Married With Romeo

Married With Romeo
Menyerahkan diri


__ADS_3

Kamar pengantin itu tampak begitu cantik dengan bunga mawar di lantai dan juga di ranjang. Cassie merebahkan diri di ranjang menikmati aroma semerbak yang begitu menenangkan jiwanya, sementara Romeo duduk di sofa sambil melepaskan jas dan kemejanya.


"Rom.. jangan buka baju di sini." pinta Cassie sambil menutup matanya.


Romeo tidak mempedulikan Cassie karena saat ini dia sudah bertelanjang dada. Romeo merasakan tubuhnya lengket dan berkeringat. Dia sudah merasa risih dan harus segera mandi


"Tenang saja, aku tidak berminat pada mu." ucap Romeo sebelum masuk ke kamar mandi.


Cassie membuka matanya perlahan ketika mendengar suara kamar mandi di tutup. Dia bernafas lega karena Romeo ternyata juga tidak menginginkan pernikahan ini. Pasti pria itu hanya mengincar harta milik ayahnya saja.


Deg. Cassie baru menyadari satu hal. Dia tidak tahu asal usul Romeo. Romeo memang tidak terlihat seperti orang susah, tapi bukan tidak mungkin dia akan mengambil semua harta milik ayahnya. Romeo tidak tertarik pada Cassie, itu artinya dia lebih tertarik dengan posisi nya sebagai keluarga dari Sebastian.


Kalau begini, apa yang harus Cassie lakukan?


Cassie mencoba berpikir cepat. Dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Dia akan memberikan bukti, lalu setelah dapat, Cassie akan meminta bercerai dari Romeo. Tapi bagaimana caranya dia bisa membuka mulut Romeo? Pria itu sedingin es batu dan irit bicara.


Cassie melihat wine yang tergeletak di meja. Senyum Cassie terkembang seketika. Dia sudah menemukan cara supaya Romeo bisa mengatakan apa rencananya menikahi Cassie.


Ceklek.


Romeo keluar dengan menggunakan bath robe. Dia menengok ke sekeliling ruangan karena Cassie tidak ada.


"Kamu cari siapa, sayang?" sebuah suara terdengar berbisik di telinga Romeo.


Romeo terkejut mendapati Cassie ternyata ada di balik pintu kamar mandi dan..tampak Cassie hanya menggunakan lingerie pink sedang bersandar di tembok. Cassie bergerak mendekat, lalu merangkul lengan Romeo. Dia juga membawa 2 gelas wine di tangannya.


"Kita sudah menikah, bukan? Jadi ini waktu nya bersenang-senang." ucap Cassie sambil mengerlingkan satu matanya.


Romeo yang sempat kehilangan akal sehatnya, kembali menggunakan logika nya. Tadi Cassie begitu ketakutan ketika dia menciumnya, tapi kenapa sekarang dia begitu liar? Pasti Cassie memiliki maksud tujuan tertentu.


"Aku tidak minum." tolak Romeo. Dia memang menghindari minuman beralkohol belakangan ini. Lagipula, minuman seperti itu tidak akan berpengaruh untuk membuatnya mabuk.


"Ayo lah...aku ingin minum bersama suami ku." rengek Cassie.


Romeo berpikir sebentar. Dia mengambil gelas yang Cassie sodorkan.

__ADS_1


"Oke, tapi kamu juga minum." tantang Romeo.


Cassie gelagapan. Dia juga tidak minum alkohol. Cassie tidak pernah meminum alkohol. Dia pernah mencicipi sedikit, dan rasanya begitu pahit seperti alkohol di rumah sakit.


"Sudah lah. Tidak usah kalau memang tidak kuat minum." Romeo melepaskan tangan Cassie.


"Tidak, aku akan minum." Cassie meneguk wine pada gelasnya sambil menutup mata.


'"Yieks.. tidak enak." ucapnya setelah menghabiskan satu sloki wine. Cassie merasakan hawa panas langsung menjalar di seluruh tubuhnya.


"Giliran mu." tantang Cassie.


Romeo mengambil gelas yang masih berisi minuman dari tangan Cassie. Dia menenguknya segera supaya Cassie percaya.


Cassie tersenyum senang. Dia berjalan ke meja, untuk mengisi lagi gelas mereka yang sudah kosong.


"Cass, sudah. Aku pusing." Romeo menyingkirkan gelas yang di berikan Cassie. Dia berjalan ke ranjang dan bersandar pada head board.


'Apa reaksi nya secepat ini? Kenapa dia begitu payah sekali?' batin Cassie.


"Apa kamu baik-baik saja, Rom?" tanya Cassie hati-hati.


"Sepertinya aku mulai mabuk."


'Kena kau..'


"Kamu tidur saja." Cassie membantu Romeo untuk tidur dengan nyaman.


"Rom.." panggil Cassie.


"Hmm.."


"Apa kamu sudah tidak sadar?"


"Hmm.." Romeo hanya bergumam tanpa membuka matanya.

__ADS_1


"Rom,, kamu tau kan.. Dad Dimas menikahkan kita karena mencari penerus keluarga." "Apa kamu begitu menginginkan kedudukan itu?" Cassie mulai memancing Romeo.


"Tentu saja.. Siapa yang akan menolak tambang emas?"


Deg. Cassie terpaku dengan pengakuan Romeo. Entah kenapa hatinya begitu sakit sampai Cassie tidak bisa bernafas. Sekali lagi Cassie menenguk minumannya sampai habis.


"Kamu begitu jahat, Rom." "Kalau begitu, mari kita lahir kan keturunan dan aku akan menceraikan mu setelah itu." Cassie yang tersulut emosi dengan berani mencium bibir Romeo.


Romeo membuka matanya. Dia sebenarnya tidak mabuk dan hanya mengetes Cassie saja. Dia tidak menyangka Cassie malah melakukan hal ini.


Romeo membalikan tubuh Cassie. Dia adalah pria normal yang akan bereaksi ketika seseorang menawarkan diri. Cassie yang memulai lebih dulu dan menggodanya lebih dulu.


Cassie terengah-engah karena Romeo membalas apa yang dia lakukan. Syaraf kepalanya sudah putus akibat 2 sloki wine. Cassie merasakan kepalanya berdenyut dan jantung nya pun seperti melompat keluar.


"Cassie Sebastian, jangan pernah menyesal setelah ini." Romeo kembali mencium Cassie.


Cassie tidak menolak. Tangannya bahkan melepaskan tali bath robe yang digunakan Romeo.


Apa yang terjadi selanjutnya, Cassie tidak ingat lagi karena dia begitu terbuai dengan pesona Romeo.


*


*


*


Sinar matahari masuk melalui sela-sela gorden. Cassie membuka matanya. Dia ingin menggeliat, tapi tubuhnya terasa sakit semua. Cassie mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Dia begitu terkejut karena melihat pakaiannya bertebaran di lantai.


"Cassie, kamu itu bodoh. Kenapa kamu malah menyerah kan diri pada Romeo?" Cassie memukul kepalanya sendiri. Entah berapa kali Cassie melakukan dengan Romeo malam itu.


Nasi sudah menjadi bubur. Meskipun mereka itu sudah Sah, tapi tidak ada perasaan di antara mereka.


Cassie mencoba bangun, meskipun semuanya terasa menyakitkan.


Dia ingin bertemu dengan Romeo. Tapi, Romeo tidak ada di manapun.

__ADS_1


"Kurang ajar sekali dia." umpat Cassie. Dia hanya bisa menangis karena Romeo sudah tidak ada di kamar dan meninggalkannya begitu saja.


__ADS_2