Married With Romeo

Married With Romeo
Perubahan Cassie


__ADS_3

Romeo membuka pintu kamar Cassie. Entah kenapa setiap melewati pintu kamar Cassie, dia penasaran dengan apa yang dilakukan wanita itu.


Kamar Cassie kosong. Dia tidak menemukan keberadaan Cassie di kamar. Semalam, Romeo memang memarahi Cassie lagi karena dia bertemu dengan Jo. Romeo juga memaksa Cassie untuk membuang anjing nya, tapi Cassie tidak mau dan malah mengancam akan kabur dari rumah.


Apakah Cassie benar-benar pergi?


'Ceklek' Cassie keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di badannya. Dia juga baru saja keramas sehingga rambutnya masih basah.


"Ada apa, Rom?" Cassie berjalan ke lemari dengan santai. Sebenarnya, dia cukup terkejut dengan kehadiran Romeo di kamarnya, tapi Cassie semalam sudah bertekad untuk menaklukan seorang Romeo.


Romeo memandang Cassie dengan ekspresi yang sulit ditebak. Dia bahkan sampai tidak sadar jika Cassie berganti pakaian di depannya.


"Rom, bisa tolong aku?" Cassie yang sudah memakai baju, mendekat ke arah Romeo, dan meminta suaminya itu untuk menarik zipper dress nya. Dia menunggu lama, tapi Romeo tidak kunjung bergerak juga.


"Ya sudah, kalau kamu tidak bisa, aku akan minta tolong Bibi."


Romeo akhirnya tersadar. Satu tangan Romeo memegang bahu Cassie, lalu tangan yang lain menarik Zipper itu ke atas. "Manja sekali."


Cassie membalikkan badan. Dia menatap Romeo intens, lalu tersenyum lebar pada suaminya yang sejak tadi melamun itu.


"Thanks, Honey." "Ayo, kita sarapan dulu." Cassie meraih pergelangan tangan Romeo. Dia menarik pria itu untuk pergi ke bawah.


"Honey?" Romeo mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"Apa kamu tidak suka? Panggilan apa yang harus nya aku berikan pada suami ku? Yeobo? Sayang atau Baby?" cerocos Cassie sembari turun ke bawah.


Bibi yang baru saja meletakkan sarapan di meja makan, terpaku melihat kedua orang yang baru saja turun dari tangga sambil berpegangan tangan. Bibi mengucek mata nya untuk memastikan dia tidak salah melihat. Tapi, ternyata memang benar Cassie memegang tangan Romeo. Wajah Cassie juga sangat ceria hari ini. Meskipun lingkaran hitam masih tampak jelas di bawah matanya, tapi raut wajah Cassie tidak seperti kemarin.


"Pagi bi.." Cassie menarik kursi untuk Romeo. "Kamu ingin minum apa honey? Susu, kopi atau teh?"


Romeo tidak menjawab pertanyaan Cassie. Otaknya sedang bekerja keras berusaha membaca apa yang Cassie rencanakan.


"Bi, apa yang biasa suami ku minum?" Cassie beralih pada Bibi yang masih bengong.


"Tuan biasa minum kopi." jawab Bibi terbata.


Cassie mengambil cangkir, lalu menuangkan kopi yang ada di coffee maker. Untung saja Bibi sudah menyiapkan kopi, kalau tidak bisa gawat. Cassie bahkan tidak bisa menggunakan mesin itu. Selama ini, Cassie selalu dilayani oleh para pelayan.


Setelah selesai menyiapkan kopi dan juga mengambilkan roti bakar untuk Romeo, Cassie kembali duduk di kursinya untuk sarapan juga. Cassie sangat lapar karena semalam dia tidak makan.


'Uhuk' Romeo yang baru saja minum kopi dari Cassie langsung tersedak karena mendengar Cassie. Sialnya, gelas yang di pegang Romeo juga merosot sehingga kopinya tumpah mengenai kemeja Romeo.


Romeo segera berdiri sambil mengibaskan kemejanya yang panas dan juga kotor.


"Honey, kamu gak apa-apa?" Cassie mengambil napkin di meja, lalu membantu Romeo membersihkan kemejanya.


"Minggir, Cass." Romeo menyingkirkan Cassie yang membersihkan sambil memegang dadanya.

__ADS_1


"Sebentar, aku ambilkan baju ganti dulu." Cassie sudah bersiap naik ke atas, tapi Cassie mengurungkan niatnya karena dia tidak bisa membuka pintu kamar Romeo.


"Kamu saja yang naik. Aku tidak bisa masuk ke kamar mu." Cassie kembali duduk dan melanjutkan sarapannya dengan tenang.


*


*


*


"Astaga! Cassie!" Romeo mundur ke belakang sampai menabrak pintu ketika Cassie berdiri tepat di depan pintu kamarnya.


"Apa kamu sudah selesai, Hon?" tanya Cassie sambil mengamati Romeo dari atas ke bawah.


"Minggir.. aku sudah terlambat kerja."


Cassie bukannya minggir, tapi dia malah merapikan dasi Romeo yang terlihat miring.


"Suami ku harus terlihat perfect." "Oke, sudah.. silahkan berangkat." Cassie mundur selangkah ke belakang dan tidak menghalangi jalan Romeo.


"Hari ini aku akan di rumah saja, bermain dengan Nun."


"Siapa yang tanya?" ucap Romeo sinis.

__ADS_1


"Sudah sana berangkat.. Bye Honey.." Cassie mendorong badan Romeo untuk cepat pergi.


Romeo yang sudah kehabisan waktu tidak ingin memperpanjang urusan dengan Cassie lagi. Dia akan melihat dulu apa yang Cassie lakukan hari ini di rumah.


__ADS_2