Married With Romeo

Married With Romeo
Sarapan


__ADS_3

Cassie berjalan ke bawah, untuk menyiapkan sarapan Romeo. Dia memang tidak melakukan banyak hal di dapur, tapi Cassie yang menaruh makanan dalam piring Romeo dan menyeduh kopi. Cassie juga memanaskan mobil Romeo, supaya Romeo langsung bisa berangkat setelah selesai sarapan.


Tidak lama, Romeo turun sambil menelepon. Cassie tidak terlalu banyak bicara, karena dia sudah paham kebiasaan suaminya yang tidak suka di ganggu.


Dia hanya tersenyum karena Romeo menggunakan semua barang yang dia siapkan tadi di kamar.


"Rom, apakah nanti aku boleh ke mall dengan Mom? Aku ingin beli sesuatu." tanya Cassie setelah Romeo meletakkan ponselnya di meja.


"Terserah saja."


"Aku ingin jawaban yang pasti. Kalau kamu bilang untuk tidak pergi, aku tidak akan pergi."


"Apa tidak bisa beli secara online?"


"Tidak bisa. Karena itu tidak ada di online." jawab Cassie sambil mengunyah makanannya.


Ponsel Romeo kembali berdering. Romeo menekan tombol yes, tapi dia menutup ponselnya dengan tangan. "Ya sudah, pergi saja." ucap nya pada Cassie. "Bagaimana kerja mu? Masa seperti itu saja harus telepon saya." Romeo beralih pada telepon di ponselnya. Dia menyesap kopinya sedikit, lalu beranjak pergi tanpa menyentuh makanan di hadapannya.


"Yah, dia pergi tanpa makan lagi." Bibi muncul dari dapur mendengar suara mobil Romeo yang mulai menjauh. Sudah beberapa hari ini Romeo melewatkan makan pagi, dan buru-buru pergi.


"Bi, biarkan saja di situ. Biar Cassie yang makan." Cassie menahan tangan Bibi yang akan membereskan piring Romeo.


"Tapi, Non.. nanti Non Cassie gemuk lho." Bibi mengingatkan Cassie karena akhir-akhir ini Cassie makan lebih banyak dari biasanya.


"Nanti kan olahraga sama Mom, jalan-jalan di mall." Cassie bicara dengan mulut penuh makanan.

__ADS_1


"Ya sudah.. memang nya Non Cassie mau beli apa?"


"Mau makan seblak, Bi."


"Yaelah Non.. seperti orang nyidam saja."


Deg. Cassie terpaku di tempatnya. Dia nyidam? Tapi itu tidak mungkin. Romeo sudah lama tidak menyentuhnya sejak hari pernikahan mereka. Itu sudah berjalan 2 bulan lebih, dan Cassie tidak merasakan tanda-tanda apapun. Jika ibu hamil, pasti akan mual-mual atau morning sickness. Tapi Cassie tidak merasakan itu semua.


"Bi, mungkin Cassie mau haid. Kalau orang mau haid kan juga banyak makan, bi."


"Oh iya juga non." Bibi baru terpikir jika beberapa orang yang datang bulan juga mengalami peningkatan nafsu makan.


Suara bel rumah berbunyi nyaring. Bibi terpaksa mengakhiri obrolannya untuk membuka pintu.


Seorang pria dengan seragam coklat muda muncul di balik pintu.


"Oh iya, silahkan masuk.. Biar saya antarkan ke atas.." Bibi membuka pintu lebih lebar, mempersilahkan orang itu untuk masuk. AC di kamar Cassie memang bermasalah, jadi Bibi memanggilkan tukang servis untuk memperbaikinya.


"Biar aku saja Bi yang antar. Sekalian Cassie ingin ganti baju." Cassie memberi kode pada pria itu untuk mengikutinya.


Setelah sampai di atas, Cassie menarik pria itu untuk menuju sudut ruangan yang tidak terpantau CCTV. Pria itu melepaskan topi dan maskernya yang cukup membuat panas dan sesak nafas.


"Kenapa susah sekali untuk bertemu dengan seorang Anak manja seperti mu. Aku sampai harus cosplay jadi tukang AC."protes tukang servis yang ternyata adalah Jo.


Ya, sejak tidak diijinkan masuk oleh Romeo, Jo harus rela cosplay menjadi tukang servis, tukang air minum, juga penjual gas. Apapun Jo lakukan, yang penting Jo bisa masuk ke rumah ini dan menemui Cassie.

__ADS_1


Cassie cekikikan melihat Jo yang kesal. Jo paling tidak tahan dengan rengekan Cassie. Setiap kali Cassie ada problem, dia selalu menghubungi Jo dan Jo selalu datang untuk Cassie.


"Apakah tindakan ini tidak bisa di sebut perselingkuhan?" omel Jo. Dia berasa menjadi seorang pebinor karena menemui Cassie diam-diam seperti ini.


"Hush. Aku masih waras, Jo. Lagipula, kita tidak melakukan apapun. Kita hanya sedang menjalankan misi." Cassie kembali pada mode serius.


"Iya, iya. Ada progress apa?"


"Romeo sepertinya sudah mulai peduli pada ku."


"Bagus lah.. sekarang tinggal masuk ke kamarnya, dan cari tau apa yang sedang dia rencanakan." ucap Jo sambil berbisik.


"Itu, dia..tadi aku sudah masuk ke kamarnya. Tapi aku lupa." Cassie menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Haduh, kamu pintar sekali, nona."


"Apa tidak ada cara lebih praktis lagi, Jo?"


"Ada.. kamu congkel saja pintunya." kata Jo kesal.


"Ya sudah, kamu yang pikir saja. Aku ingin ke mall dengan Mom." Cassie berbalik. Tapi, Jo menarik tangan Cassie. "Cass, kamu keliatan pucat. Kamu tidak apa-apa?"


"Aku baik-baik saja, Jo. Sehat jiwa raga."


Cassie melenggang pergi masuk ke kamarnya. Dia harus bersiap untuk menemui Siska. Sudah lama sekali dia tidak jalan-jalan bersama Mom nya, makanya Cassie begitu semangat hari ini.

__ADS_1


__ADS_2