
Satu tahun kemudian.
Ibu kandung Gail sudah pulih, dia sudah bisa di ajak bicara layaknya orang biasa pada umumnya. Untunglah keinginan untuk sembuh dan dokter yang menangani benar-benar menjadi jembatan untuk Ibunya Gail berangsur pulih dengan cepat. Obat tebaik, pengamanan terbaik, terapi yang sangat membantu, dan sekarang Ibunya Gail sudah benar-benar kembali seperti sedia kala. Tubuh yang sudah di netralkan dari obat-obatan yang sebelumnya mengandung zat berbahaya juga banyak membantu lancarnya proses kesembuhan Ibunya Gail.
Ayah mertua juga sudah jauh lebih baik keadaannya dari pada setahun lalu. Meski masih belum bisa berjalan dengan lancar, tentu saja keadaan itu sudah jauh lebih baik dan menyenangkan.
Setahun ini Gail dan juga Rien rajin mengunjungi Ibunya Gail dan mengajaknya mengobrol, bahkan mereka sudah beberapa kali keluar bersama untuk makan malam, berbelanja, bahkan juga pernah menonton film bersama. Sekarang keadaan Ibunya Gail benar-benar sudah normal dan dia sudah di perbolehkan untuk di bawa pulang, syaratnya hanya untuk rajin kontrol setiap satu bulan, dan jangan melewatkan untuk meminum obat yang sudah di resepkan oleh Dokter.
Yah, begitulah kehidupan Gail dan Rien yang tidak lain seperti kehidupan rumah tangga lainnya. Setelah memutuskan untuk bersama, mereka benar-benar menjalani hari-hari mereka dan terus berusaha menjadi lebih baik di setiap harinya. Pertengkaran jelas sering terjadi, tapi untungnya mereka juga selalu bisa mengatasi bersama. Mengenai Greta, wanita itu kini sudah tidak lagi banyak muncul karena dia sudah bisa membaca situasi dari Gail yang terus menunjukan cintanya hanya untuk Rien seorang. Dulu, Greta pernah bercanda dan menyatakan tentang candaan kala Gail berselingkuh, tapi mimik wajah Gail yang terlihat sangat tidak senang sudah cukup jelas mengatakan bahwa itu tidak akan terjadi dan Gail tidak suka tentang pembahasan semacam itu.
Greta kini memilih untuk menyibukkan diri untuk memulai bisnis barunya yang bergerak di bidang kecantikan. Baru awal, tapi dia benar-benar sangat semangat dan terlihat bersungguh-sungguh jadi tentang Gail sudah tak ingin dia pikirkan lagi.
Di ruang temu, penjara.
Ibunya Gail dan Ibu mertua kini duduk bersebrangan meja, berhadapan dengan memasang wajah datar. Mereka sudah lama tidak bertemu dengan keadaan yang seimbang seperti ini, dimana Ibunya Gail masih bisa memahami segala ucapan dan juga tindakan. Rasanya sudah lama sekali Ibunya Gail menunggu momen ini, momen di mana dia bisa melihat wanita yang telah mengambil segalanya menderita, mendapatkan apa yang di namakan karma.
__ADS_1
" Sepertinya kau hidup dengan baik ya, adik? " Tanya Ibunya Gail yang hanya mendapat tatapan tanpa ekspresi dari Ibu mertua. Dia sama sekali tidak ingin menanggapi ucapan itu, karena dia paham benar apa yang sedang di pikirkan oleh kakak tirinya itu.
" Sudah berpuluh-puluh tahun kau mempermainkan kami semua, kau bahkan membuat orang ku meninggal bersamaan. Kau benar-benar hebat dalam segala hal tentang menyakiti keluarga mu. "
Ibu mertua tersenyum tipis, dia masih tak ingin bicara untuk menjawab ucapan Ibunya Gail yang seperti sudah dia tebak kalau hari ini pasti akan datang juga.
" Diana, adik ku tersayang. Aku akan memberitahu apa yang sebenarnya aku tahu sejak kita kecil. Sebenarnya Ayah lebih menyayangi mu di banding menyayangiku. Dia selalu diam-diam memperhatikan mu, membelikan obat saat kau sakiti, menjagamu saat kau demam, dia bahkan dengan bahagia menceritakan tentang mu kepada rekan kerjanya. Dia mengatakan kalau dia bangga memiliki anak seperti mu, dan dia juga bangga memiliki anak seperti ku. Apa kau tahu seberapa banyak uang yang diam-diam Ayah tabung untuk mu? Jumlahnya delapan puluh persen lebih banyak di banding uang yang dia simpan untukku. Dia menyiapkan segalanya karena dia tahu kau tidak bisa melakukan banyak hal selama kita tinggal bersama, dia ingin kau menggapai mimpi mu begitu kau memutuskan untuk tinggal terpisah nanti. Tapi kau telah mencelakai orang yang menyayangi mu, bukankah itu menyedihkan? "
Ibu mertua kembali tersenyum membuat Ibunya Gail menahan kesal di dalam hati karena semua ucapan yang dia pikir akan membuat Ibu mertua merasa menyesal seumur hidup justru tak terlihat sama sekali. Padahal dia ingin Ibu mertua tersiksa karena merasa bersalah hingga terus mengharapkan kematian di setiap harinya, tapi mungkinkah harapan itu tidak akan pernah terjadi?
Ibu mertua membuang nafasnya, tersenyum menatap Ibunya Gail yang menatapnya dengan tatapan marah, kecewa, tapi dia sama sekali tak bisa melakukan apapun kepada seorang tahanan.
" Kau pikir aku sebodoh itu? Selama ini aku bukan hanya memanipulasi kalian, aku bahkan memanipulasi diriku sendiri, tapi aku tidak merasakan penyesalan apapun. "
Ibunya Gail mengepalkan tangannya, menatap marah hingga matanya berair dan memerah tapi tetap di tahan oleh Ibunya Gail.
__ADS_1
" Melihat satu jari ku yang hilang, apakah kau sungguh tidak merasa kalau saja aku akan membalas mu? " Tanya Ibunya Gail.
Ibu mertua terkekeh.
" Hentikan, dan jangan terus tidak mengingat dengan baik. Kau berniat menusuk ku dengan pisau di hari pertama aku menemui mu di penjara, tapi aku bisa menghindarinya, dan KA terus mencoba menyerang ku sampai kau tidak sengaja menusuk tangan mu dengan pisau hingga hampir putus. Aku menggunakan itu untuk mengancam pria yang kau cintai, aku hanya mengambil keuntungan di setiap tragedi. Mengenai orang tua mu, sebenarnya mereka di celakai oleh pria yang kau tolak mentah-mentah, namanya Antonio. Kau pasti ingat pria gila, dan ambisius untuk menikahi mu itu kan? " Ibu mertua mengakhiri ucapannya dengan senyum dan tatapan dingin yang membuat Ibunya Gail gemetar ketahuan, juga sangat terkejut.
" Aku mengakui kesalahan yang bukan salah ku untuk kepentingan ku, aku melakukan apa yang ingin aku lakukan juga karena kepentingan ku. Aku di sini juga karena aku menginginkannya. Jangan kau pikir aku mencintai citra baik, karena yang aku cintai adalah hal semu, maka semua juga harus berakhir dengan semu dan mengejutkan bukan? Ah, mengenai tabungan yang banyak untuk ku itu, semua uang itu juga sudah habis di gunakan untuk merawat mu di rumah sakit jiwa, jadi jangan mendorong ku untuk tersiksa dengan rasa bersalah. kau dan aku, kita memilih darah brengsek yang sama, jadi jangan menganggap dirimu bersih, kita ini sama-sama brengseknya. " Ibu mertua kembali tersenyum setelah setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan.
" Kau bohong, itu tidak mungkin! "
Ibu mertua menghela nafasnya.
" Manusia saja bisa memakan manusia lain, bagiamana bisa kau masih menggunakan kata tidak mungkin? "
Bersambung.
__ADS_1