Married With Romeo

Married With Romeo
Kepedihan Romano


__ADS_3

Setelah pembicaraan kemarin, hubungan Cassie dengan suaminya kembali dingin seperti sedia kala. Kali ini, mereka bahkan tidak berkomunikasi dan hanya diam seribu bahasa.


"Mom.. mam.." Sean memegang sendoknya sambil berteriak ke arah Cassie untuk menyuapi dia makan.


"Sayang, mam nya sama mba Sunny ya.." Cassie mencubit pipi Sean dengan gemas.


"Sun.. suapi Sean makan."


"Sun.. mam.. sun.." Sean berceloteh menirukan Cassie yang memanggil Sunny hanya dengan namanya saja.


"Mom pergi dulu ya, sayang." Cassie mencium Sean sebelum pergi. Tapi, dia sama sekali tidak pamit pada Romano, bahkan menengok ke arahnya.


Romano tersenyum sinis. Wanita kalau sudah cemburu, pasti akan seperti itu. Kali ini pernikahan Romeo benar-benar di ujung tanduk. Jika dia tidak segera mengatakan pada Cassie, mereka pasti akan segera bercerai.


"Tuan, anda mau makan saus pake omelet?" ucap Sunny heran karena Romano menuangkan sebotol saus ke piringnya.


Romano tersadar. Dia meletakkan botol saus yang sudah kosong lalu memindahkan omelet nya yang sudah banjir saus, ke piring Cassie.


"Kenapa ngeliatin? Kamu mau?"


Sunny menggeleng. Dia menahan tawanya karena Romano terlihat begitu lucu. Bibi yang akan membereskan piring Cassie, tampak curiga dengan kedekatan Sunny dan Romano.


"Sun, inget pesen Nyonya Siska." bisik Bibi pelan.


"Iya, maaf Bi." Sunny menunduk. Dia tidak enak pada Bibi yang pasti akan kena marah jika Sunny melakukan sesuatu yang macam-macam.


Ponsel Romano berdering. Raut wajahnya berubah seketika melihat nama yang tertera di layar.


"Bi, tolong bawakan sarapan saya ke atas. Sekaligus kopinya." Romano mendorong kursinya, lalu buru-buru naik ke atas.


"Bi, apakah Tuan Romeo dan Nyonya Cassie tidak harmonis?" tanya Sunny penasaran.


"Ya begitulah. Kadang mesra, kadang dingin seperti tadi. Kamu kan sudah pernah menikah. Kamu pasti tau kehidupan berumah tangga. Sudah jangan kepo." omel Bibi.


Dia pergi ke dapur untuk mengambil nampan, lalu mengantarkan makan pagi Romano.

__ADS_1


"Sun.. sun.." panggil Sean lagi.


"Iya sayang...aaaaa..." Sunny kembali berfokus pada Sean yang sudah meminta makanan lagi.


Syukurlah Sean cocok dengannya. Dia jadi bisa terus bekerja dan mendapatkan uang. Hanya saja, Sunny memang sedikit takut dengan Romano. Sunny takut kalau dia benar-benar menyukai majikannya itu. Baru 2 hari bekerja di sini, Romano sudah berhasil membuat Sunny berdebar setiap kali berdekatan dengannya.


Pesona Romano memang tidak main-main.


*


*


*


Seharian ini Romano tidak kerja atau turun ke bawah. Cassie juga pergi entah kemana. Sunny sedikit kasihan pada Sean yang tidak mendapat perhatian dari kedua orang tuanya. Ternyata menjadi anak orang kaya tidak seenak yang dia bayangkan. Mereka sibuk sendiri, padahal Sean perlu juga merasakan kasih sayang orang tuanya, bukan hanya dari seorang pembantu atau baby sitter.


Sekarang, Sean sudah tertidur setelah kelelahan bermain. Sunny menggendong Sean ke kamarnya.


'Prang' suara itu terdengar nyaring dari kamar Romano. Sunny menghentikan langkahnya. Pintu kamar Romano tidak dikunci dan ada sedikit celah untuk mengintip.


"Tuan.." Sunny menyeruak masuk. Dia menaruh Sean hati-hati pada ranjang Romano. Setelah itu, Sunny melihat tangan Romano yang berdarah.


"Tuan kenapa senang sekali menyakiti diri sendiri?" Sunny mengambil kotak P3K yang kebetulan ada di atas meja rias.


Dia lalu membawa Romano untuk duduk di sofa.


"Aku tidak ingin menjalani semua ini lagi, Sun." kata Romeo dengan suara bergetar. Dia tidak menolak ketika Sunny mengobati lukanya.


"Aduh, Tuan. Saya benar-benar tidak ingin tau masalah rumah tangga anda. Tapi, tolong jangan seperti ini." ucap Sunny panik.


"Sun, tolong bantu aku." Romano menatap Sunny dengan pandangan nanar.


Sunny baru selesai membalut perban Romano. Dia juga menatap wajah Romano yang terlihat begitu frustasi.


"Tolong apa, Tuan?" tanya Sunny bingung.

__ADS_1


"Cepat peluk aku."


"Tuan, tapi..Nyonya Cassie.."


Romano dari kursinya menarik pinggang Sunny, lalu dia segera memeluknya lagi. Sunny terkejut, tapi ketika mendengar isak Romano, Sunny membiarkan pria itu menangis pada dadanya. Sunny tidak kuasa untuk menolak Romano. Sepertinya Romano sedang menjalani masalah yang begitu berat.


Romano tidak kuasa menahan tangisnya begitu memeluk Sunny. Dia baru saja mendapat kabar jika perusahaan keluarga Smith akhirnya bangkrut. Perjuangan mereka selama ini sia-sia saja. Romeo akan makin shock jika mendengar hal ini karena dialah yang 80% berjuang sejak remaja, sedangkan Romano hanya mendukungnya dari belakang.


"Tuan.. anda sudah tua.. jangan menangis seperti ini. Malu sama Sean, Tuan." Sunny mencoba menghibur Romano, meskipun kata-katanya menyakitkan.


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Romano jauh lebih tenang.


"Sun, maafkan aku." ucap Romano yang masih sedih.


"Tidak apa-apa Tuan." "Tapi, Tuan seharusnya tidak seperti ini, karena Tuan punya istri. Saya tidak ingin jadi pelakor." kata Sunny sadar diri. Sekarang dia bisa mengatakan itu karena Romano memeluknya dalam keadaan sadar, tidak seperti kemarin.


"Kamu mungkin tidak percaya ini. Aku sebenarnya tidak ada hubungan apapun dengan Cassie."


"Apaaa?" Sunny berteriak sambil menutup mulutnya. "Tapi, Sean itu.." "Dia, begitu mirip anda dan Nyonya Cassie." katanya terbata.


"Nanti kamu akan tau, tapi yakinlah kalau kamu bukan pelakor." "Dan, aku harap kamu akan selalu ada jika aku membutuhkanmu." pinta Romano dangan memelas.


*


*


*


Romano sudah pergi begitu saja meninggalkan Sunny yang masih mencerna perkataan majikannya. "Aku harap kamu akan selalu ada jika aku membutuhkanmu." Sunny mengulang perkataan Romano untuk yang ke 10 kalinya.


"Apa maksud Tuan Romeo? Apakah syarafnya putus karena menangis tadi?"


Sunny mengenyahkan pikiran buruknya. Dia seharusnya tidak melangkah sejauh ini. Kalau sudah begini, bagaimana dia akan menghadapi pria itu dan juga Cassie? Rasanya pasti akan jadi sangat canggung.


Sunny menghela nafas berat. Dia menatap pecahan kaca yang masih berserakan. Mungkin sekarang Sunny harus membereskan apa yang Romano perbuat, sebelum Cassie pulang dan mengetahui semuanya.

__ADS_1


__ADS_2