Mereka langsung berlari untuk melihat bagaimana keadaan Cherel dan begitu memastikan Cherel baik-baik saja, mereka benar-benar menangis lega setelah ketegangan sejak pagi.
Cherel kini sedang berada di pelukan neneknya setelah cukup lama Rien memeluk dan mencium putrinya hingga cukup puas.
" Sayang, kita bisa bicara sebentar? " Tanya Gail kepada Rien.
Sebentar Rien terdiam menatap Ibu dan Ayahnya, begitu mereka mengangguk Rien juga mengangguk untuk mengiyakan ajakan Gail.
Sekarang mereka sudah berada di dalam kamar Rien untuk bicara.
" Maafkan aku untuk apa yang terjadi, aku tidak tahu kalau dia akan bertindak sampai sejauh ini, benar-benar di luar dugaan ku. "
Rien membuang nafasnya.
" Sejak kapan kau tahu? "
Gail terdiam sebentar.
__ADS_1
" Sejak kau terus menemui Marco, awalnya aku ingin terus mempercayai mu, tapi aku tidak tahan pada akhirnya dan mencari tahu. Sebenarnya sejak Greta datang pertama kali, dia seperti memberikan kode padaku, hanya saja aku malas untuk menanggapinya. Lalu setelah aku tahu, aku menjadi sangat gelisah karena khawatir dengan keselamatan mu. Aku ingin kau berhenti, tapi kau pasti akan mengira aku tidak mempercayai mu. Aku meminta Greta untuk mengikuti semua yang Ibu katakan, jadi kami berperan seperti yang Ibu inginkan akhir-akhir ini. Aku hanya bisa perlahan mencari tahu keberadaan Ibu kandung ku, juga mencari cara untuk mencegah jika keduanya akan terluka. "
Rien membuang nafasnya lalu tersenyum dengan mimik tidak percaya.
" Ternyata kau lebih memilih bekerja sama dengan Greta di banding dengan ku. Aku benar-benar penasaran sekali, Gail. Apa yang akan kau lakukan saat Ibu mu memerintahkan Greta untuk tidur dengan mu? Apakah kau akan dengan senang hati mengikuti permainan itu? "
Gail tersentak, tentu saja dia tidak memikirkan hal itu. Bagaimanapun dia juga tahu batasan, dia tidak akan melakukan apa yang tidak seharusnya dia lakukan.
Rien masih tersenyum, tapi hatinya merasa begitu sakit sekali. Apakah Rien begitu tidak bisa di andalkan sehingga Gail lebih memilih bekerja sama dengan Greta tanpa memberi tahu nya? Ini bukan soal keselamatan lagi, keselamatan di mata Rien hanyalah alasan saja. Padahal sejak awal semua akan baik-baik saja jika Gail memberitahu tentang rencananya dengan Greta. Jika saja Rien tahu sejak awal, langkah yang akan dia ambil tentu saja tidak akan seperti sekarang, tidak akan melibatkan banyak orang, tidak akan menimbulkan kepanikan, tidak akan membuatnya hampir gila saat putrinya akan di tusuk pisau.
" Rien, aku hanya berpikir bagaimana menjauhkan mu dari semua ini, makanya aku tidak melarang mu pergi ke rumah orang tua mu. Jika memang tindakan ku salah, aku benar-benar meminta maaf. "
" Jika memang tindakan ku salah? " Rien menatap Gail dengan tatapan yang memperlihatkan betapa dia kecewa dengan ucapan Gail.
" Kau bahkan tidak yakin apakah kau salah? Jika kau tidak yakin, maka jangan meminta maaf, Gail. Aku merasa tidak nyaman menerima permintaan maaf dari orang yang tidak merasa salah. "
Gail mencoba meraih tangan Rien, tapi secepat itu pula Rien menepisnya. Bukan tidak bisa melihat ketulusan dari Gail, tapi menurut Rien, tindakan yang di lakukan Gail juga adalah termasuk sebuah pengkhianatan untuknya. Tahu, cara berpikirnya sangat lah egois, tapi Rien sekarang ini benar-benar tidak dapat berpikir dengan baik karena perasaan juga hatinya sedang kacau. Mungkin maksud Gail baik karena tidak ingin membuat Rien dan Cherel dalam bahaya, tapi Gail melupakan satu hal bahwa tidak semua hal yang dia anggap terbaik untuk Rien dan putrinya memiliki arti yang sama dengan Rien sendiri.
" Tidak, aku salah dan aku tahu benar tentang itu. " Ujar Gail menahan dirinya yang begitu sedih karena bisa melihat kekecewaan yang begitu besar dari mata istrinya. Dia hanya berpikir kalau dia harus menceritakan segalanya agar dia dan Rien tidak memiliki kesalahpahaman yang baru, tapi ternyata semua sama sekali tidak seperti yang dia pikirkan. Apa yang di lakukan sudah salah sejak awal, tapi sungguh maksud Gail benar-benar hanya ingin melindungi istri dan anaknya, jika pun ada yang harus celaka setidaknya orang itu adalah dia dan juga Greta.
__ADS_1
" Tidak, kau tidak merasa kau salah, kau hanya ingin mencoba menenangkan ku. Gail, tolong kembali lah dulu, aku butuh ketenangan saat ini. Pergilah, mari kita merenung dan memikirkan lagi harus bagaimana dalam hubungan kita ini. Ada banyak hal yang perlu di perbaiki, aku juga banyak sekali kesalahan begitu pula dengan mu. Mari kita tenang dulu, dan biarkan aku di sini. "
Gail tidak mengiyakan, dia terdiam menahan dirinya yang ingin sekali berlutut memohon kepada istrinya untuk tidak memikirkan soal perpisahan. Tapi dia juga ingat benar kalau dia harus mengurus masalah Ibu mertua, mencari tahu pihak rumah sakit yang mendukung tindakan Ibu mertua, dia juga harus mencari Dokter yang selalu datang ke rumah, Dokter itu menghilang sejak seminggu yang lalu, jadi butuh waktu untuk menemukan dia sehingga semakin banyak bukti semakin tidak bisa Ibu mertua bebas.
" Baiklah, kapan aku bisa menjemput mu? "
Rien menghela nafasnya.
" Tidak tahu. "
Aku tiba-tiba saja tidak ingin kembali padamu, Gail. Padahal semalam aku begitu merindukan mu.
Gail meraih tangan Rien dan kali ini Rien sama sekali tidak menepisnya. Gail mencium tangan Rien, lalu menggenggamnya sebentar. Setelah itu Gail bangkit, berdiri di hadapan Rien yang masih duduk di pinggiran tempat tidur, menyentuh wajahnya dan mencium keningnya.
" Aku mungkin akan datang untuk melihat Cherel, tapi aku juga akan sabar menunggumu. Ingat baik-baik bahwa perasaan ku tidak akan pernah berubah, jadi tolong pertimbangkan ini. "
Rien sama sekali tak bicara, dia bahkan tidak melihat sedetikpun ke arah Gail yang akan meninggalkan kamarnya.
" Mencintai mu yang bodoh benar-benar membuatku selalu dilema. " Gumam Rien saat Gail sudah keluar dari kamar.
__ADS_1
Bersambung.