
Tak menerima siapapun yang ingin menemuinya, Ibu mertua benar-benar menolak siapapun yang ingin menemuinya. Kemarin ada suaminya yang ingin bertemu, lalu Gail, dan juga Theo. Mereka semua benar-benar hanya bisa kecewa karena sama sekali tak bisa melihat dan bicara secara langsung dengan Ibu mertua.
Setelah menemui Ibu mertua beberapa hari lalu, Ibunya Gail datang kepada Ayah mertua, juga Gail dan Theo, dia menceritakan bagaimana obrolan mereka, dan apa saja yang mereka bicarakan. Ibunya Gail pikir dengan mengatakan yang sebenarnya beban yang dia rasakan akan sedikit berkurang. Mengatakan dan mengakui bahwa dia juga bersalah, dan Ibu mertua tidak sepenuhnya salah.
Theo yang adalah anak kandung Ibu mertua benar-benar hanya bisa menahan tangis, Ibunya sudah mengalami banyak penderitaan, meski dia juga tidak mengelak bahwa Ibunya juga yang menciptakan kepedihan bagi kehidupan orang lain. Sudah sejauh ini pantas saja jika Ibunya merasa lelah, tapi apakah tidak bisa Ibunya sedikit jujur tentang apa yang dia rasakan agar dia sebagai anak bisa sedikit berguna untuk Ibunya?
Ayah mertua, dia juga tak kalah sedihnya. Sudah setahun ini dia menahan diri untuk tidak menemui Ibu mertua demi menjaga emosi mereka agar tetap terjaga. Tapi begitu dia sudah memiliki tekad yang kuat, ternyata kehadirannya masih tidak di terima oleh istrinya. Padahal dia benar-benar khawatir, dia Penasaran juga merindukan wanita yang sudah hidup bersama dengannya hampir tiga puluh tahun. Berpuluh-puluh tahun istrinya hidup dnegan kepura-puraan pasti sangat menekankan, dan dia juga pasti sangat muak bukan? Sebagai seorang suami, sebagai pria yang secara brutal mempermainkan perasaan dua wanita rasanya dia benar-benar menyesali tindakannya itu. Dia bingung muka dari mana untuk meminta maaf, dan maaf saja untuk kesalahan yang begitu banyak rasanya benar-benar tidak akan cukup.
Setelah penolakan untuk di kunjungi, Ayah mertua hampir datang setiap hari untuk mengunjungi Ibu mertua, dan setiap hari juga Ibu mertua tidak ingin menemuinya.
Hari ini Ayah mertua juga akan menemuinya, berharap kali ini dia bisa menemui istrinya. Meski asam lambungnya sedang naik, dadanya sesak dan panas, nyatanya itu tida dapat menghentikan dirinya untuk menemui Ibu mertua. Dia tahu benar tidak akan ada gunanya juga terus bermalas-malasan di rumah, menghabiskan banyak waktu hanya untuk istirahat saja.
Merasa lelah setiap hari terus di ganggu, Ibu mertua akhirnya memutuskan untuk menemui Ayah mertua. Bukan memiliki niat seperti Ayah mertua, dia justru ingin menemui Ayah mertua untuk mengusirnya dan memperingatkan untuk jangan pernah datang lagi ke sana apapun alasannya.
Beberapa saat kemudian.
__ADS_1
" Bagaimana kabar mu? " Tanya Ayah mertua sembari menahan dirinya yang begitu sedih melihat Ibu mertua yang nampak agak pucat, ekspresi sejak pertama bertemu hingga sekarang masih saja begitu datar membuat Ayah mertua semakin merasa bersalah.
Ibu mertua menatap sebentar Ayah mertua, dan kembali menatap ke arah lain.
" Jangan menanyakan kabar saat kau sudah melihatnya sendiri. " Ucap Ibu mertua dengan ekspresi yang sekarang terlihat dingin dan acuh.
Ayah mertua menunduk, dia terdiam sebentar bingung bagaimana mana dulu yang ingin dia bicarakan dengan istrinya itu.
" Diana, aku datang untuk meminta maaf padamu. Maafkan aku karena sudah banyak menuduh berlebihan, dan maaf karena semua berakhir seperti ini. Semua adalah salah ku, jadi aku akan menerima saat kau menyalahkan ku. "
" Aku mohon, biarkan aku datang sesering mungkin. Aku akan membawakan makanan kesukaan, buah segar, susu segar, dan kebutuhan mu agar kau tidak kekurangan apapun, atau merasa begitu terkekang di sini. " Pinta Ayah mertua membuat Ibu mertua tersenyum tipis dengan senyum sinis. Kenapa di saat seperti ini Ayah mertua justru ingin terlihat sebagai suami yang baik? Sungguh, bagi Ibu mertua hal itu sangat memuakkan.
" Entahlah, aku justru akan merasa baik-baik saja saat tidak melihat mu. Sungguh, kau tidak perlu khawatir tentang ku. Aku akan hidup dengan baik di sini, jadi pulang lah ke rumah mu, hiduplah dengan nyaman, dan berbahagialah atas apa yang sudah kau dapatkan selama ini. "
Mendengar ucapan Ibu mertua Ayah mertua hanya bisa terdiam.
__ADS_1
" Kau selalu dah tidak muda lagi, jadi banyak-banyak lah istirahat di rumah, aku juga akan melakukan hal yang sama selama aku tinggal di sini. Jangan lupa juga bahwa kemungkinan besar aku akan mati di tempat ini jadi jangan membuang waktu mu. Aku sudah mengajukan permohonan saat aku mati nanti, maka aku akan di kuburkan di pemakaman untuk para napi yang jasadnya tidak di jemput atau di tolak oleh keluarganya. "
Ayah mertua semakin tak bisa berkata-kata. Padahal dia masih berharap untuk memiliki sedikit waktu untuk bersama sebelum mereka benar-benar tidak bisa lagi mengindari kematian. Ayah mertua berharap benar sebelum dia meninggal lebih dulu, atau Ibu mertua terlebih dulu, mereka bisa saling jujur dengan diri mereka masing-masing dan menerima satu sama lain. Terdengar berlebihan untuk padangan yang sudah jauh dari kata muda, tepatnya pasangan nenek dan kakek. Tapi memang itulah yang di inginkan oleh Ayah mertua.
" Diana, apakah kau bersungguh-sungguh dengan ucapan mu? " Tanya Ayah mertua.
Ibu Mertua menatap tegas Ayah mertua dan itu bisa di artikan oleh Ayah mertua bahwa memang Ibu mertua sama sekali tidak bermain-main dengan ucapannya barusan.
Ayah mertua menyerah, dia benar-benar tidak memiliki kesempatan apapun dia tahu benar dan sadar benar akan hal itu. Sekarang dia hanya bisa memendam kerinduan, memendam perasaan bersalah, memendam luka yang begitu besar di hatinya. Biarlah semua akan berjalan sesuai dengan keinginan istrinya, karena jika itu bisa membuat istrinya bahagia maka apa salahnya dia memberikannya?
Setelah kembali dari menemui Ibu mertua, Ayah mertua benar-benar mengalami hari yang melelahkan setiap harinya. Kesehatannya juga semakin tidak bagus setiap harinya, terutama masalah lambung yang bisa di bilang parah.
Satu bulan setelah hari itu, Ayah mertua di larikan ke rumah sakit karena asam lambung yang sangat parah. Namun baru beberapa saat sampai di rumah sakit, Ayah mertua di nyatakan meninggal dunia membuat semua orang terkejut dalam kesedihan.
Bersambung.
__ADS_1