
Malam ini, Romano kembali ke Indonesia. Dia segera menemui Romeo karena ingin membicarakan apa yang telah dia lakukan selama ini di Amerika. Romano sudah menyelesaikan masalahnya baik-baik dengan keluarga Wilson. David tetap menjalani proses hukuman, sedangkan Ny.Wilson juga sudah minta maaf pada Romano dan Romeo. Tidak sampai di situ, Ny.Wilson membantu Romano memulihkan perusahaan milik keluarga Smith, sehingga Romano bisa menjalankan kembali bisnis ayahnya.
Romano sudah sampai di depan pintu rumah Romeo. Dia merapikan kemejanya dan memasang senyum terbaik, sebelum masuk ke dalam.
"Rom.. aku kembali.." teriak Romano semangat.
Beberapa pasang mata segera menatap ke arah Romano yang sedang merentangkan tangan di depan pintu.
Ya, ternyata keluarga Romeo sedang berkumpul untuk makan malam. Di sana ada Dimas-Siska, Reno-Aeris dan Romeo-Cassie. Semua serentak menunjukan ekspresi terkejut karena kehadiran kembaran Romeo yang masuk secara tiba-tiba itu. Reno bahkan sampai menyemburkan air yang ada di mulutnya ketika melihat Romeo ada 2.
"Sorry, sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat." Romano berbalik dan bersiap untuk pergi.
"Tunggu dulu, Romano." ucap Dimas cepat. Dia berdiri dari bangkunya, lalu menghampiri Romano.
"Dad ingin kamu gabung bersama kami." lanjut Dimas sambil menepuk pundak Romano.
"Dad?" tanya Romano heran.
"Ya,, Kamu kembaran Romeo, jadi kamu juga anak Dad."
Mata Romano berkaca-kaca mendengar Dimas mengucapkan kata 'Dad'. Rasanya sudah lama sekali Romano tidak mengucapkan kata Dad.
"Romano, ayo.. Mom juga ingin kamu makan di sini." ajak Siska.
Romano berjalan pelan mengikuti Dimas. Cassie dan Romeo berpindah duduk supaya Romano bisa duduk di samping Mom nya.
"Romano, Dad senang karena ternyata kamu masih hidup." "Dad seperti mendapatkan bonus." "Dad hanya minta 1 orang penerus, tapi Dad malah mendapatkan 2." kata Dimas bangga.
Romano tidak mampu berkata apapun dan hanya bisa tersenyum. Dia begitu bahagia dengan keluarga Sebastian yang menganggapnya seperti anak sendiri.
Sementara itu, Reno dan Aeris tidak berhenti menatap Romeo-Romano yang duduk di samping kanan dan kiri Cassie. Wajah mereka sama persis. Pasti akan sulit membedakan jika mereka tinggal bersama.
"Cass, Hati-hati. Kamu bisa salah orang." kata Reno yang masih mencari perbedaan dari saudara kembar di depannya itu.
"Bagaimana kamu bisa membedakan mereka?" tanya Aeris penasaran. Juna juga punya kembaran perempuan, tapi mereka tidak mirip. Berbeda dengan Romeo-Romano.
"Gampang saja.." Cassie mencubit 2 orang itu bersamaan.
__ADS_1
"Kenapa kamu cubit aku?" protes orang yang duduk di sebelah Dimas. Sedangkan orang yang duduk di sebelahnya tampak tidak peduli dan tetap melanjutkan makan.
"Dia suamiku." Cassie menunjuk ke arah orang yang sedang makan dengan santainya setelah dia cubit.
Reno dan Aeris kompak mengangguk. Jika ingin membedakan Romeo, mereka hanya perlu mencari yang wajahnya datar tanpa ekspresi.
"By the way, aku tidak melihat Sunny. Di mana dia?" Cassie menengok ke sekeliling. Dia baru sadar jika Sunny tidak ada. Ini karena sejak tadi Sean terus menempel pada Siska, jadi Cassie melupakan Baby sitter Sean itu.
Romano juga mencari keberadaan Sunny. Dia sudah melupakan Sunny selama satu bulan ini, karena pekerjaannya yang masih belum stabil.
"Aku mengusirnya." jawab Romeo.
"Lho, kenapa kamu usir sayang? Apa salah Sunny?" protes Cassie yang tidak terima dengan perlakuan Romeo pada Sunny.
"Dia, menggodaku, Cass." "Tentu saja aku usir dia."
"Astaga, Romeooo.." teriak Cassie nyaring.
Cassie segera menatap Romano yang diam mematung.
Kenapa Cassie lupa memberitahu suaminya jika Sunny ada perasaan dengan Romano dan begitu juga sebaliknya? Pantas saja Sunny selalu menatapnya ketika sedang berduaan dengan Romeo.
"Mau kemana, Rom?" tanya Dimas.
"Mau mengejar matahari." Romano melayangkan tatapan sinis pada Romeo, lalu dia pergi dengan kesal dari rumah kakaknya itu.
Romeo yang masih belum mengerti tentu saja tertawa mendengar pernyataan adiknya. "Mengejar matahari? Memangnya lagu atau film?" ucapnya sambil menggelengkan kepala.
"Romeo Smith yang terhormat, maksud Romano itu, dia mau mengejar Sunny." ucap Cassie pada Romeo yang tampak tidak merasa berdosa.
"Kenapa di kejar?" Romeo mengernyitkan dahi karena bingung. "Jangan bilang kalau..."
"Ya, Romano itu menyukai Sunny." Cassie menekankan kata-katanya supaya Romeo paham akan kesalahannya.
Suasana makan malam yang tadinya ceria, dalam sekejap berubah jadi suram karena kisah Romano-Sunny. Mereka tidak menyangka jika masalah bertukar posisi akan menjadi serumit ini. Seluruh keluarga tidak setuju jika Romano bersama dengan Sunny. Hanya Cassie dan Aeris yang tampaknya mendukung kisah cinta mereka.
*
__ADS_1
*
*
"Sayang... apakah kamu masih marah?" Romeo memeluk Cassie dari belakang.
"Coba kamu pikir saja, Rom."
"Cass, Sunny itu janda dan Romano masih labil seperti itu." bisik Romeo sambil menciumi leher Cassie.
"Rom, hentikan. Kamu membuat aku geli." Cassie memutar badannya untuk menghadap ke arah Romeo.
"Jadi, aku dimaafkan atau tidak?"
Cassie tidak mau menjawab. Romeo jelas keterlaluan. Dia seenaknya saja mengusir Sunny tanpa bertanya dulu pada Cassie. Dia juga berpikiran negatif pada Sunny hanya karena Sunny seorang janda.
"Okey, jika Romano bisa menemukan dan membawa Sunny pulang, aku akan minta maaf padanya." akhirnya Romeo menurunkan sedikit egonya untuk mendapatkan maaf dari Cassie.
Kali ini Cassie mengangguk. "Rom, jangan melihat Sunny dari penampilan luarnya atau statusnya saja."
"Cass, tapi dia sudah berani mendekati Romano yang berperan menjadi aku, itu berarti dia punya niat buruk padamu." jelas Romeo.
"Ya, aku tau. Tadinya aku juga akan menceraikan mu karena kamu memeluk dia." aku Cassie.
"Pernikahan itu bukan hanya didasarkan perasaan suka, Cass. Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dengan matang." Romeo mengunci Cassie dengan menarik pinggangnya untuk mendekat.
"Ya, kamu benar Rom." Cassie kali ini setuju dengan ucapan Romeo. Pernikahan itu seperti mengarungi lautan luas dengan badai yang bisa datang sewaktu-waktu. Kalau mereka tidak siap dan tidak kompak, maka dapat di pastikan mereka akan tenggelam. Cassie sudah merasakan sendiri berbagai badai yang menerpa rumah tangganya dengan Romeo.
"Jadi, apakah kamu menyesal menikah denganku, Cassie Sebastian?" tanya Romeo sambil menatap istrinya dengan intens.
Cassie menjawab dengan sebuah gelengan kepala. "Aku sangat beruntung bisa menikah denganmu, Romeo."
-----------The End---------
Selesai juga cerita Cassie-Romeo. Semoga kalian suka dengan cerita Married with Romeo ini.
Terimakasih juga yang sudah mengikuti karya author sampai akhir. Author terharu dengan dukungan dari kalian🥺
__ADS_1
Next ada cerita Sunny-Romano.. tapi author Mau melanjutkan novel yang lain dulu.. Yuk di cek karya author yang lain.. sambil menunggu Romano mengejar matahari🤣🤣🤣🤣 semoga ketangkep sih mataharinya..