Marriage Struggle

Marriage Struggle
Jawaban Yang Tidak Memuaskan


__ADS_3

Gail menghela nafasnya Setelah lelah seharian mengurus banyak hal, urusan pekerjaan, Ayah dan Ibunya yang mendapatkan penanganan di tempat yang berbeda, di tambah dia harus tetap mencari tahu semua bukti yang bisa terus membuat Ibu mertua bertahan di penjara, memang benar pihak berwenang sudah bergerak untuk mencari bukti, tapi Gail masih merasa perlu mengusut juga untuk membuat semuanya berjalan dengan cepat dan lancar.


Sudah lewat dua hari, dan tenyata Rien juga sama sekali tak membalas pesan darinya. Hanya ada kakaknya Rien yang mengirimkan photo Cherel dan memberitahu bahwa Cherel dalam keadaan sehat, yah mungkin Rien yang memintanya untuk itu.


Setelah mengambil istirahat untuk sebentar, niatnya Gail akan menemui Ibu mertua dan berbincang sebentar. Memang benar akan lebih baik jika Gail sama sekali tak bicara, tapi ada banyak pertanyaan yang begitu mengganjal di hatinya dan terus membuatnya ingin mencaritahu jawabannya secara langsung.


Seperti niatnya, setelah rasa lelahnya sedikit menghilang, Gail memutuskan untuk datang ke tempat Ibunya di tahan. Sebentar Gail menunggu sesuai dengan perintah polisi, lalu tak lama Ibu mertua datang dengan seragam tahanan sementara karena memang perlu menunggu proses selanjutnya.


Gail sebentar menatap Ibu mertua, lalu menatap ke arah lain. Sebenarnya berat sekali melihat wajah Ibu mertua, rasanya dia begitu kecewa karena mengingat benar bahwa semua kasih sayang yang dia dapatkan dari wanita itu hanyalah kepalsuan saja.


" Bagiamana rasanya, Bibi? " Tanya Gail yang sempat ragu dan bingung bagaimana dia akan memanggil Ibu mertua sekarang? Jika dia memanggil Ibu tidakkah itu tidak lantas lagi? Kalau memanggil bibi, bukankah seolah dia melupakan selama puluhan tahun dia lah yang sudah merawat Gail?


Ibu mertua menatap Gail, lalu tersenyum tipis. Jujur saja dia kesal dan kecewa karena Gail memanggilnya seperti itu, padahal selama ini yang dia tahu dia tidak menyayangi Gail sama sekali, masa bodoh apakah Gail bahagia, sehat, atau syukur pula kalau mati saja sehingga matanya tidak perlu merasa sakit lagi harus melihat Gail setiap hari. Tapi sungguh sangat aneh karena sekarang dia seperti begitu memperdulikan bahwa dia tidak ingin Gail menjadi tidak menyayanginya lagi. Mungkinkah secara tidak sadar dia juga menyayangi Gail? Ataukah itu hanya reaksi spontan karena dia sudah terbiasa dengan sikap Gail yang seperti anak kandung sendiri?


" Aku tahu, aku tidak akan mendapatkan jawaban saat aku bertanya dengan kalimat itu. Tapi biarkan aku bertanya pertanyaan yang sangat penting, dan tolong jawab lah, aku benar-benar membutuhkan jawaban itu. "

__ADS_1


Gail menatap Ibu mertua yang kini diam tanpa ekspresi.


" Apa menyakiti kami semua membuat anda bahagia? Apakah akhirnya sama seperti yang anda harapkan? Dan apakah, sama sekali anda tidak pernah tulus kepada kami semua? "


Ibu mertua terdiam sebentar, pertanyaan itu, pertanyaan yang begitu amat sulit untuk dia jawab. Jika boleh jujur tentu saja dia pernah dengan tulus kepada Gail, tapi apa gunanya jujur sekarang? Jika di benci dengan sangat maka akan lebih baik di benci seperti itu, setidaknya dia akan tetap di ingat meski kesannya tidak baik. Anggap saja semua sudah berakhir, dia juga sudah tidak memiliki keinginan untuk melakukan apapun lagi, dia sudah tidak muda, dia tidak memiliki cukup tenaga untuk menghadapi dunia, jadi diam menerima hukuman sepertinya juga bukan hal buruk. Sebagainya saja dia akan di jatuhi hukuman mati, setidaknya dia tidak akan mati membawa penyesalan karena sudah melakukan apa yang ingin dia lakukan sebelumnya.


" Tidak, aku menikmati detik demi detik penderitaan yang sudah kalian dapatkan. Sekarang aku merasa sangat bahagia hingga tidak tahu bagaimana caranya berekspresi seperti apa yang aku rasakan. Jangan membicarakan ketulusan dengan ku, bahkan aku sangat jijik mendengarnya. "


Gail tak lagi ingin bicara, entah mengapa dia seperti merasa jika apa yang di katakan Ibu mertua tidak sepenuhnya benar. Namun apa yang sudah dia lakukan juga bukan hal yang mudah untuk di maklumi, sekarang buatan sana semua berada di tangan pihak berwajib, dia hanya bisa mendoakan yah terbaik untuk semuanya.


Gail padahal sudah tidak ingin bicara dan berniat untuk bangkit dan berdiri untuk pergi, tapi apa yang di ucapkan oleh Ibu mertua benar-benar membuatnya ingin kembali bicara.


" Jangan khawatir, aku akan mengatakan ini padanya, aku juga akan menjaganya dengan baik. Ah, aku lupa sesuatu. Aku belum lama ini tahu bahwa ternyata Ayahmu memerlukan semua hartanya untuk ku, aku tidak tahu kenapa seperti itu, tapi karena Theo adalah adik ku, maka aku akan berlaku adil dalam hal itu. Fasilitas dan kebutuhan anda juga akan di tanggung oleh Theo, semoga anda sehat dan berumur panjang, dan semoga hukuman ini dapat sedikit meringankan dosa anda. " Ucap Gail lalu bangkit dari sana.


Ibu mertua masih diam dengan wajah datar, rasanya dia sama sekali tidak bisa memperdulikan apapun lagi sekarang, dia sudah lelah, sudah seperti kehabisan energi bahkan untuk berpura-pura tersenyum dia tidak mampu.

__ADS_1


" Baiklah, semua memang sudah berakhir. Aku sudah menghukum kalian selama puluhan tahun, aku sudah memisahkan kalian, membuat kalian tidak menepati janji pernikahan kalian, aku juga sudah menghukum Ayah dan Ibu tiriku. Aku sudah selesai, sudah berakhir..... " Gumam Ibu mertua.


***


Rien tersenyum lega setelah selesai mengatakan apa yang ingin dia katakan terhadap orang tuanya. Dia menceritakan bagiamana detail perasaan dan apa yang begitu menganggu hatinya sehingga dia tidak kembali kepada Gail padahal semua sudah selesai.


Tidak ada lagi Ibu mertua yang akan mencari masalah terus menerus, tapi masalah sekarang adalah tentang hati, dan wajar saja kalau Rien butuh pihak tengah untuk bisa menentukan masukan untuknya.


" Rien, sebuah pernikahan memang tentang perjuangan, bukan monoton tentang kebahagiaan. Jika kau merasa kau fuda merasa bahagia dengan Gail, maka yang harus kau lakukan adalah membicarakan ini dan temukan kebahagiaan seperti apa yang kalian inginkan. Meski nanti kau bercerai, lalu menikah lagi, kau akan mengulang lagi fase yang sama seperti sebelumnya, bahkan bisa lebih berat karena kau membawa satu anak. Cobalah untuk berunding dengan Gail, bicarakan ini baik-baik. " Ucap Ibunya Rien.


" Aku sudah petang mencoba itu, Ibu. Tapi kenyataanya Gail sama sekali tidak bisa menjadi seperti yang aku inginkan. " Ujar Rien.


" Kau tidak akan menemukan pria seperti itu, Rien. Pria yang kau inginkan, tuntutan mu terhadap suami mu adalah hal paling bodoh. Semakin kau meminta Gail memenuhi tuntutan mu, maka Gail akan semakin jauh dari apa yang kau inginkan. Cobalah untuk menerima, dan jangan lupa memberi. Hubungan akan semakin baik saat kalian saling menerima satu sama lain, menegur dengan lembut, juga jangan marah saat di tegur. "


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2