Married With Romeo

Married With Romeo
Perubahan Romeo


__ADS_3

Cassie mengulet. Semalam dia bermimpi jika Romeo kembali dan membuatkannya indomie. Meskipun hanya mimpi, bayangan Romeo begitu nyata. Cassie bahkan bisa melihat Romeo sekarang sedang menatapnya.


"Kenapa kamu selalu muncul di otak ku?" tanya Cassie pada bayangan Romeo.


"Karena aku begitu mencintaimu." bayangan itu menjawab.


Cassie tertawa kecil. "Aku tidak percaya kamu mencintaiku, karena kamu selingkuh." jari Cassie mulai bergerilya pada dada bidang suaminya.


Romeo menahan tangan Cassie. Dia tidak bisa berada dalam posisi seperti sekarang ini. Saling menatap dan begitu mesra. Bagaimanapun juga, Romeo masih pria normal yang dengan mudah melahap wanita di depannya itu.


"Bangun, pemalas. Kamu harus mandi karena iler mu sudah kemana-mana." kata Romeo sambil mengacak-acak rambut Cassie.


"Ya, tolong kamu yang mandikan aku." pinta Cassie dengan manja.


"Kamu sudah tidak waras, Cassie Sebastian."


"Kenapa? Bukannya kita ini suami istri? Lagipula ini hanya mimpi. Aku ingin merasakan seperti pasangan lain, meskipun ini hanya mimpi." celoteh Cassie.


Romeo mencubit tangan Cassie pelan dan wanita itu berteriak kesakitan.


"Ini bukan mimpi, Cassie." "Cepat, bangun. Aku tunggu kamu sarapan di bawah."


Romeo bangun dari ranjang Cassie. Romeo menggelengkan kepala karena Cassie masih terbengong seperti orang bodoh di ranjangnya. Imajinasi wanita itu begitu tinggi. Dia berharap mandi bersama dengan Romeo.


Cassie memukul kepalanya sendiri dengan pelan, saat menyadari kebodohannya. Dia adalah satu-satunya wanita yang tidak punya harga diri. Sudah tau suaminya selingkuh, Cassie malah menunjukkan ketertarikannya pada Romeo. Cassie mencoba meyakinkan dirinya jika ini semua karena hormon yang meningkat dari kehamilannya.

__ADS_1


"Cassie..." teriakan Romeo terdengar sampai kamarnya.


Cassie buru-buru turun dari ranjang. Tapi sebelum keluar dari kamar, dia menyisir rambut dan mengelap ilernya dengan tisu basah.


*


*


*


Cassie terperanjat ketika mendapati sosok Jo berada di meja makan. Jo memandang Cassie dengan tatapan yang tidak biasa.


Cassie mengambil tempat duduk di sebelah Jo.


"Dia datang pagi-pagi sekali untuk menemui mu." ucap Romeo santai. "Aku sudah bicara supaya dia bisa menjaga mu jika aku pergi ke Jepang lagi." imbuh Romeo.


"Apa dia sakit?" bisik Jo dengan sangat pelan.


Cassie menggeleng. Dia lalu tersenyum ke arah Romeo yang sedang memandangi mereka berdua.


"Rom, apa di Jepang terjadi sesuatu?" Cassie memberanikan diri untuk bertanya pada Romeo.


"Kenapa? Apa ada yang aneh?" Romeo berdiri, lalu mengisi piring Cassie dengan salad buah yang sudah di sediakan bibi. "Makan yang banyak, supaya Baby kita sehat."


"Uhuk" Jo yang sedang meminum tehnya sampai tersedak mendengar ucapan Romeo pada Cassie.

__ADS_1


"Ini yang aneh." Cassie menerima piring yang di berikan Romeo dengan perasaan canggung.


"Aku sudah bilang kan, aku akan mencoba untuk menjadi suami yang baik. Aku ingin menebus kesalahan ku pada mu."


"Ya, tapi..."


"Cassie.. aku berangkat dulu. Hari ini ada rapat. Nanti kita bicarakan lagi." Romeo memakai jas nya. Dia mendekati Cassie, lalu mengecup keningnya dengan lembut.


"Jo, temani Cassie, kalau perlu, ajak dia jalan-jalan sebentar." pesan Romeo sebelum pergi.


"Cass, apa suami mu bipolar? atau punya kepribadian ganda?" tanya Jo lagi setelah Romeo sudah pergi.


"Entah lah... tapi aku suka Romeo seperti ini. Dia jadi lebih ceria dan perhatian." ucap Cassie jujur.


"Wah, jadi udah mulai jatuh cinta nih?" Jo menyenggol lengan Cassie.


"Jo.. aku akan tetap bercerai setelah 2 tahun."


"Cass.. siapa tau dia berubah." "Kamu jadi tidak perlu menjadi janda." Bujuk Jo. Dia sebenarnya sedih kalau Cassie harus bercerai.


"Sialan kamu, Jo."


"Ya, kalau pun jadi janda, aku siap melamar mu." ucap Jo sambil tertawa.


"Jo, tolong jangan absurd deh.." Cassie mulai makan dengan lahapnya.

__ADS_1


"Ya, kan janda selalu terdepan.." goda Jo lagi.


"Amit.. amit.. kamu jangan gila seperti uncle ya, nak.." Cassie buru-buru mengelus perutnya.


__ADS_2