
Romeo kembali ke rumah pada jam 12 malam. Dia menengok ke kamar Cassie sebelum pergi ke kamarnya sendiri. Cassie sudah tertidur pulas. Tapi, mata Cassie tampak bengkak. ini pasti karena seharian ini Cassie menangis.
Romeo mendekatkan diri agar wajahnya sejajar dengan Cassie.
"Semakin kamu keras kepala dan semaunya sendiri, aku semakin marah pada mu."
'Cassie Sebastian..semua akan mudah jika kamu tidak berbuat macam-macam. Aku akan dengan tenang menjalankan rencanaku. Hanya sebentar saja, dan setelah itu kita akan bercerai tanpa ada ikatan lagi. Tapi, kamu bertindak gegabah. Semoga kejadian yang lalu tidak menghasil kan anak dan mengharuskan aku terikat pada mu.' batin Romeo.
Ponsel Romeo berdering. Romeo berdiri dan membelakangi Cassie.
"Halo, sudah aku kirimkan. Kamu cek saja. Aku masih banyak pekerjaan yang lain." "Jangan berdebat lagi, karena aku sudah mengikuti kemauan mu."
Romeo berjalan keluar karena tidak ingin Cassie terbangun dan mendengarkan percakapannya.
Setelah keluar, Cassie perlahan membuka mata. Sejak Romeo membuka pintu kamarnya, Cassie sudah terbangun. Tapi dia berpura-pura tidur untuk melihat apa yang Romeo lakukan.
Cassie khawatir dengan apa yang Romeo katakan di telepon. Apa yang Romeo kirimkan? Mengikuti kemauan siapa? Kenapa pria itu begitu misterius?
Cassie merasakan kepalanya berdenyut. Dia sebenarnya tidak suka menggunakan otaknya terlalu keras. Tapi, pada siapa Cassie harus menceritakan persoalan ini? Dia tidak mungkin mengganggu Reno karena Reno juga sedang ada masalah.
Cassie mengambil ponsel nya, lalu mengetikkan sesuatu.
'Jo, apakah kamu sudah tidur?' Cassie memberi pesan pada Jo.
Tidak lama, halaman Jo berubah Online dan seketik kemudian ponsel Cassie berdering.
__ADS_1
"Hey, Nona..ada angin apa kamu chat malam-malam? Apa suami mu tidak marah?"
"Dia tidak akan tau Jo, karena kami tidur di kamar yang terpisah." jawab Cassie lirih.
"Are you sure?" tampak nada tidak percaya dari Jo. "Cass, kamu kenapa bisa? Maksud ku.. Apa kamu sedang marahan dengan Romeo?" kata Jo terbata.
"Jo, apa yang kamu bayangkan dari pernikahan dadakan ini?" Cassie malah balik bertanya pada Jo.
"Cass, ada masalah apa?" Jo menyadari jika Cassie sedang tidak bercanda.
"Jo, aku takut.. Romeo menyembunyikan sesuatu dari Daddy." curhat Cassie.
"Kamu sudah bicara pada Tuan Dimas?"
Cassie menggeleng. Dia lupa kalau saat ini Jo tidak dapat melihat nya.
"Jo, apakah kalau kamu libur, kamu bisa menemani ku di rumah? Aku sangat bosan di sini."
"Baik lah.. nanti aku akan menghibur mu. Sekarang, kamu tidur saja Cass.. ini sudah malam."
"Thank's Jo. Kamu memang sahabat yang baik."
*
*
__ADS_1
*
Jo menutup telepon nya dengan perasaan sedih. Dia sedih karena sepertinya Cassie tidak bahagia dengan pernikahannya. Jo juga merasa bersalah karena waktu itu tidak bisa membantu Cassie untuk terhindar dari pernikahan ini. Tapi, meskipun dia menjadi pacar Cassie, itu juga bukan solusi yang baik. Jo sadar diri jika kasta nya berbeda dengan keluarga Sebastian. Jo hanya dapat sekedar menjadi teman yang baik untuk Cassie.
"Kenapa, Jo?" tanya Juna yang melihat Jo melamun setelah menelepon Cassie.
"Jun, apakah kamu kenal Romeo Smith?"
"Maksud mu, suami Cassie?"
"Ya,, kamu tahu latar belakangnya?"
Juna menyandarkan tubuhnya di kursi. Dia memandang Jo dengan tatapan tajam. Nama Romeo Smith memang terdengar tidak asing. Tapi, Juna tidak tahu banyak tentang dia. Yang Juna tahu, Romeo cukup kompeten dalam pekerjaannya dan menarik rekan bisnis. Soal keluarga, perusahaan dan pribadi Romeo, Juna tidak paham karena Romeo berasal dari Amerika.
"Aku tidak punya waktu untuk mengurus itu, Jo."
"Yah,,,gue udah nungguin lo, kirain lo bakal cerita sesuatu." ucap Jo kecewa.
"Kenapa kamu begitu penasaran dengan suami Cassie? Jangan bilang kamu suka pada Cassie?" selidik Juna.
Jo duduk di depan Juna. Ini sudah di luar jam kerja, jadi Jo bisa bicara informal pada atasannya itu. "Sepertinya pernikahan Cassie ada masalah. Cassie bilang, Romeo itu mencurigakan."
"Jo, jangan ikut campur urusan rumah tangga mereka. Kamu masih bisa mencari kekasih yang lain." saran Juna.
"Tapi, Jun.." Jo tidak melanjutkan ucapannya karena pernyataan Juna ada benar nya juga. Cassie sudah menikah, dan dia tidak boleh memiliki perasaan pada Cassie.
__ADS_1
'Tenang lah, Jo. Kamu kan hanya mencari tau tentang Romeo.' ucap Jo dalam hatinya. Meskipun Juna memberi nasehat yang baik, Jo sudah berjanji dalam hatinya untuk tetap membantu Cassie.