Married With Romeo

Married With Romeo
Menyakiti hati Cassie


__ADS_3

Romano menggendong Fani yang sudah mabuk untuk tidur di kamar Cassie. Dia tau jika Fani merencanakan sesuatu padanya. Untung saja Romano bisa memutar otak, sehingga dia dapat memanuver keadaan. Fani minum setengah botol lebih wine, gara-gara Romano memanas - manasinya dengan memuji Cassie. Hasilnya, wanita itu mabuk berat dan tidak sadar.


"Kamu pikir aku bodoh,,Stefani Wijaya." Romano berbisik di telinga Fani.


Fani menggeliat. Dia membuka matanya dan mengucek nya berulang kali. Fani mencoba meraih lengan Romano, tapi kepalanya begitu berat dan perutnya begitu mual. Akhirnya, wanita itu memuntahkan semua isi perutnya di ranjang, dan mengenai pakaiannya juga baju Romano.


"Sial. Menjijikan sekali." Romano menghempaskan badan Fani untuk menjauhinya. Fani sudah lebih lega ketika sudah memuntahkan semuanya. Dia kembali tidur di ranjang, sedangkan Romano buru-buru membuka pakaiannya dan hanya menyisakan boxer saja.


Tepat saat itu pintu kamar terbuka. Reno dan Cassie berdiri mematung di depan pintu dengan wajah terkejut.


Romano segera menghampiri Cassie yang wajahnya sudah tampak merah menahan amarah.


Tapi belum sempat dia memegang Cassie, Reno lebih dulu melayangkan bogem mentah pada Romano hingga pria itu terjatuh ke lantai.


"Kamu sudah gila, Romeo. Beraninya kamu bawa selingkuhan mu ke kamar Cassie." Reno menghujani Romano dengan pukulannya.


"Reno, aku bisa jelaskan ini. Kami tidak melakukan apapun." Romano menahan tangan Reno.


"Diam kamu!" Reno sudah tidak bisa menahan emosinya. Dia menghajar Romano tanpa ampun.


'BRUK' suara itu membuat kedua nya menengok.

__ADS_1


"Casssiiie." Reno melepaskan Romano, lalu berlari ke arah Cassie yang sudah tergeletak di lantai.


Romano juga menghampiri Cassie.


"Minggir." Reno menyingkirkan tangan Romano yang hendak menggendong Cassie.


"Jangan menemui adik ku lagi. Aku akan bilang pada Dad untuk mengirim mu ke Jepang."


"Mana bisa begitu."


"Aku tidak akan membiarkan kamu menyakiti Cassie. Silakan bercerai setalah 2 tahun nanti." Reno melayangkan pandangan tajam sambil membawa Cassie pergi.


"Sial, kenapa jadi seperti ini." Romano mengelap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.


Cassie tersadar. Hal yang pertama dia lihat adalah wajah panik Reno Sebastian. Dia lalu beralih untuk menatap sekeliling. Cassie sadar bahwa Cassie sekarang berada di kamarnya yang lama, bukan rumah Romeo.


"Cassie.. kamu sudah sadar?" Ucap Reno yang langsung memegang tangan Cassie.


"Ren,," Cassie tidak sanggup melanjutkan kata-katanya karena saat ini air matanya sudah membasahi pipinya. Dia segera ingat kejadian tadi di mana Romeo berduaan dengan Fani di kamar Cassie. Romeo bahkan hanya menggunakan celana boxer, sedangkan Fani tergeletak di ranjang dengan pakaian berantakan.


"Aku tahu Cass.. ini sangat berat." Reno memeluk Cassie dan coba menenangkan adiknya itu. "Tapi tenang saja, aku sudah mengusir Romeo. Jadi kamu tidak perlu khawatir bertemu dia lagi."

__ADS_1


Ya, setelah membawa Cassie ke rumah Sebastian, Reno kembali ke rumah Romeo untuk mengusir Fani dan sekaligus pria kurang ajar itu.


"Dia sudah menyakiti ku, Ren." isak Cassie dengan suara tercekat.


"Aku tau, Cass.. Seharusnya Dad tau kelakuan menantu tersayangnya itu." Ucap Reno kembali emosi.


"Tolong bantu aku, Ren.. Jangan sampai Dad tau semua. Aku takut kesehatan Dad memburuk."


Reno mengelus rambut Cassie. Dia begitu sedih melihat adiknya seperti ini. Seharusnya Cassie tidak boleh banyak pikiran, tapi justru sebaliknya. Cassie harus mengalami semua ini hanya demi penerus keluarga Sebastian.


"Aku akan atur semua nya. Kamu fokus saja pada kehamilan mu. Hanya 2 bulan lagi."


Cassie mengangguk lemah. Dia sudah tidak dapat berpikir jernih kali ini. Romeo benar-benar membuat hatinya sakit. Cassie bahkan tidak ingin melihat Romeo lagi.


"Ren.. apakah aku bisa merawat anak ini?" rengek Cassie pada Reno mengingat dia akan jadi single parents nantinya.


"Cass.. ada Mom, Dad, aku dan Bibi. Kamu bisa mengandalkan kami."


"Thanks Ren.." Cassie menghapus air matanya, lalu menarik nafas panjang. "Sekarang aku ingin istirahat, Ren.." kata Cassie sambil menatap Reno dengan pasangan yang masih nanar.


"Baiklah. Aku akan bicara pada Dad supaya Dad tidak curiga." Reno beranjak dan meninggalkan Cassie seorang diri.

__ADS_1


__ADS_2