
" Kau dan aku sama-sama memiliki Kesalahan, aku memendam dendam yang begitu besar, kau juga sudah tahu benar bukan? Kau sengaja menunjukan segalanya yang membuat ku merasa iri, kau yang memupuk kebencian di hati ku agar aku memperlihatkan sisi buruk ku bukan? Aku tentu saja tahu kalau kau sengaja melakukannya, aku sadar benar betapa kau ingin membuatku sadar bahwa aku anggota keluarga yang tidak kau inginkan. " Ibu mertua tersenyum tipis menatap Ibunya Gail. Tentu saja dia tidak akan membiarkan orang yang telah banyak menyita kebahagiannya membuatnya tertekan dengan mengatakan kalimat-kalimat menyentuh hanya untuk melihatnya menderita dalam penyesalan. Walaupun ada beberapa hal yang dia sesali, tapi dia juga memiliki banyak hal yang dia syukuri hingga detik ini.
Dia tahu hidup memang tidak akan terus sesuai dengan keinginannya, tapi jangan lupa kalau dia sudah mendapatkan banyak di luar yang dia inginkan bahkan. Sudah sejauh ini hidupnya berjalan, dia juga akan mengakhiri segalanya dengan tetap kuat. Meskipun dia juga tahu kalau dia bukan orang baik, tapi dia juga tahu tidak ada manusia yang murni baik tanpa ada sisi tercela dari dirinya.
Sekarang dia sudah tidak ingin memperdulikan apapun lagi, dia hanya bisa mendoakan Gail dan Theo bahagia, dan dia akan menjalani hari-harinya dengan rela.
Hidup terkurung di jeruji besi, tidak bisa melakukan banyak hal, juga tidak bisa menyapa udara luar. Tapi untuk Ibu mertua bukankah hal yang sulit karena dia bahkan sudah seperti merasakan hatinya terkurung, terpenjara oleh kebencian hingga dia hanya bisa merasakan kesepian, kepedihan, dendam, dan suasana sunyi meski matanya bisa melihat banyak tawa nyatanya dia seperti mati rasa dan lelah, bahkan rasanya juga tidak ingin hidup.
" Aku tidak melakukannya untuk membuat mu melakukan ini semua! Aku hanya tidak menyukai mu, aku membenci kehadiran mu yang membuat cinta Ayah ku terbagi dnegan mu, aku hanya ingin kau pergi saja dari rumah ku! " Ucap Ibunya Gail lalu menangis, dia benar-benar tidak berniat membuat Ibu mertua menjadi begitu mendendam dan melakukan semua hal menyakitkan untuknya, tapi sekarang dia sadar benar bahwa dia juga memiliki banyak Kesalahan, dia melukai banyak orang, dia juga tidak ada bedanya dengan Ibu mertua.
" Kau pikir hanya kau yang membenci ku? Aku juga sama, aku membenci mu. Tapi aku bahkan tidak menunjukannya padamu bukan? Aku mengontrol perasaan tidak suka itu, dan aku mampu melakukannya sembari berharap kau akan berhenti membuat hati ku terluka. "
Ibunya Gail memukuli dadanya yang terasa sesak dan sakit. Kenapa semua bisa menjadi seperti ini? Dia sungguh tidak dewasa, dia melakukan kesalahan besar sejak dia anak-anak. Sayangnya saat itu tidak ada yang menasehati dirinya bahwa apa yang dia lakukan adalah salah, Ibu kandungnya juga tidak menyukai Ini mertua karena adanya Ibu mertua membuat dia terus teringat bahwa suaminya telah mengkhianati dirinya hingga Itu mertua lahir.
" Di banding membicarakan itu semua, sejak dulu aku penasaran sekali, bagaimana rasanya menikahi kekasih adik tiri mu? Apa enak? Kau sangat bahagia ya? Hem? "
__ADS_1
Ibunya Gail menyeka air matanya, sejujurnya dia juga pernah menolak beberapa kali ucapan cinta dari Ayah mertua, tapi pada akhirnya dia luluh dan mengesampingkan perasaan Ibu mertua yang sejak awal memang tidak terlalu dia enggak apalagi perduli. Dia terlalu larut dalam mencintai Ayah mertua hingga masa bodoh dengan semua yang mencoba untuk memperingatinya untuk jangan melakukan itu. Tak mau menjalin hubungan diam-diam, Ibunya Gail meminta Ayah mertua mengakhiri bunganya dengan Ibu mertua, lalu sebulan kemudian dia memutuskan untuk menikah.
Iya, dia pasti tahu kalau Ibu tiri terkejut sekali. Tapi saat itu dia sama sekali tidak perduli, dia justru merasa bangga karena pada akhirnya dia adalah wanita yang di nomor satukan oleh Ayah mertua, wanita yang menang dalam pertarungan cinta.
" Kau diam seperti itu apakah bisa ku artikan kau menikmatinya? Kau pasti merasa bangga bukan? Tapi pada akhirnya kau tetap menderita. " Ibu mertua tersenyum dengan tatapan mengejek.
" Sudahlah, membicarakan masa lalu yang kau pikir akan membuatku menderita karena penyesalan ternyata membuat mu menderita seperti yang ingin kau lihat dari ku bukan? Berhentilah memanipulasi diri sendiri dengan menganggap dirimu adalah orang baik, dan teraniaya. Kau sudah pulih bukankah akan lebih baik jika menjalani hidup mu dengan baik tanpa memikirkan aku? Pergilah, jangan pernah datang lagi kesini, kau sudah bisa melakukan apa yang ingin kau lakukan, jadi aku harap kau mendapatkan itu, dan semoga kau beruntung. " Ibu mertua mengakhiri ucapannya dengan senyum yang entah apa maksudnya. Ibunya Gail benar-benar tidak tahan lagi, dia tidak ingin bicara lebih banyak lagi karena dia tahu dia sendiri yang akan terluka oleh kenyataan masa lalu yang tidak sesuai dari sudut pandangnya selama ini.
Di sisi lain.
Sebenarnya hal yang paling dia sesalkan di dalam hidupnya adalah, perasaan tidak berdaya, kebodohan, sifat brengsek yang telah membuat dua sanita tersakiti, dan saling menyakiti.
Selama ini dia menerima segala perlakukan tidak baik dari Ibu mertua buka semata-mata karena ancaman saja, tapi dia pikir dia bisa sedikit menebus kesalahannya dengan menerima perlakuan tidak baik dari Ibu mertua, tapi ternyata salah. Sampai akhir seperti ini pun dia bahkan tidak bisa membuat istrinya luluh. Cinta, jelas dia mencintai Ibu mertua, di tambah rasa bersalah yang begitu besar, dan perasaan ingin melindungi mantan istrinya membuatnya bodoh sepanjang waktu.
Andai saja dia tidak melakukan kesalahan, andai saja dia memiliki keteguhan dalam mencintai, setidaknya dia tidak akan membuat dua wanita menderita bukan?
__ADS_1
Ayah mertua membuang nafasnya yang terasa begitu sesak memenuhi dadanya.
" Ayah, Ibu sudah dalam perjalanan menuju kemari. Dia bilang bahwa dia baru saja menemui, Ibu, maksudku, Bibi. " Ucap Gail setelah beberapa detik lalu membuka pintu ruangan Ayah mertua.
Ayah mertua menoleh menatap Gail, lalu kembali menatap ke arah sebelumnya sembari membuang nafasnya.
" Kalian semua sudah bertemu dengannya, jadi apakah ada kemunginan untuk Ayah bertemu dengannya? " Tanya Ayah mertua.
Gail terdiam sebentar.
" Ayah masih ingin bertemu dengannya? "
" Jika boleh jujur, maka aku akan mengatakan jika aku ingin bertemu dengannya. "
Bersambung.
__ADS_1