Married With Romeo

Married With Romeo
Curiga


__ADS_3

Cassie sedang sibuk memilih baju bayi, sedangkan Siska sedang ke restoran untuk membeli titipan Dimas. Siska pergi sendiri dan meninggalkan anaknya karena Cassie memilih begitu lama. Padahal barang-barang yang Cassie pilih sudah sangat banyak. Tapi, wanita itu tampak tidak bosan dan terus menambah keranjang belanjaannya.


"Hey, kenapa kamu hari ini begitu resah?" Cassie mengelus perutnya yang sakit karena gerakan Baby di dalamnya.


"Sayaang... ini bagus bukan?"


Pandangan Cassie beralih pada pasangan suami istri yang sedang memilih baju di depannya. Si Ibu mengangkat sebuah baju kecil bewarna pink untuk bertanya pendapat suaminya.


"Iya.. pasti anak kita sangat cantik jika memakainya." Pria itu mengelus perut istrinya dengan penuh kasih.


"Tapi, ini sangat mahal,sayang. Uangnya lebih baik untuk beli susu saja." Si ibu meletakkan kembali bajunya.


"Tidak apa-apa sayang...kita harus berikan yang terbaik untuk anak kita, bukan?" suami istri itu berpelukan di depan Cassie.


Cassie meneteskan air mata melihat pemandangan di depannya. Ada perasaan iri yang timbul karena Cassie sendiri tidak mendapatkan perhatian seperti itu dari Romeo. Hubungannya dengan Romeo memang sudah membaik, tapi dia tidak merasakan kasih sayang Romeo. Romeo bahkan tidak pernah mengelus perutnya atau bicara dengan Baby nya. Dia juga lebih sibuk dengan pekerjaannya, dan selalu menghindar jika Cassie ingin bermesraan layaknya suami istri.


'Cassie..apa yang kamu harapkan? Bukankah aku akan berpisah setelah 2 taun nanti? Justru begini akan lebih baik.' batin Cassie. Dia menyeka air matanya dengan punggung tangan.


"Kak!" Cassie memanggil seorang pelayan yang berdiri tidak jauh dari nya.


"Ada yang bisa saya bantu, nona?"


"Tolong bungkus kan pakaian yang di pilih kakak ini. Semua belanjaan nya juga saya yang akan bayar." Cassie menunjuk pasangan suami istri di depannya kepada pelayan.


Suami istri tadi terkejut dengan perkataan Cassie yang terdengar seperti angin segar bagi mereka.


"Maaf, apa kita saling mengenal? Kenapa anda mau bayar belanjaan kami?" ucap si Ibu sambil menatap Cassie dalam.

__ADS_1


"Tidak.." "Tapi, ini bawaan baby saya. Dia ingin memberi itu pada kalian, tolong di terima." jawab Cassie sebisanya. Alasan 'Bawaan Baby' memang senjata paling ampuh sampai saat ini.


"Terima kasih banyak nona..Anda baik sekali." Si Ibu muda itu langsung menggenggam tangan Cassie dengan kedua tangannya.


Cassie tersenyum senang. "Sama-sama.." "Beli apapun yang kalian butuhkan ya.."


Pasangan suami istri di depan Cassie mengangguk. Mereka mulai menjelajah toko, mencari barang-barang yang ingin mereka beli.


Kini tinggal Cassie dan satu pelayan di sampingnya yang menemani dia belanja sejak tadi. Cassie menghela nafas panjang dan sudah tidak bersemangat untuk belanja lagi. Pikirannya sekarang berada di rumah, tepatnya pada suaminya.


"Anda sendirian saja, nona?" kata pelayan itu pada Cassie yang tampak kurang bersemangat.


"Maaf sayang, aku terlambat." seorang pria mendekap Cassie dari belakang.


"Reno!" pekik Cassie yang hampir jantungan. Dia sudah siap menghajar orang yang berani memeluknya itu.


"Bicara yang benar." Cassie mencubit pinggang Reno sampai pria itu mengaduh kesakitan.


"Ampun.. ampun.." Reno menangkap tangan Cassie supaya tidak mencubit nya lagi.


"Kenapa kamu bisa tau kalau aku ada di sini?" tanya Cassie yang sudah mulai tenang.


"Mom menelepon. Dia bilang ada urusan mendadak. Jadi, aku di minta untuk mengawal mu."


"Memang aku anak kecil?" Cassie mengerucutkan bibirnya.


"Ya,, anak kecil yang manja.. tapi sebentar lagi jadi ibu." Reno mengacak-acak rambut adiknya.

__ADS_1


Ya, sejak Cassie hamil dan juga mengalami problem dengan Romeo, dia jadi sangat perhatian pada adiknya itu.


"Kamu masih ingin belanja?" tanya Reno.


"Tidak.Aku sudah selesai. Kita pulang ke rumah saja." "Baby ini begitu aktif sejak tadi. Mungkin dia ingin bertemu Romeo."


"Okey, kita akan pulang, princess."


*


*


*


Reno memarkirkan mobil nya sembarangan. Dia melihat sebuah mobil putih yang bukan milik Cassie atau Romeo.


"Apakah ada tamu? Kamu bilang dia kerja lewat zoom?" tanya Reno curiga.


Cassie mengangkat kedua bahunya tanda tidak tau. Cassie lalu dengan santai menaruh tasnya di sofa.


"Cass, apa kamu makan steak dengan Romeo?" teriak Reno. Dia melihat ada sisa-sisa steak dan botol wine yang sudah kosong di meja makan.


Cassie menghampiri Reno sambil memegang pinggangnya yang mulai sakit. Perasaan Cassie bercampur aduk ketika melihat makanan di meja yang berantakan. Sudah pasti Romeo mengundang seseorang. Apakah dia mengundang Fani ke sini? Berani sekali dia mengajak selingkuhannya ke rumah?


"Romeeeeo!" teriak Reno dengan emosi. Dari ekspresi Cassie, Reno yakin ini bukan hal yang baik. Reno mencoba mencari Romeo di setiap sudut rumah, dan hasilnya nihil.


"Ayo kita naik ke atas." ajak Reno. Dia membantu Cassie untuk naik tangga pelan-pelan.

__ADS_1


Cassie tampak ragu untuk membuka pintu kamarnya. Dia takut Romeo benar-benar ada di dalam. Tapi Reno yang tidak sabar, merebut card milik Cassie. Saat itu juga pintu terbuka... dan, mereka di buat shock dengan pemandangan di depan mereka..


__ADS_2