
Romeo pergi ke kantor Juna Liem. Sudah sejak lama dia ingin bicara dengan Juna, tapi Romeo tidak sempat karena dia lebih dulu dirawat di rumah sakit.
Juna terkejut melihat kedatangan Romeo Smith. Juna seperti melihat dirinya sendiri ketika berhadapan dengan Romeo. Sejak datang tanpa permisi, Romeo duduk di depan Juna, tanpa mengatakan apapun.
“Apa dia kemari untuk mencari mu?” Juna berbisik pada Jo yang berdiri di sebelahnya.
Jo menggeleng dengan cepat. “Aku sudah lama tidak bertemu dengan Cassie, hanya telepon saja.”
“Baguslah. Aku tidak akan membantumu jika kamu sampai terlibat affair dengan Cassie.” Ancam Juna.
“Enggak mungkin lah, Pak. Saya akan menunggu Cassie sampai menjadi janda dulu, baru maju.”
“Ehem.” Romeo berdehem karena dia bisa dengan jelas mendengar percakapan mereka mengenai istrinya.
Ini pertama kali Romeo bertemu dengan Juna secara langsung. Sebelumnya, Romeo hanya mendengar dari Romano jika Juna adalah salah satu pebisnis sukses yang sangat berbakat di bidangnya. Saking berbakatnya, Juna sampai banyak diincar oleh rekan bisnisnya untuk menjatuhkan pria itu. Tapi, sampai sekarang, Juna masih berdiri kokoh, sehat dan masih tetap tengil.
“Jadi, ada perlu apa Tuan Smith?” Tanya Juna to the point. Juna sebenarnya sudah sedikit mencari tahu tentang Romeo. Dia menemukan fakta-fakta baru soal pria itu. Perusahaan Romeo sedang berada di ujung tanduk sekarang. Selain itu, Juna tau jika kembaran Romeo masih hidup dan sedang berada di Jepang saat ini. Tapi, Juna tidak tahu apa yang Romeo inginkan sampai dia menemui Juna malam-malam. Makanya, tadi Juna bertanya pada Jo, siapa tau sekretarisnya itu membuat masalah dengan Romeo.
“Apakah anda bekerja sama dengan perusahaan Wilson?”
Juna yang tadi duduk santai, kini langsung memasang posisi tegap. Dia memandang Romeo dengan penuh arti. Kenapa Romeo bertanya tentang keluarga Wilson?
“Aku tidak mau membahas keluarga Wilson.” Ucap Juna tegas.
“Apa kamu takut dengan mereka?” Romeo memicingkan matanya. Bahkan sekelas Juna Liem pun malas berhubungan dengan keluarga itu.
“Sorry, Rom. Aku hanya tidak ingin menambah beban hidup ku saja.” Juna berdiri, lalu memandang keluar jendela seperti kebiasaannya. “Kenapa tiba-tiba kamu ingin mengusik mereka?”
“Karena kecelakaan Dad dan adik ku mungkin berhubungan dengan mereka.”
Juna berbalik lagi. “Kenapa dengan ayah mu?” Dia sedikit tertarik dengan cerita Romeo.
“Ya, seseorang menabrak Dad. Aku rasa salah seorang dari keluarga Wilson yang melakukannya. Polisi tidak ingin memperpanjang kasus ini dan rekaman CCTV sudah mereka hilangkan.”
“Lalu, apa yang kamu inginkan? Kamu ingin balas dendam pada mereka?” “Apakah kamu punya nyali?” Juna memberondong Romeo dengan banyak pertanyaan.
__ADS_1
“Karena itu aku butuh dukungan dari mu.”
Jo yang sejak tadi mendengar percakapan mereka tampak bingung. Dia masih mencari titik terang dari cerita mereka sampai tidak sadar jika ponselnya berdering.
Jo menatap ponselnya lalu menatap Romeo bergantian.
“Angkat saja, Jo. Mungkin istriku ingin curhat dengan mu.” Kata Romeo yang sadar akan tatapan Jo.
“Anda memang mirip sekali dengan Juna.” Jo menggelengkan kepala karena Romeo bisa tau siapa yang menelepon tanpa Jo katakan.
"Loudspeaker, Jo. Ingat, kamu tidak boleh ada affair dengan istri orang." kata Juna sebelum Jo mengangkat teleponnya.
Mau tidak mau, Jo akhirnya menekan tombol loudspeaker.
“Halo, Cass.. ada apa?” tanya Jo gugup karena 2 pasang mata yang menatap ke arahnya.
"Jo, aku mau curhat."
"Cass, apa bisa curhat nya besok saja?" tawar Jo.
'Mampus hidup gue.' batin Jo.
"Jo, sepertinya Romeo tidak peduli pada Sean."
"Kenapa kamu bicara seperti itu Cass?"
"Dia tidak mau menggendong anaknya sendiri. Jangankan menggendong, melihat Sean pun jarang."
"Emmm.. mungkin suami mu itu takut jika menggendong Sean terlalu kuat. Dia kan begitu keren, penuh karisma dan juga macho." oceh Jo tidak jelas.
"Kenapa kamu jadi puji dia sih Jo? Aneh sekali."
"Ya, tapi memang betul kan?"
"Iya sih. Dia begitu manly.. tapi tetap saja dia sudah pernah selingkuh, dan aku sulit untuk mempercayai nya." "Sekarang pun dia tidak pulang. Entah kemana." Cassie mengoceh tanpa tau jika Romeo mendengarkan semuanya.
__ADS_1
"Apa kamu kangen dia?" pancing Jo.
"Hahahahaha.." Cassie tertawa begitu nyaring. "Tentu saja Jo.. pake tanya lagi." "Dia baru saja kembali, tapi aku begitu merindukannya seolah sudah bertahun-tahun tidak bertemu."
"Ya.. tenang saja Cassie..Sebentar lagi pasti suami mu kembali ke rumah. Aku yakin." "Sudah ya.. aku rasa Bos ku membutuhkan bantuanku."
Done. Jo bernafas lega karena sudah selesai menelepon istri orang di depan suaminya sendiri.
Juna menahan tawanya setelah berhasil mengerjai Jo. Tapi Juna lega, karena ternyata Jo dan Cassie tidak menyembunyikan sesuatu, mereka hanya teman biasa.
"Pulang lah dulu, Rom. Istri mu sudah menunggu di rumah. Pasti menyenangkan ada seseorang yang menunggu mu pulang." kata Juna penuh arti.
"Itu akan menyenangkan jika keadaannya tidak serumit diriku." ada nada cemas yang terselip dalam ucapan Romeo.
Juna berpikir cukup lama sambil mengetukkan pulpen ke meja. Meskipun tidak menunjukkannya, Juna dapat melihat jika pria itu tampak khawatir.
"Baiklah, aku masih perlu mendengar alasanmu. Kalau itu memang masuk akal, aku akan membantumu, Mr. Smith." "Besok, aku akan ke Hotel Emerald untuk bicara denganmu."
"Terima kasih Jun.. aku akan selalu ingat kebaikanmu." Romeo membungkukkan badan pada Juna dengan sopan. Dia harus merendahkan dirinya karena saat ini, Romeo membutuhkan bantuan dari Juna.
"Jo, tolong hibur Cassie jika dia sedang sedih. Tapi di telepon saja, jangan menemuinya." Romeo beralih untuk bicara pada Jo sebelum dia pergi meninggalkan kantor Juna.
"Aku rasa pria itu sudah gila." ucap Juna pada Jo. "Jika aku dengar Tiffany menelepon pria lain, aku akan menghajar pria itu tanpa ampun."
"Juna Liem, Tiffany tidak menelepon pria lain, tapi dia tinggal bersama pria lain.." ejek Jo. Dia segera berlari keluar dari ruangan Juna sebelum Juna melemparkan sepatunya.
*
*
*
Readers.. jangan lupa mampir untuk baca karya author yang lain yaa... Ada kisah Juna-Tiffany, ada kisah Reno-Aeris, ada Boy-Marsha atau Sam-Rea..
yuk di pilih.. di pilih.. siapa tau ada yang menarik..
__ADS_1
Makasiii all..😜😀😁😘