Married With Romeo

Married With Romeo
Keluar dari rumah


__ADS_3

Cassie kembali turun ke bawah ketika melihat mobil Bentley Romeo sudah keluar dari halaman. Dia benar-benar merasa tertekan dengan keadaannya sekarang. Jika tidak mau gila, Cassie harus mencari hiburan. Cassie segera berganti pakaian. Dia sudah memutuskan untuk pergi ke mall bersama sohibnya.


"Biii.. aku pergi sebentar ya, Bi." Cassie menemui Pelayannya di dapur.


"Non, mau ke mana?"


"Jalan-jalan bi, sama teman."


"Udah ijin suami,Non?"


Cassie terdiam. Suami? Apakah Romeo menganggap Cassie istrinya? Dan sepertinya Romeo tidak peduli pada Cassie.


"Tidak usah, Bi. Dia sibuk." Cassie berlari pergi sebelum Bibi memanggilnya dan melarang untuk pergi.


"Aduh,, semoga Tuan tidak marah." Ucap Bibi cemas.


Dia mengikuti Cassie keluar dan melihat Cassie naik ke sebuah mobil Sport Biru dengan seorang wanita berambut pirang.


Cassie begitu senang karena bisa menghirup udara bebas. Dia sengaja membuka cap mobil supaya dirinya bisa merasakan angin segar menerpa wajahnya.


"Lo kenapa sih beb? Kayak orang desa yang baru pernah ke kota aja." Cindy, teman Cassie menggeleng-gelengkan kepala karena tingkah Cassie yang seperti orang udik, tengok kanan tengok kiri melihat bangunan yang tinggi.


"Gue udah lama banget ga nge mall kan.."


"Kamu kan pengantin baru.. pasti betah di rumah..Ya kan?"


Cassie tidak menjawab pertanyaan konyol Cindy. Justru Cassie tidak ingin berada di rumah itu.


"Eh, btw beb, aku dengar suami mu itu ganteng banget yah?" tanya Cindy penasaran. "Gue liat foto nya dong."


Cassie tertawa keras membuat Cindy sedikit kebingungan. Sepertinya otak Cassie terbentur. Dia bertingkah aneh sejak tadi.


"Gue skip soal itu ya... Bicarakan yang lain, plis.."

__ADS_1


ucap Cassie setelah dia berhenti tertawa. Cassie tidak bisa memberikan Cindy jawaban, karena jangankan foto, nomer Romeo saja dia tidak punya. Selain itu, Cassie juga tidak ingin mood nya rusak karena membicarakan Romeo.


Akhirnya Cindy memilih topik yang lain, yaitu rencana liburannya ke America. Kali ini Cassie menanggapi dengan semangat.


Tidak lama mereka sampai di Central Park. Mall masih sepi karena mereka terlalu pagi mengunjungi tempat ini. Cassie menggandeng lengan Cindy sambil melihat-lihat barang yang dia sukai.


"Hai Cin.." Seorang pria bertubuh kekar menghampiri mereka. Cindy segera melepaskan Cassie, lalu memeluk pria itu.


"Hai Rob." sapa Cindy ramah.


"Siapa dia?" bisik Cassie setelah Cindy selesai berpelukan.


"Dia Robert, sepupu ku." Cindy membalas Cassie dengan berisik juga.


"Rob, kenalin, ini Cassie Sebastian, teman ku."


Cassie menyalami Robert sambil tersenyum canggung. Dia merasa kurang nyaman karena pria itu terus menatapnya.


"Kita nongkrong dulu, yuk. Di cafe bawah aja." ajak Cindy.


Cassie tidak dapat menolak karena Cindy sudah menyeretnya untuk mengikuti dia, sedangkan Robert berjalan di belakang mereka.


*


*


*


Romeo sudah sampai di Hotel Emerald bersama dengan Dimas. Pagi ini Dimas sudah menyiapkan rapat seluruh para direksi untuk mengangkat Romeo menjadi wakil CEO.


Beberapa karyawan wanita yang berada di sana, begitu terpesona oleh wajah tampan Romeo. Dia tampak sangat cool dan berwibawa ketika berjalan bersama ke ruang rapat.


"Selamat pagi, semua." "Saya ingin memperkenalkan Romeo sebagai wakil CEO yang baru menggantikan Reno Sebastian. Romeo ini juga adalah menantu saya, jadi saya harap kalian bisa membantu Romeo dengan bekerja yang baik." Dimas memberikan pengumuman itu tanpa basa basi.

__ADS_1


Pupus sudah harapan wanita-wanita di kantor setelah mendengar jika Romeo adalah menantu dari Bos mereka.


Romeo tidak banyak bicara. Dia hanya tersenyum sambil membungkuk kan badan. Semua bertepuk tangan menyambut Romeo.


Rapat di lanjutkan dengan perkenalan karyawan pada Romeo. Para karyawan yang biasa di tangani Reno, kali ini cukup merasa tertekan karena Romeo begitu tegas, bahkan pada pertemuan pertama mereka.


Setelah rapat singkat dan briefing dari Romeo, Dimas membawa Romeo menuju ruangannya.


"Terimakasih, Rom." kata Dimas sambil menepuk pundak Romeo. Dari cara Romeo bertindak tadi, Dimas melihat potensi yang baik dari menantunya. Selama ini Reno tidak berfokus pada kerjaan nya karena Reno punya pekerjaan yang lain. Sekarang, dengan adanya Romeo menjadi wakil CEO, Dimas yakin para karyawannya tidak akan bekerja seenaknya sendiri. "Dad minta tolong ya untuk bantu Dad.."


"Sudah kewajiban Romeo, Dad." jawab Romeo sambil tersenyum penuh arti ke arah Dimas.


Dimas memang orang yang baik dan murah hati. Romeo baru saja beberapa hari menjadi menantunya, tapi Dimas sudah memberikan dia tanggung jawab yang besar. Dia juga memberikan fasilitas yang terbaik di tempat ini. Sepertinya Dimas memang membutuhkan bantuan.


"Dad tinggal dulu. Dad ada janji bermain golf dengan Om Ben." Dimas menepuk pundak Romeo, lalu meninggalkan Romeo sendiri.


Romeo duduk di kursi kerjanya yang nyaman. Ini awal yang bagus. Romeo tidak akan membuang waktu untuk menjalankan apa yang menjadi tujuannya. Dia memeriksa data keuangan hotel beberapa tahun ini. Setelah mempelajarinya, dia tidak lupa menyalinnya dalam flashdisk supaya bisa dia pindahkan pada komputernya di rumah.


Rumah. Pikiran Romeo tiba-tiba melayang pada Cassie. Dia penasaran dengan apa yang sedang Cassie lakukan sekarang. Dia takut jika Cassie membobol kamarnya atau melakukan hal gila lainnya. Romeo membuka rekaman CCTV rumah untuk melihat Cassie. Tapi, Cassie tidak ada di manapun. Dia bahkan tidak terlihat di dalam kamar.


"Halo Bi, mana Cassie?" tanya Romeo ketika pelayan Cassie mengangkat teleponnya.


"Emm,,itu...anu.. Non Cassie,,," Bibi tampak kebingungan karena dia tidak bisa mencari kata-kata yang tepat.


"Aku tidak suka jika di bohongi,Bi." kata Romeo tegas.


"Maaf Tuan. Bibi sudah bilang untuk minta ijin dulu pada Tuan, tapi Non Cassie tetap pergi." "Dia pergi bersama dengan temannya."


"Kurang ajar." umpat Romeo setelah dia menutup teleponnya secara sepihak.


"Cassie... Kamu benar-benar menguji kesabaran ku."


Kali ini Romeo kembali menelepon seseorang. "Halo, cepat lacak ponsel istri ku sekarang juga."

__ADS_1


__ADS_2