Married With Romeo

Married With Romeo
Luka yang kembali terbuka


__ADS_3

Sunny masuk ke dalam rumah Romeo dengan takjub. Di kampung, dia tidak pernah melihat rumah sebesar dan sebagus ini. Tuan tanah di kampung Sunny pun tidak akan mampu membeli rumah seperti milik Cassie. Belum lagi deretan mobil di depan yang membuat Sunny melongo.


'Bruk' karena tidak fokus, Sunny menabrak Cassie yang berhenti mendadak.


"Maaf, nyonya." Sunny menunduk tidak berani menatap Cassie.


Cassie tersenyum. Dia lalu menunjuk ke arah foto yang begitu besar di ruang tengah. "Itu, suamiku. Romeo Smith."


Sunny menelan ludahnya. Wanita manapun akan terpesona saat melihat Romeo. Dari sudut kiri, kanan, atas, dan bawah semua tampak sempurna. Reaksi Sunny sangat wajar, seperti reaksi Cassie waktu dia pertama kali melihat suaminya itu.


"Dia sekarang sedang berada di luar negeri." jelas Cassie lagi.


"Anda begitu serasi dengan suami anda, Nyonya." puji Sunny.


"Itu hanya nampak dari luar saja, Sun." "Ayo, ke atas. Aku akan tunjukkan kamar Sean."


Sunny menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Apa yang di maksud Cassie dengan tampak di luar saja? Apakah keluarga mereka tidak harmonis?


Cassie sudah sampai di ruangan Baby Sean. Cassie sengaja tidak memberitahukan Sunny tentang connecting door karena itu hanya rahasia untuk Cassie dan Romeo.


"Ini kamar Sean." "Kalau dia menangis, beri saja asi di kulkas situ." Cassie menunjuk kulkas kecil di pojok ruangan.


"Kami belum menyiapkan tempat untuk kamu, jadi apakah kamu tidak keberatan jika tidur di sini dulu?"


Sunny menggeleng cepat. Kamar Sean ini sangat luas dan bersih. Lagi-lagi jika dibandingkan dengan rumahnya, 2 kamar Sean ini bisa setara dengan seluruh rumah Sunny.


"Kamu santai saja di sini. Tidak ada aturan khusus. Yang penting kamu bisa merawat Sean dengan baik." pesan Cassie sebelum dia pergi.


Sunny mengangguk. Dia meletakkan barangnya di dekat lemari Sean, lalu mengambil Sean dari gendongan Cassie.


"Aku kembali ke kamar dulu. Kepalaku sakit." Cassie keluar dari kamar dan menuju ke kamarnya.


Cassie merebahkan badan di ranjang. Tapi, dia merasakan gulingnya begitu keras. Cassie bangun lagi dan menyingkirkan selimutnya.


"Astaga! Romeo!" pekiknya. Dia melihat Romeo sedang tertidur di ranjang. Cassie mengucek matanya untuk memastikan jika dia tidak salah melihat. Romeo memang seperti hantu atau dia memang punya pintu kemana saja. Kenapa pria ini tiba-tiba bisa muncul di sini?

__ADS_1


"Rom.." panggil Cassie lagi sambil menggoyangkan badannya.


"Ana..." igaunya.


"Ana? Siapa Ana?" ucap Cassie bingung.


"Aku merindukanmu." Romeo menarik tangan Cassie, membuat wanita itu jatuh pada dada Romeo.


Cassie yang awalnya ingin protes, akhirnya mengurungkan niat karena badan Romeo begitu panas.


"Romeo, kamu sakit."


*


*


*


Romeo kembali. Tapi Cassie langsung membawanya ke rumah sakit. Cassie sudah curiga jika Romeo mengidap penyakit serius.Jadi ini kesempatan Cassie untuk mengecek kondisi Romeo.


Cassie dengan cemas menunggu hasil MRI dari Dokter, sembari jalan mondar mandir di kamar.


"Nona, suami anda sangat sehat. Tidak ada penyakit serius seperti yang anda takutkan." "Mungkin, suami anda hanya kelelahan saja."


"Dokter, ini ga mungkin. Dia sering batuk sampai berdarah." Tolong, coba cek sekali lagi." pinta Cassie.


"Nona, semua hasilnya bagus."


"Ini tidak mungkin."


"Nona, anda aneh sekali. Suami anda sehat, tapi anda ingin dia sakit." Dokter itu menggelengkan kepala melihat Cassie yang masih tidak percaya.


"Bukan seperti itu, Dok." Cassie mengacak-acak rambutnya karena kebingungan sendiri. "Maaf, Dok. Terimakasih karena sudah membantu saya." Akhirnya Cassie memutuskan untuk menyerah dan tidak memaksa dokter itu lagi.


Dokter itu pamit, meninggalkan Cassie sendiri.

__ADS_1


Setelah mereka hanya berdua saja, Cassie kembali ke sisi ranjang Romeo. Dia menggenggam tangan Romeo dengan erat. Rasanya Cassie begitu rindu dengan Romeo. Padahal dia pergi baru beberapa minggu saja.


"Ana.." panggil Romeo lagi.


Cassie mengernyitkan dahinya. Sejak tadi Romeo hanya memanggil nama Ana. Siapa lagi Ana? Apakah selingkuhan Romeo juga?


"Rom, kamu benar-benar keterlaluan." Cassie mulai menangis lagi.


Dia melepaskan kembali tangan Romeo. Mendengar Romeo menyebutkan nama wanita lain itu membuat Cassie sangat sakit. Hal ini tentu karena luka lama Cassie terbuka lagi. Kepercayaannya pada Romeo yang sudah dia bangun perlahan, runtuh seketika dengan adanya peristiwa ini.


"Nyonya.." Sunny yang baru sampai langsung mendekati Cassie. Dia bingung kenapa Cassie malah menangis.


"Sean, itu Daddy.." ucap Sunny sambil menunjuk Romeo yang masih terbaring lemah di ranjang.


"No.. no.." Sean melengos dan tidak mau didekatkan pada Romeo. Bahkan anak Romeo saja tidak mau melihat Daddy nya sendiri, seolah dia mengerti apa yang Cassie rasakan.


"Sean, ayo." Cassie mengambil Sean dari tangan Sunny.


"Lho, Nyonya mau kemana?" Sunny menahan tangan Cassie yang sudah mengambil tasnya.


"Kami mau pulang." "Kamu saja yang jaga dia di sini." Cassie melangkah keluar dengan gontai.


Sunny lagi-lagi menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia bingung, pekerjaannya itu sebenarnya untuk menjaga Sean atau menjaga Daddy nya?


Baru saja Cassie dan Mom nya bilang untuk tidak mendekati Romeo. Tapi, sekarang dia justru disuruh berduaan dengan Romeo seperti ini.


"Aduh, saya teh harus gimana ini?" Sunny mengeluarkan logat sundanya. Dia perlahan mendekati Romeo. Wajah Romeo begitu tampan bahkan ketika dia sedang sakit seperti ini. Benar saja kalau Siska memberi aturan untuk tidak mendekati Romeo. Tapi, kenapa Cassie terlihat begitu sedih dan tidak mau menunggu suaminya? Sebenarnya ada masalah apa dengan mereka?


"Ana..."


"Hah? Apa Tuan?" Sunny mendekatkan telinganya karena tidak mendengar apa yang Romeo katakan.


"Ana Wilson.." ucap Romeo lagi.


"Siapa Ana? Istri anda kan namanya Cassie." jawab Sunny.

__ADS_1


Romano merasakan ada seseorang di dekatnya. Dia lalu membuka matanya perlahan. "Ana, kamu kembali?" Romano yang berhalusinasi melihat Sunny sebagai wanita yang begitu dia rindukan.


Ya, tentu saja yang kembali ke Indonesia adalah Romano, bukan Romeo. Dan saat ini Romeo pasti sedang melawan penyakitnya, sehingga membuat Romano sampai jatuh sakit seperti sekarang.


__ADS_2