Married With Romeo

Married With Romeo
Bertemu kembali


__ADS_3

Seorang pria dengan topi hitam dan masker berjalan ke bagian instalasi perawatan bayi. Ruangan itu sepi, jadi dia dapat leluasa untuk menengok bayi-bayi yang baru lahir itu melalui sekat kaca pada luar ruangan.


Pandangan pria itu berhenti pada bayi laki-laki yang berada paling dekat dengan pintu. Bayi itu sedang menangis dengan suara begitu nyaring.


Di dalam kasurnya tergantung papan dengan nama Sean Alexander Sebastian. Parents: Romeo & Cassie.


"Helo my Boy.. kenapa kamu menangis?" Pria itu membuka topi dan maskernya. Romeo kembali!


Ya, Romeo datang sesuai janjinya. Dia tidak melanjutkan lagi pengobatannya setelah operasi 2 minggu yang lalu. Padahal sebenarnya Romeo harus menjalani beberapa pemeriksaan lagi karena mereka tidak tau apakah jenis kanker dalam tubuh Romeo itu termasuk kanker yang ganas atau bukan. Dokter ingin melihat perkembangan Romeo, tapi Romeo menolak dengan alasan dia merasa sudah lebih baik.


Akhirnya Dokter tidak dapat menahan Romeo lagi. Dia di ijinkan untuk kembali, dengan catatan untuk check up setelah 6 bulan.


Romeo baru kembali ke Indonesia 1 hari yang lalu, ketika kondisinya sudah lebih kuat. Dia terkejut ketika menyalakan ponselnya. Dokter Mega mengabari dia jika Cassie baru saja melahirkan secara caesar. Romeo langsung ke rumah sakit untuk melihat Anaknya dan juga Cassie. Tapi, dia tidak bisa menemui Cassie karena Dimas, Siska dan Reno masih berada di sana. Jadi, Romeo menunggu dengan sabar sampai mereka pergi.


Akhirnya kesempatan Romeo untuk melihat Sean datang juga.

__ADS_1


"Sean.. Daddy di sini untuk melihat mu."


Romeo memandangi Baby Sean cukup lama. Baby itu terus menangis membuat Romeo bingung. Kata orang, bayi memiliki ikatan dengan orang tuanya. Romeo sekarang datang, tapi Baby Sean bukannya tenang, malah menangis makin kencang.


Ceklek. Pintu terbuka.


"Romeo.." Cassie yang datang karena mendengar suara tangisan Sean, tentu saja terkejut melihat seorang pria sedang menatap anaknya.


Suara itu terdengar begitu familiar di telinga Romeo.


"Rom, lepas." Cassie memberontak. Tapi, karena kondisi badannya masih lemah dan baru saja bisa berjalan pasca Caesar, dia tidak bisa melawan Romeo yang badannya lebih kuat dan lebih besar. (Pake operasi Eracs, jadi 48 jam sudah bisa jalan..)


"Maafkan Aku Cass.." bisik Romeo sambil membelai rambut Cassie.


Romeo begitu merindukan wanita yang kini tengah menangis di pelukannya itu. Rasanya dia sudah puluhan tahun tidak bertemu Cassie. Dia pergi sejak sejak usia kehamilan Cassie 2 bulan. Kini, Cassie sudah melahirkan dan Romeo menyesal tidak dapat menemani Cassie saat proses persalinannya.

__ADS_1


"Aku membenci mu, Romeo." ucap Cassie lirih.


Romeo melepaskan pelukannya. Dia mencengkram kedua bahu Cassie, sehingga dia bisa melihat wajah cantik Cassie. Dia tau jika saat ini Cassie begitu emosi. "Aku merindukanmu, Cassie. Sangat."


Cassie mendongak dan memandang pria itu. Pandangan mereka saling mengunci. Mulut Cassie memang bisa berbohong, tapi matanya menunjukkan bahwa dia juga merindukan Romeo.


"Jangan menolak, sekali ini saja." pinta Romeo.


Dia lalu menempelkan bibirnya pada bibir tipis Cassie. Cassie menutup matanya dan tidak menolak Romeo sesuai dengan perkataan pria itu. Dia melupakan untuk sesaat kemarahannya pada suaminya. Saat ini dia hanya ingin menikmati ciuman Romeo yang begitu dia rindukan.


Baby Sean juga tampaknya mendukung karena tiba-tiba Baby mereka diam dan berhenti menangis.


Setelah mereka kehabisan oksigen, baru mereka melepaskan ciuman mereka. Cassie dapat mendengar nafas Romeo yang memburu.


"Rom.. aku sungguh memben.." Cassie tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena Romeo kembali menciumnya. Seperti biasa, Pesona Romeo belum pudar. Cassie yang ingin mengatakan bahwa dia membenci Romeo justru kini begitu menikmati permainan Romeo.

__ADS_1


__ADS_2