
Cassie masuk ke kamar Romeo melalui connecting door. Pria itu sedang berada di kamar mandi, jadi Cassie bisa menjelajahi kamar Romeo dengan mudah.
Cassie duduk di meja kerja Romeo. Laptop Romeo masih menyala dan ponselnya tergeletak di situ. Dulu, Cassie selalu mengharapkan kesempatan ini untuk mencari tau tentang Romeo, tapi sekarang Cassie tidak tertarik lagi karena dia sudah mendapat jaminan jika Romeo tidak akan mendapatkan apapun sebelum pernikahan mereka sampai 5 tahun.
Tapi, laptop Romeo menyala saat ini. Mau tidak mau, Cassie tetap dapat melihat layar di depannya. Romeo sedang membuka sebuah data, tapi itu bukan data Hotel. Di atas file tertulis nama Wilson.
Cassie seperti pernah mendengar nama Wilson. Tapi di mana?
Di tengah tanda tanya mengenai apa yang Romeo lakukan, ponsel di sebelah Cassie berdering.
RS calling...
Apa ini? Siapa yang menelepon malam-malam begini? Apakah ini selingkuhan Romeo? Kenapa Romeo menyimpannya menggunakan inisial?
Cassie nekat menekan tombol hijau daripada dia penasaran.
"Halo.." jawab Cassie masih dengan nada yang lembut.
Tidak terdengar suara apapun.
"Halo..Maaf, Romeo sedang mandi. Ini dengan siapa ya?" tanya Cassie mulai curiga.
Masih tidak ada suara.
"Hey, apa ini selingkuhan Romeo? Dengar ya, jadilah perempuan yang benar. Jangan jadi pelakor. Romeo itu sudah punya istri, dan aku ini istrinya." Cassie menceramahi orang itu, lalu dia menutup teleponnya, karena tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka.
"Cassie Sebastian!" teriak Romeo yang melihat Cassie baru saja meletakkan ponsel miliknya.
"Apa yang kamu lihat?!" Bentak Romeo yang langsung menutup laptopnya.
"Rom.. Aku tidak lihat apapun, aku cuma angkat telepon." jawab Cassie ketakutan.
__ADS_1
"Siapa yang menelepon?" Kini Romeo mengecek ponselnya. "Kamu lancang sekali."
"Kenapa kamu begitu marah?" Cassie mulai berpikir negatif. "Pasti itu selingkuhan mu, kan?" Kini Cassie tidak takut lagi. Dia justru kesal pada Romeo yang jelas sekali menyembunyikan sesuatu.
"Kenapa kamu selalu menuduh ku? Atas dasar apa?"
"Itu, di situ tertulis RS. Romeo Stefani. Aku betul kan? Aku tidak menuduh sembarangan."
Romeo yang emosi, tiba-tiba tertawa. Dia tidak tahan dengan teori yang di sebutkan Cassie. Cassie ini antara terlalu pintar, polos atau bodoh.
"Kenapa tertawa? Kamu malu karena kamu ketauan, kan?" tuduh Cassie lagi.
"No.. tapi kamu lucu sekali kalau cemburu." ucap Romeo yang belum berhenti tertawa juga.
"Sudah lah, aku mau keluar." Cassie berbalik, tapi kakinya malah tersandung kaki kursi.
"Cassie!" Romeo menangkap Cassie sebelum wanita itu terjatuh. Dia bernafas lega karena Kalau sampai Cassie terjatuh, itu akan berbahaya untuk kandungannya.
"Kamu ceroboh sekali." omel Romeo. Dia membawa Cassie ke sofa dan meneliti kaki wanita itu.
"Kenapa?" Romeo mengernyitkan dahi.
"Aku takut.."
"Takut apa?"
"Aku takut, jika aku benar-benar mencintai mu dan tidak ingin bercerai dengan mu." jawab Cassie jujur.
Romeo kembali tertawa. "Sayang, bukankah memang seharusnya suami istri itu harus saling mencintai?" Romeo memegang tangan Cassie.
"Tapi untuk kasus kita ini beda." Cassie lagi-lagi menarik tangannya dari Romeo.
__ADS_1
Romeo berdiri. Dia berbalik dan bersiap untuk tidur tanpa mempedulikan Cassie lagi. Romeo naik ke ranjangnya yang nyaman, sedangkan Cassie masih terbengong di sofa.
"Kamu mau tidur di sini atau kembali ke kamar?" tanya Romeo sambil menepuk space di sebelahnya yang masih kosong.
"Di sini." "Eh, maksudnya di kamar." kata Cassie keceplosan.
"Ya sudah, sini saja. Baby itu sepertinya ingin bersama Daddy nya."
Cassie mengangguk membenarkan perkataan Romeo. 'Ya, Baby nya yang ingin memeluk mu.' jawab Cassie dalam hati.
Dia berjalan dengan yakin ke ranjang Romeo dan akhirnya mereka tidur sambil berpelukan seperti kemarin.
*
*
*
Setelah Cassie tertidur, Romeo mengambil ponselnya di nakas. Cassie tidak melepaskan pelukannya, sehingga Romeo tidak bisa pergi ke manapun.
"Halo, apa kamu sudah tidur?" tanya Romeo pada Pria berinisial RS itu.
"Kalau aku sudah tidur, bagaimana aku bisa mengangkat telepon mu?" ucapnya sinis.
"Wah, kenapa kamu jadi emosi? Apa karena tadi kamu mendengar suara Cassie?" tanya Romeo setengah berbisik.
"Kamu ceroboh sekali bisa meninggalkan ponsel mu. Untung saja aku tidak mengatakan apapun."
"Sorry, namanya juga lupa."
"Apa kalian ribut karena telepon dari ku?" tanya pria itu lagi.
__ADS_1
"Tidak.Dia bahkan tidur sambil memeluk ku. Aku tidak dapat pergi ke manapun." keluh Romeo.
"Jaga sikap mu, Romano Smith. Dia itu istri ku." pria itu terdengar kesal.